Update COVID-19 DKI Sabtu (26/9): 70.184 Orang Positif, 55.350 Pasien Sembuh Warga melintas di JPO Bundaran Senayan saat pemberlakuan PSBB di Jakarta, Jumat (25/9/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat, agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat. Sehingga, memperkecil potensi penularan COVID-19.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini telah dilakukan tes PCR sebanyak 10.342 spesimen.

Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 8.289 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 1.052 positif dan 7.237 negatif.

Baca Juga:

Polisi Klaim Arus Lalu Lintas DKI Turun Selama PSBB Ketat

"Namun, total penambahan kasus positif sebanyak 1.257 kasus, lantaran terdapat akumulasi data sebanyak 205 kasus dari 1 hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk rate tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 84.110," kata Dwi dalam keterangannya, Sabtu (26/9).

Dwi menjelaskan, jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 70.047. Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta sampai saat ini sebanyak 13.155 (orang yang masih dirawat/isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 70.184 kasus.

"Dari jumlah total kasus tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 55.350 dengan tingkat kesembuhan 78,9 persen, dan total 1.679 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,4 persen, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,8 persen," ujarnya.

Tim medis Puskesmas melakukan tes usap terhadap ASN di Kantor Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2020). (ANTARA/HO-Kecamatan Matraman)
Tim medis Puskesmas melakukan tes usap terhadap ASN di Kantor Kecamatan Matraman, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2020). (ANTARA/HO-Kecamatan Matraman)

Positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 10,9 persen, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 7,8 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

Pada penerapan kembali PSBB seperti awal pandemi, Pemprov DKI Jakarta menyarankan, bagi masyarakat yang ingin memasuki wilayah Jakarta untuk melakukan pemeriksaan mandiri COVID-19 melalui JakCLM di aplikasi JAKI.

Melalui JakCLM, kata Dwi, masyarakat dapat mengetahui risiko COVID-19 serta mendapatkan berbagai rekomendasi kesehatan sesuai dengan risiko yang dimiliki.

"Kontribusi masyarakat dalam pengisian JakCLM dapat membantu Pemprov DKI Jakarta untuk melakukan pencegahaan penyebaran kasus COVID-19 di Jakarta," imbuhnya.

Baca Juga:

Kadinkes DKI dan Anies Beda Pendapat soal Isolasi Mandiri di Rumah Bagi Pasien Corona

Dwi melanjutkan, melalui Satpol PP Provinsi DKI Jakarta, penindakan atas pelanggaran penggunaan masker juga akan digencarkan, begitu pula dengan bentuk pelanggaran-pelanggaran PSBB lainnya.

"Sehingga, harapannya, masyarakat dapat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dan turut berpartisipasi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga:

Update Kasus Corona DKI Jumat (25/9): 68.927 Positif, 54.352 Orang Sembuh

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH