Update COVID-19 DKI (14/4): 2.349 Positif, Total Sembuh Lebih Banyak dari Kasus Baru COVID-19 di DKI Jakarta, Senin (13/4). Foto: https://corona.jakarta.go.id/id

Merahputih.com - Pemprov DKI merilis perkembangan kasus virus corona di ibu kota. Dalam situs resmi corona.jakarta.go.id? kasus positif COVID-19 di DKI mencapai 2.349 orang.

Jumlah kasus positif di Jakarta naik 107 jiwa, sebelumnya tercatat 2.242 orang terkonfirmasi terpapar COVID-19.

Baca Juga

Gugus Tugas Minta Tiga Lembaga Awasi Bantuan COVID-19

Kemudian ada 243 orang meninggal dunia. Korban meninggal bertambah 34 orang, karena Minggu (12/4) kemarin terkonfirmasi 209 jiwa.

Sedangkan sebanyak 1385 pasien masih dirawat di rumah sakit. Data itu tercatat pada Selasa (14/4) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kemudian terhitung ada 163 orang yang sembuh dari virus corona dan yang menjalani isolasi mandiri ada sebanyak 521 orang. Lalu, 876 warga di antaranya masih menunggu hasil laboratorium.

Ilustrasi COVID-19. Foto: Net

Penyebaran orang positif corona di ada 1.307 titik kelurahan yang telah diketahui, namun untuk sisanya yakni 1.042 kasus positif lainnya masih belum diketahui titik kelurahannya.

Lanjutnya sebanyak 2,405 pasien dalam pengawasan (PDP). 1,127 di antaranya masih melakukan perawatan dan sebanyak 1,278 jiwa diperbolehkan pulang dan dinyatakan sehat.

Baca Juga

1.000 Paket Sembako Bentuk Kepedulian JHL Group untuk Masyarakat di Sekitarnya

Sedangkan total 2,917 orang dalam pemantauan (ODP). 575 masih menjalani proses pemantauan dan 2.342 sudah selesai menjalani proses pemantauan.

Data ODP dan PDP dilaporkan tim dilapangan Dinas Kesehatan (Dinkes) dari fasilitas kesehatan yang dimiliki Pemprov DKI dan telah dilaporkan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Pulang Pacitan, SBY Mampir ke Warung Ayam Goreng Kesukaan Jokowi di Sukoharjo
Indonesia
Pulang Pacitan, SBY Mampir ke Warung Ayam Goreng Kesukaan Jokowi di Sukoharjo

SBY menyempatkan diri mampir makan siang Rumah Makan Ayam Goreng Mulyani Kelurahan Begajah, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis (20/2).

Donny Akui Terima Rp400 Juta dari Staf DPP PDIP untuk Tersangka Saeful Bahri
Indonesia
Donny Akui Terima Rp400 Juta dari Staf DPP PDIP untuk Tersangka Saeful Bahri

Donny Tri Istiqomah rampung menjalani pemeriksaan penyidik KPK dalam kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP Harun Masiku.

Swab Gratis Dinilai Bisa Kurangi Risiko Kematian Akibat COVID-19
Indonesia
Swab Gratis Dinilai Bisa Kurangi Risiko Kematian Akibat COVID-19

Angka kematian sekarang sudah hampir 10 ribu

DPR Sesalkan Ada Tenaga Medis Gunakan Jas Hujan sebagai ADP
Indonesia
DPR Sesalkan Ada Tenaga Medis Gunakan Jas Hujan sebagai ADP

Netty Prasetiyani ?menyesalkan banyak tenaga medis di berbagai daerah yang menggunakan jas hujan sebagai alat pelindung diri (APD).

Jumlah Kejahatan Jalanan Alami Kenaikan Kuantitas dan Kualitas
Indonesia
Jumlah Kejahatan Jalanan Alami Kenaikan Kuantitas dan Kualitas

Meski Diklaim Menurun, Jumlah Kejahatan Jalanan Alami Kenaikan Kuantitas dan Kualitas

Tak Perlu Ekstrem Hilangkan Barbuk Djoko Tjandra Maupun Jaksa Pinangki
Indonesia
Tak Perlu Ekstrem Hilangkan Barbuk Djoko Tjandra Maupun Jaksa Pinangki

Jika benar kebakaran itu disengaja maka hal tersebut amat berisiko bagi Kejaksaan Agung

Para Jenderal Bintang Tiga yang Masuk Kriteria Jadi Kapolri
Indonesia
Pemprov Jabar Perpanjang Proses Belajar Mengajar di Rumah Hingga 27 April
Indonesia
Pemprov Jabar Perpanjang Proses Belajar Mengajar di Rumah Hingga 27 April

Disdik pun melampirkan informasi kalender akademik SMA/SMK/SLB Tahun Pelajaran 2019/2020

Libur Natal-Tahun Baru, Pendatang Masuk Jateng Harus Rapid Test Antigen
Indonesia
Libur Natal-Tahun Baru, Pendatang Masuk Jateng Harus Rapid Test Antigen

Pemerintah Provinsi Jateng mengeluarkan kebijakan khusus bagi pendatang yang masuk Jawa Tengah saat libur Natal dan tahun baru 2021.

DPR Harapkan Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas di Pilkada
Indonesia
DPR Harapkan Masyarakat Jadi Pemilih Cerdas di Pilkada

Masyarakat jangan memilih pemimpinnya hanya karena diberikan uang atau politik uang karena tidak baik bagi perkembangan demokrasi