Update Corona DKI Jumat (7/8): Bertambah 658 Kasus Seorang anak bermain di depan mural bertema COVID-19 di Jakarta, Senin (27/7/2020). ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

MerahPutih.com - Kasus corona di Jakarta terus mengalami lonjakan tajam. Pertambahan pada hari ini, Jumat (7/8), merupakan angka tertinggi kasus di ibu kota.

"Penambahan kasus positif pada hari ini sebanyak 658 kasus," ujar Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Weningtyas Purnomorini di Jakarta, Jumat (7/8).

Baca Juga:

Positif COVID Bertambah Drastis, Fadli Zon Kritik Pemerintah

Jumlah kasus aktif di Jakarta saat ini sebanyak 8.398 kasus orang yang masih dirawat/isolasi. Sedangkan jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta pada hari ini sebanyak 24.521 kasus.

"Dari 24.521 kasus, ada 15.201 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 922 orang meninggal dunia," paparnya.

Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 7,2%, sedangkan Indonesia sebesar 15,1 persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen.

iluistrasi covid (ANTARA/Istimewa)
iluistrasi covid (ANTARA/Istimewa)

Persentase kasus positif ini hanya bisa dianggap valid bila standar jumlah tes yang dilakukan telah terpenuhi. Bila jumlah tesnya sedikit (tidak memenuhi standar WHO), maka indikator persentase kasus positif patut diragukan.

Pemprov terus memassifkan tes PCR untuk menemukan kasus baru secara cepat agar dapat segera melakukan tindakan isolasi atau perawatan secara tepat. Data terkini Dinkes DKI, dilakukan tes PCR sebanyak 7.069 spesimen.

"6.061 di antaranya untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 658 positif dan 5.403 negatif. Dari 658 kasus positif tersebut, 98 adalah akumulasi data dari hari sebelumnya yang baru dilaporkan. Untuk jumlah tes PCR total per 1 juta penduduk sebanyak 41.914. Jumlah orang yang dites PCR sepekan terakhir sebanyak 43.330," terangnya.

Baca Juga:

665 Kasus Bertambah, Jakarta Terus Pimpin Penambahan COVID-19 Tertinggi

Ia menjelaskan, WHO telah menetapkan standar jumlah tes PCR adalah 1.000 orang per 1 juta penduduk per minggu. Berdasarkan WHO, Jakarta harus melakukan pemeriksaan PCR minimum pada 10.645 orang (bukan spesimen) per minggu, atau 1.521 orang per hari.

"Saat ini jumlah tes PCR di Jakarta setiap pekan adalah 4 kali lipat standar WHO," tutupnya. (Asp)

Baca Juga:

Pemprov DKI Wajibkan Pesepeda Pakai Helm dan Masker

Kredit : asropihs

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH