Update COVID-19 di DKI Kamis (14/5): Positif 5.617, Sembuh 1.279 Jiwa virus corona. Foto: ANTARA

Merahputih.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta menyatakan 1.279 pasien dinyatakan sembuh, dari total 5.617 orang positif COVID-19.

Kasus sembuh bertambah 2 jiwa dari hari sebelumya yang mencapai 1.277 orang. Kemudian warga yang positif naik 180 pada kasus kemarin sebanyak 5.437 orang.

"Jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 466 orang," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Fify Mulyani di Jakarta, Kamis (14/5).

Baca Juga:

Tekan PHK, Longgarkan Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Beraktivitas

Untuk kasus meninggal dunia ini juga bertambah 5 orang pada hari Rabu (13/5) kemarin yang berjumlah 461 jiwa.

Kemudian 1.877 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.995 orang melakukan isoloasi mandiri di rumah.

Ilustrasi (ANTARA/HO)
Ilustrasi (ANTARA/HO)

Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 2.407 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 9.801 orang, 9.611 sudah selesai dipantau dan 190 masih dipantau.

"Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7.342 orang, 6.662 sudah pulang dari perawatan dan 680 masih dirawat," tutur dia.

Baca Juga

737 Pasien Positif COVID-19 Dirawat di RSD Wisma Atlet

Pemprov DKI juga telah memberikan layanan kesehatan jiwa atau mental terhadap masyarakat yang terdampak COVID-19.

"Masyarakat juga dapat mengakses layanan konsultasi online melalui aplikasi sahabat jiwa yang berbasis website pada situs https://sahabatjiwa-dinkes.jakarta.go.id," terang dia. (Asp)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pandemi Corona, Ribuan Tenaga Kerja di Solo Terpaksa Dirumahkan
Indonesia
Pandemi Corona, Ribuan Tenaga Kerja di Solo Terpaksa Dirumahkan

Angka tenaga kerja yang terdampak akan terus bertambah mengingat pandemi masih berlangsung.

Tenaga Kesehatan Diharap Ikut Tes Swab Gratis yang Digelar Pemerintah
Indonesia
Tenaga Kesehatan Diharap Ikut Tes Swab Gratis yang Digelar Pemerintah

Tes usap gratis untuk para tenaga kesehatan ini akan dilakukan di provinsi lainnya

Pemerintah Beberkan Alasan Ada Pengupahan Per Jam di Omnibus Law
Indonesia
Pemerintah Beberkan Alasan Ada Pengupahan Per Jam di Omnibus Law

Pemerintah mengaku hanya ingin menentukan skema pengupahan yang pantas.

Pemerintah Abai Sejak Januari Soal Corona, PKS: Jangan terulang lagi
Indonesia
Pemerintah Abai Sejak Januari Soal Corona, PKS: Jangan terulang lagi

Maka ayo sama-sama perketat dan taat aturan PSBB

Firli Bahuri: Pekan Depan KPK Bakal Tahan Dua Kepala Daerah
Indonesia
Firli Bahuri: Pekan Depan KPK Bakal Tahan Dua Kepala Daerah

Firli Bahuri menyatakan pihaknya akan menahan dua kepala daerah pada pekan depan.

Pandji Unggah Foto Selfie Bareng Lem Aibon, Apa Respons Anies?
Indonesia
Pandji Unggah Foto Selfie Bareng Lem Aibon, Apa Respons Anies?

"Halo Mas @aniesbaswedan," tulis Pandji

SETARA Institute: Kebebasan Warga Sipil Terancam Jika TNI Dilibatkan Penanganan Terorisme
Indonesia
SETARA Institute: Kebebasan Warga Sipil Terancam Jika TNI Dilibatkan Penanganan Terorisme

Ini akan memberikan ruang yang besar bagi militer untuk melakukan operasi dengan pendekatan teritorial.

Anak Buah Jokowi Sindir Anies yang Selenggarakan CFD Tanpa Simulasi
Indonesia
Anak Buah Jokowi Sindir Anies yang Selenggarakan CFD Tanpa Simulasi

Sejak Minggu pagi, kawasan CFD pun dipenuhi warga termasuk anak-anak di bawah usia 9 tahun

BIN Resmi Punya Akun Medsos, Warganet Diminta Bijak
Indonesia
BIN Resmi Punya Akun Medsos, Warganet Diminta Bijak

Bahkan media sosial pun tidak hanya menjadi ruang interaksi antar penggunanya

RUU Mahkamah Konstitusi Segera Diuji di MK
Indonesia
RUU Mahkamah Konstitusi Segera Diuji di MK

KoDe Inisiatif akan mengajukan pengujian baik dari segi formil maupun materiil