Update COVID-19 DKI Selasa (5/5): 4.641 Kasus Positif, 650 Pasien Sembuh Ilustrasi virus corona. Foto: Shutterstock

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyampaikan perkembangan terkini per Selasa (5/5) kasus corona di DKI.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI, Ani Ruspitawati memaparkan, sebanyak 4.641 orang positif corona, ada 711 jiwa dinyatakan sembuh setelah mendapatkan pengobatan dari tim medis.

Baca Juga

Pasien COVID-19 di RSD Wisma Atlet Tembus 1.077 Orang

Adapun, pasien sembuh mengalami peningkatan sebanyak 61 orang dari hari sebelumnya Senin (4/5) kemarin dengan total 650 orang.

"Dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 414 orang," kata Ani di Balai kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (5/5).

corona
Ilustrasi virus corona. Foto: ANTARA

Kemudian, ada sebanyak 2.146 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sedangkan, 1.370 orang masih melakukan isolasi mandiri di rumah.

Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) kasus corona sebanyak 1.546 orang. Selanjutnya Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 7.463 orang, 7.234 sudah selesai dipantau dan 229 masih dipantau.

Baca Juga

Masyarakat Nekat Mudik karena tak Ada Jaminan Hidup dari Pemerintah

"Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 6.229 orang, 5.207 sudah pulang dari perawatan dan 1.022 masih dirawat," terangnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
3 Juta Vaksin Sinovac Didistribusikan Januari 2021
Indonesia
3 Juta Vaksin Sinovac Didistribusikan Januari 2021

Dalam vaksinasi ini, pemerintah akan memprioritaskan tenaga kesehatan dahulu

Polisi Bubarkan Ratusan Pedagang Pakaian di Pasar Tanah Abang
Indonesia
Polisi Bubarkan Ratusan Pedagang Pakaian di Pasar Tanah Abang

"Jadi bahan pokok itu lah yang boleh. Yang tidak boleh akan kami tertibkan," imbuh Heru.

 Dinyatakan Sembuh, Mantan Pasien Penderita Corona Puji Kinerja Para Tenaga Medis
Indonesia
Dinyatakan Sembuh, Mantan Pasien Penderita Corona Puji Kinerja Para Tenaga Medis

"Mereka punya family. Saya mohon ada perhatian untuk mereka karena kerjanya luar biasa sekali," kata wanita yang juga seorang guru tari ini.

Virologi UGM Sebut Vaksin Sinovac Bukan Solusi Hentikan Pandemi
Indonesia
Virologi UGM Sebut Vaksin Sinovac Bukan Solusi Hentikan Pandemi

"Vaksin bukan satu-satunya cara menghentikan pandemi COVID-19. Ada cara lain yang lebih efektif yakni disiplin menerapkan sosial distancing, menjaga kebersihan dan kesehatan," ujar Hakim

New Normal, Okupansi KA Prameks Solo-Yogyakarta Capai 100 Persen
Indonesia
New Normal, Okupansi KA Prameks Solo-Yogyakarta Capai 100 Persen

"Melihat tingkat okupansi ini menunjukkan KA Prameks sudah dinantikan oleh masyarakat Yogyakarta, Solo dan sekitarnya," kata dia.

Jumlah Penumpang Commuter Line Merosot 50 Persen Akibat Wabah COVID-19
Indonesia
Jumlah Penumpang Commuter Line Merosot 50 Persen Akibat Wabah COVID-19

"Jumlah pengguna KRL telah turun sekitar 50% dari waktu normal yang dapat melayani 900 ribu hingga 1,1 juta pengguna setiap harinya," kata Anne

ADB Gelontorkan Rp7,5 Triliun Untuk Penanggulangan Bencana di Indonesia
Indonesia
ADB Gelontorkan Rp7,5 Triliun Untuk Penanggulangan Bencana di Indonesia

Program tersebut akan melengkapi program COVID-19 active response and expenditure support (CARES) dari ADB senilai 1,5 miliar dolar AS bagi Indonesia.

Kemenag Sebut Hanya 38 Travel Umrah di Aceh Miliki Izin
Indonesia
Kemenag Sebut Hanya 38 Travel Umrah di Aceh Miliki Izin

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh merilis hanya 38 penyelenggara atau travel umrah di wilayah tersebut yang memiliki izin.

Ketua MPR Angkat Suara Sejumlah Napi Asimilasi Kembali Berulah saat PSBB
Indonesia
Ketua MPR Angkat Suara Sejumlah Napi Asimilasi Kembali Berulah saat PSBB

Bamsoet mendorong aparat kepolisian perlu memetakan jaringan kelompok kejahatan di setiap wilayah.

Tak Terima Kekalahan, Machfud-Mujiaman Gugat Hasil Pilkada Surabaya ke MK
Indonesia
Tak Terima Kekalahan, Machfud-Mujiaman Gugat Hasil Pilkada Surabaya ke MK

"Perjuangan belum selesai. Bagi saya, langkah hukum di MK tidak sekedar menang atau kalah dalam pemilihan kepala daerah," ujar Machfud Arifin