Update Corona DKI Kamis (16/7): 15.477 Positif, 9.855 Sembuh Ilustrasi COVID-19. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta menyampaikan perkembangan terkini per 16 Juli 2020 kasus corona di ibu kota.

Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI, Ani Ruspitawati memaparkan, terdapat penambahan jumlah kasus positif sebanyak 304 kasus. Sehingga, jumlah kumulatif kasus positif di Jakarta hingga hari ini sebanyak 15.477 kasus.

Baca Juga

Hari Ini, 6 Provinsi Laporkan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19

"Dari jumlah tersebut, 9.855 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 721 orang meninggal dunia," kata Ani di Jakarta, Kamis (16/7).

Kemudiam sampai dengan hari ini ada 781 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.121 orang melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sedangkan, untuk suspek yang sudah selesai menjalani isolasi berjumlah 134.603 orang, suspek yang masih menjalani isolasi di rumah sebanyak 526 orang, dan suspek yang masih menjalani isolasi di Rumah Sakit (RS) sebanyak 800 orang.

Ia menjelaskan, secara kumulatif, pemeriksaan PCR sampai dengan 15 Juli 2020 sebanyak 422.339 sampel. Pada 15 Juli 2020, dilakukan tes PCR pada 4.940 orang, 4.199 di antaranya dilakukan untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru, dengan hasil 304 positif dan 3.859 negatif.

Selain itu, kata Ani, sebanyak 273.478 orang telah menjalani rapid test, 9.577 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 263.901 orang dinyatakan non-reaktif. Dengan persentase reaktif COVID-19 sebesar 3,5 persen.

Untuk kasus positif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab secara PCR dan apabila hasilnya positif dilakukan rujukan ke Wisma Atlet atau RS atau dilakukan isolasi secara mandiri di rumah.

Baca Juga

Beban Rumah Sakit Makin Berat, Positif COVID-19 Bertambah 1.574 Kasus

"COVID-19 masih ada di sekitar kita, maka kita perlu terus waspada dengan saling mengingatkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita untuk tetap melakukan protokol 3M ( memakai masker dengan benar, menjaga jarak aman 1-2 meter, mencuci tangan sesering mungkin) untuk lawan COVID," tutupnya. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buka Trade Expo Virtual, Jokowi Perintahkan Jangan Biasa Saja
Indonesia
Buka Trade Expo Virtual, Jokowi Perintahkan Jangan Biasa Saja

Trade Expo virtual ini merupakan pengalaman baru untuk meningkatkan nilai tambah produk unggulan Indonesia.

Larangan Mudik dan Arus Balik Diperpanjang hingga 7 Juni
Indonesia
Larangan Mudik dan Arus Balik Diperpanjang hingga 7 Juni

Larangan itu diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020.

Ridwan Kamil Sebut 5 Daerah di Jabar Ajukan PSBB
Indonesia
Ridwan Kamil Sebut 5 Daerah di Jabar Ajukan PSBB

Kelima daerah itu akan mengajukan permohonan PSBB bersama pada hari ini.

Pembakaran Bendera PDIP, Pagar Nusa: Jangan Impor Konflik Timur Tengah ke Indonesia
Indonesia
BPBD Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat di DKI Diprediksi Sampai Besok
Indonesia
BPBD Keluarkan Peringatan Dini, Hujan Lebat di DKI Diprediksi Sampai Besok

Siklon tropis Molave diperkirakan intensitasnya akan meningkat

Data Penerima Sembako di Jakarta Bakal Dipakai Pusat, Begini Tanggapan DPRD
Indonesia
Data Penerima Sembako di Jakarta Bakal Dipakai Pusat, Begini Tanggapan DPRD

Penerima bantuan sembako ini harus tepat sasaran dan tidak boleh ada pihak yang menyalahgunakannya di tengah kesulitan akibat pandemi corna.

Aturan Baru GBK, Ring Road Hanya Seribu Orang Per Jam dan Anak Kecil-Ibu Hamil Dilarang Masuk
Indonesia
Aturan Baru GBK, Ring Road Hanya Seribu Orang Per Jam dan Anak Kecil-Ibu Hamil Dilarang Masuk

Jam operasional dimulai pada pukul 05.00 WIB sampai 20.00 WIB.

Jakarta Nyaris Tembus Seribu, 2 Provinsi Ini Masih Nihil COVID-19
Indonesia
Jakarta Nyaris Tembus Seribu, 2 Provinsi Ini Masih Nihil COVID-19

Provinsi yang paling sedikit yakni 1 kasus adalah Bengkulu, Maluku Utara, Maluku dan Sulawesi Barat

Dirut BPJS Lempar Bola Panas Belum Bisa Gratiskan Pasien Corona ke Jokowi
Indonesia
Dirut BPJS Lempar Bola Panas Belum Bisa Gratiskan Pasien Corona ke Jokowi

Bahwa pelayanan kesehatan akibat bencana pada masa tanggap darurat, kejadian luar biasa atau wabah tidak dijamin program Jaminan Kesehatan Nasional

Tanggapi Pernyataan Presiden Prancis, SBY: Cerita Lama Kembali Terulang
Indonesia