Update Corona DKI Selasa (12/5): Kasus Sembuh Bertambah 427 Orang dari Hari Sebelumnya Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktavia (MP/Asropih)

MerahPutih.Com - Pemprov DKI Jakarta melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menyampaikan perkembangan terkini per 12 Mei 2020 kasus corona di ibu kota.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia memaparkan, ada sebanyak 1.262 orang dinyatakan sembuh corona, dari total 5.303 orang positif.

Baca Juga:

Anies Tunggu Kemensos Beberkan Jumlah Penerima Paket Sembako

Kasus sembuh mengalami kenaikan cukup tajam hingga 427 orang dari hari sebelumnya sebanyak 835 jiwa.

Sama halnya dengan kasus COVID-19 di DKI yang bertambah 108 pasien dari Senin (11/5) kemarin sebanyak 5.195 orang.

Jumlah pasien corona yang sembuh di DKI Jakarta meningkat tajam
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKI, Dwi Oktavia (Foto: antaranews)

"Jumlah pasien meninggal dunia sebanyak 456 orang," kata Dwi di Jakarta, Selasa (12/5).

Kemudian ada 1.844 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit, dan 1.741 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 1.909 orang. Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 8.592 orang, 8.411 sudah selesai dipantau dan 181 masih dipantau.

Dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 7.095 orang, 6.508 sudah pulang dari perawatan dan 587 masih dirawat," terang dia.

Baca Juga:

Kemenparekraf Kembali Sumbang APD Penanganan COVID-19

Dwi turut menerangkan, pihaknya juga telah melakukam rapid test terhadap 93.426 orang di Jakarta. Dari 93.426 itu 3.646 jiwa dinyatakan positif corona. Dengan persentase positif sebesar 4 persen.

Lanjut Dwi, rapid test masih akan terus berlangsung di 6 wilayah Kota/Kabupaten Administrasi DKI Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP).

"Total sebanyak 93.426 orang telah menjalani rapid test, dengan rincian 3.646 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 89.780 orang dinyatakan non-reaktif," pungkasnya.(Asp)

Baca Juga:

Demokrat Kritisi Kartu Prakerja Bukan Solusi Kesulitan Hidup Akibat Corona

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Salah Satu Anggota DPRD DKI Suspect Corona, Wakil Ketua: Baru Isu
Indonesia
Salah Satu Anggota DPRD DKI Suspect Corona, Wakil Ketua: Baru Isu

"Kalau isu ada yang suspect dari anggota DPRD, sudah ada berkembang. Tapi, saya ingin itu diuji saja. Masalah kebenarannya kita tunggu pemeriksaannya

IDI Minta Pemerintah Buka Identitas Pasien Corona
Indonesia
IDI Minta Pemerintah Buka Identitas Pasien Corona

Seperti beberapa kepala daerah yang positif juga membuka status kesehatannya

Pemerintah Seleksi 1,6 Juta Tenaga Administrasi Jadi Tenaga Teknis
Indonesia
Pemerintah Seleksi 1,6 Juta Tenaga Administrasi Jadi Tenaga Teknis

Formasi ASN tenaga teknis yang diperlukan saat ini sebagian besar berada di sektor kesehatan dan pendidikan.

Penjelasan Polri Terkait Tertahannya Penyidik KPK di PTIK
Indonesia
Penjelasan Polri Terkait Tertahannya Penyidik KPK di PTIK

Mabes Polri angkat suara soal isu yang menyebut penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tertahan di PTIK

Lindungi Pelajar dari COVID-19, Ujian Nasional SMP dan SMA Resmi Ditiadakan
Indonesia
Lindungi Pelajar dari COVID-19, Ujian Nasional SMP dan SMA Resmi Ditiadakan

Padahal jadwal UN SMA harus dilaksanakan pada 30 Maret, begitu juga UN SMP yang harus dijadwalkan paling lambat akhir April mendatang

Kelompok Buruh Waspadai Intrik Politik di Sidang Perdana Judicial Review UU Ciptaker
Indonesia
Kelompok Buruh Waspadai Intrik Politik di Sidang Perdana Judicial Review UU Ciptaker

Mahkamah Konstitusi akan menggelar sidang perdana judicial review terhadap UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja di Gedung MK, Selasa (24/11) pukul 11.00.

M Taufik: PSI Setuju dan Ikut Tanda Tangan Anggaran RKT Rp888 Miliar
Indonesia
M Taufik: PSI Setuju dan Ikut Tanda Tangan Anggaran RKT Rp888 Miliar

Padahal dalam rapat, Partai pimpinan Grace Natalie itu ikut tanda tangan setuju dengan kenaikan gaji anggota dewan tersebut.

Nasdem DKI: Jakarta tak Dilirik Investor Jika Kerap Banjir
Indonesia
Nasdem DKI: Jakarta tak Dilirik Investor Jika Kerap Banjir

Jika persoalan banjir ini teratasi diyakini para pengusaha mau berinvestasi ke DKI.

Muhammadiyah Desak Pemerintah Indonesia Bantu Lebanon
Indonesia
Muhammadiyah Desak Pemerintah Indonesia Bantu Lebanon

Termasuk bantuan kemanusiaan untuk pemerintah dan rakyat Lebanon.

Antrean Pembeli Panjang, Pengelola Tanah Abang Kena Semprit Pasar Jaya
Indonesia
Antrean Pembeli Panjang, Pengelola Tanah Abang Kena Semprit Pasar Jaya

Masih ada antrean panjang warga sebelum memasuki Pasar Tanah Abang.