Update COVID-19 DKI Selasa (4/8): 22.909 Positif, 14.381 Orang Sembuh Seorang anak melintasi mural bertema COVID-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras

Merahputih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini per 4 Agustus 2020 kasus COVID-19 di ibu kota. Penambahan kasus positif COVID-19 sebanyak 466 orang.

Jumlah kasus aktif atau orang yang masih dirawat/isolasi di Jakarta saat ini sebanyak 7.648 kasus. Sedangkan kasus konfirmasi keseluruhan di Jakarta hingga hari ini mencapai 22.909 kasus.

Baca Juga:

Soal Utang DKI 12,5 Triliun, PSI: Mendingan Gak Usah Diambil

"Dari 22.909 positif, 14.381 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 880 orang meninggal dunia," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI, Dwi Oktavia Tatri Lestari di Jakarta, Selasa (4/8).

Seorang anak bermain di samping mural bertema COVID-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 per 27 Juli 2020, kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 100.303 kasus, dimana 58.173 orang dinyatakan sembuh dan 4.838 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.
Seorang anak bermain di samping mural bertema COVID-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). Berdasarkan data dari Satgas Penanganan COVID-19 per 27 Juli 2020, kasus positif COVID-19 di Indonesia telah mencapai 100.303 kasus, dimana 58.173 orang dinyatakan sembuh dan 4.838 orang meninggal dunia. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Dari 466 kasus tersebut, 80 kasus akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 39.353. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 37.876.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir sebesar 7,8 persen, sedangkan Indonesia sebesar 15,3 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Baca Juga:

Berikut Provinsi dengan Penambahan Kasus COVID-19 Tertinggi

Namun, kata Dwi, persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit tidak memenuhi standar WHO, maka indikator persentase kasus positif patut diragukan. (Asp)

Kredit : asropihs


Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH