Upaya Kudeta di Demokrat Diduga Ulah Kelompok Barisan Sakit Hati terhadap SBY Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

MerahPutih.com - Isu upaya kudeta terhadap kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Partai Demokrat terus menjadi perbincangan publik.

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menilai, mereka yang dicurigai sebagai pelaku kudeta justru pernah membesarkan partai Partai Demokrat.

Baca Juga

Ada Indikasi Moeldoko Pakai Demokrat untuk Kepentingan Pilpres 2024

Orang-orang tersebut merasa kecewa dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai mantan ketua umum sekaligus pendiri partai.

"Saya duga kepemimpinan AHY bakal dirongrong entah itu pendiri atau orang dalam dan juga orang dekat Jokowi seperti penuturan AHY," ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/2).

Selain itu, isu kudeta atau tepatnya kongres luar biasa (KLB) juga dianggapnya sebagai upaya menjegal Demokrat pada Pilkada DKI Jakarta pada tahun 2022. Sebab, Demokrat merupakan partai yang menolak Pilkada dilaksanakan 2024.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan meninggalkan ruangan usai Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjalan meninggalkan ruangan usai Kongres V Partai Demokrat di Jakarta, Minggu (15/3/2020). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Di sisi lain, upaya paksa berarti ada rencana melengserkan AHY dari kursi ketua umum.

Dia pun melihat munculnya isu kudeta di internal partai ini semakin membuktikan kepemimpinan Partai Demokrat di bawah AHY relatif rapuh dan lemah jika dibandingkan saat partai itu dipimpin SBY.

"Ini bagian kudeta politik, memang pengurus saat ini perlu diantisipasi," ungkapnya.

Sebelumnya, AHY menduga ada gerakan politik yang dilakukan pejabat lingkaran kekuasaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berupaya mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa.

Dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Kantor DPP Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (1/2) AHY mengungkapkan kecurigaannya setelah mendapatkan informasi dari banyak pihak tentang gerakan itu.

"Yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan yang secara fungsional berada di dalam lingkaran kekuasaan terdekat dengan Joko Widodo," kata AHY.

AHY merinci, manuver politik ini diinisiasi oleh lima orang kader dan eks kader partai Demokrat, serta seorang pejabat tinggi pemerintahan.

AHY tidak menyebut nama pejabat tinggi pemerintahan itu. Alhasil, publik hanya bisa menerka-nerka sosok pejabat tinggi yang dimaksud putra sulung Presiden RI ke-5, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Selang berapa jam usai konferensi pers AHY, Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Demokrat, Andi Arief menyebut nama pejabat tinggi yang dimaksud.

Lewat cuitannya, Andi dengan tegas menyatakan jika Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko merupakan sosok di balik upaya kudeta tersebut.

"Banyak yang bertanya siapa orang dekat Pak Jokowi yang mau mengambil alih kepemimpinan AHY di Demokrat, jawaban saya KSP Moeldoko," cuit Andi lewat akun pribadinya. (Knu)

Baca Juga

Demokrat Tuding Moeldoko Ingin Kudeta AHY untuk Pencapresan 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berkat Rekomendasi Nakes dan Pegawai RSUD Soreang, Dayat Dapat Hadiah Rumah
Indonesia
Berkat Rekomendasi Nakes dan Pegawai RSUD Soreang, Dayat Dapat Hadiah Rumah

Dayat Hidayat (47) tak akan melupakan jasa para tenaga kesehatan (nakes) di tempatnya bekerja sebagai petugas kebersihan, RSUD Soreang.

Polisi Selidiki Ledakan Diduga Bom di Depan Rumah Orang Tua Veronica Koman
Indonesia
Polisi Selidiki Ledakan Diduga Bom di Depan Rumah Orang Tua Veronica Koman

Polisi masih menyelidiki pelaku ledakan yang terjadi di rumah orangtua aktivis HAM Veronica Koman yang berada di Jakarta Barat, Minggu (7/11).

Stok Pangan Mencukupi, Pemerintah Tak Pantas Impor Beras
Indonesia
Stok Pangan Mencukupi, Pemerintah Tak Pantas Impor Beras

Bila diakumulasikan, jumlah stok beras yang ada saat ini masih 6 juta ton

Teridentifikasi, Enam Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dikembalikan ke Keluarga
Indonesia
Teridentifikasi, Enam Jenazah Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dikembalikan ke Keluarga

Pihak keluarga dari masing-masing jenazah korban kebakaran Lapas Tangerang tak kuasa menahan tangis

Gegara Banjir, Perjalanan Kereta di Stasiun Senen dan Gambir Dibatalkan
Indonesia
Gegara Banjir, Perjalanan Kereta di Stasiun Senen dan Gambir Dibatalkan

Penumpang pada KA tersebut diberangkatkan menggunakan Bus

Anggaran Jalur Sepeda Diharapkan Tidak Dipotong Anies
Indonesia
Anggaran Jalur Sepeda Diharapkan Tidak Dipotong Anies

"Target terus kami upayakan. Tapi harus kami pahami bersama, di tengah PPKM Darurat kami fokus pada penanganan covid-19," papar Syafrin.

Pembuat Aplikasi Ilegal Dongkrak Orderan Gojek Ditangkap Polisi
Indonesia
Pembuat Aplikasi Ilegal Dongkrak Orderan Gojek Ditangkap Polisi

Temuan dari teknologi Gojek Shield yang Gojek laporkan kepada kami, mempermudah proses penindakan hukum

Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI
Indonesia
Blok C Pasar Minggu Terbakar, IKAPPI Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI

"Kami meminta agar lapak yang nanti ada itu menjadi lapak yang layak untuk di tempati para pedagang," urainya.

Wagub Pastikan Harga Pangan di Jakarta Jelang Ramadan Naik, Tapi Tidak Signifikan
Indonesia
Wagub Pastikan Harga Pangan di Jakarta Jelang Ramadan Naik, Tapi Tidak Signifikan

Riza memastikan kenaikan itu masih bisa terjangkau masyarakat

Pelaku Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI Terancam 3 Tahun Penjara
Indonesia
Pelaku Tabrak Lari Pesepeda di Bundaran HI Terancam 3 Tahun Penjara

Pengemudi mobil jenis Mercy series C300 berpelat nomor polisi B 1728 SAQ melarikan diri seusai menabrak pesepeda di kawasan Bundaran HI.