Upaya Kapolri Bentuk Polri Humanis Tak Hanya Berhenti di Fit and Proper Tes Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Mabes Polri, Senin (23/8). Foto: Div Humas Mabes Polri

Merahputih.com - Langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (TR) terkait penindakan tegas terhadap polisi yang melakukan kekerasan berlebihan menuai apresiasi.

Keluarnya TR Kapolri tersebut menunjukkan komitmen Jenderal Sigit yang ingin membentuk Polri lebih humanis. Hal ini sebagaimana dokumen fit and proper test yang diserahkan kepada Listyo kepada DPR sebelum jadi Kapolri.

"Itu kemudian oleh Pak Sigit dituangkan, tidak hanya berhenti pada dokumen fit and proper test yang disampaikan beliau kepada kami di Komisi III, tetapi juga pada berbagai kebijakan," jelas Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP, Arsul Sani kepada wartawan, Selasa (19/10).

Baca Juga

Kapolri dan Panglima TNI Tinjau Serbuan Vaksinasi di Jawa Timur

Arsul mengatakan, TR itu juga merupakan respon baik dari Kapolri terkait kondisi Korps Bhayangkara. Dia menilai Polri saat ini lebih baik lantaran mendengarkan kritik dan tidak self-defense atas pelanggaran yang terjadi di internal.

"Apalagi tradisi zaman dulu-dulu itu cenderung ada sifat self defense, sifat apology, ini saya kira responnya bagus lah," ungkapnya.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Antara)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Antara)

Arsul menganggap wajar ketika TR Kapolri justru keluar setelah banyak kejadian di internal Polrii. Dia menyampaikan, kultur hukum di berbagai institusi Indonesia memang biasa 'ketinggalan kereta'.

"Ya kalau pertanyaannya itu selalu kenapa sih kok harus menunggu sekian kejadian dulu," tutur Arsul.

Ia pun mencontohkan sejumlah kasus kekerasan yang dilakukan oleh oknum polisi dalam beberapa waktu terakhir.

Baca Juga

Kapolri Diminta Tinjau Ulang Protap Tangani Demo

Seperti kasus penembakan KM 50, aksi membanting mahasiswa yang melakukan unjuk rasa di Tigaraksa, Tangerang, serta dugaan pelecehan seksual oleh seorang kapolsek di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Pimpinan Polri harus tegaskan setiap pelanggaran anggota Polri. Apakah ada unsur pelanggaran hukum atau memenuhi rumusan pasal pidana. "Tidak boleh berhenti hanya sebagai kasus etik saja," ujar Arsul. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jokowi Tidak Mau Dengar Lagi Ada Pejabat Terima Suap
Indonesia
Jokowi Tidak Mau Dengar Lagi Ada Pejabat Terima Suap

COVID-19 tidak boleh menghentikan upaya pemerintah untuk melakukan reformasi struktural.

Pekerja Migran Dibebaskan Biaya Penempatan dan Berikan KUR Bunga 11 Persen
Indonesia
Pekerja Migran Dibebaskan Biaya Penempatan dan Berikan KUR Bunga 11 Persen

Pinjaman ini diberikan justru di awal kepada pekerja migran Indonesia, berbeda dengan dulu diberikan di akhir.

Indonesia Rugi Rp1.356 Triliun Akibat Pandemi COVID-19
Indonesia
Indonesia Rugi Rp1.356 Triliun Akibat Pandemi COVID-19

Respon fiskal dalam menghadapi pandemi COVID-19 pada tahun lalu terlihat dari belanja negara yang meningkat hingga Rp284,2 triliun atau 12,3 persen (yoy).

Mantan Komandan KRI Nanggala 402 Ungkap Prosedur Ketat Pengoperasian
Indonesia
Mantan Komandan KRI Nanggala 402 Ungkap Prosedur Ketat Pengoperasian

Teka-teki soal hilangnya kapal selam KRI Nanggala 402 masih tanda tanya.

DPR Dorong GeNose Bisa Dipakai di Puskesmas dan Rumah Sakit
Indonesia
DPR Dorong GeNose Bisa Dipakai di Puskesmas dan Rumah Sakit

Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendorong agar GeNose C19 sebagai alat kesehatan untuk deteksi dini COVID-19 bisa digunakan di setiap fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit di seluruh Indonesia.

ICW Ultimatum Kejaksaan Agung Ajukan Kasasi Vonis Pinangki
Indonesia
ICW Ultimatum Kejaksaan Agung Ajukan Kasasi Vonis Pinangki

Senin (5/7) merupakan tenggat waktu akhir bagi Kejagung untuk mengajukan kasasi vonis Jaksa Pinangki

Wali Kota Solo Dukung Risma Jadi Menteri Sosial
Indonesia
Wali Kota Solo Dukung Risma Jadi Menteri Sosial

Sosok Risma layak menjabat Mensos karena punya pengalaman dibirokasi.

Listyo Sigit Bakal Wujudkan Potret Polri yang Tegas dan Humanis
Indonesia
Listyo Sigit Bakal Wujudkan Potret Polri yang Tegas dan Humanis

Sebab, keselamatan rakyat merupakah hukum tertinggi

Amerika Ikut Campur Dalam Investigasi Jatuhnya Sriwijaya Air
Indonesia
Amerika Ikut Campur Dalam Investigasi Jatuhnya Sriwijaya Air

11 orang dari AS itu terdiri dari empat orang perwakilan National Transportation Safety Board (NTSB), empat dari Boeing, dua dari Federal Aviation Administration, dan satu orang dari GE sebagai pabrik pembuat mesin.

Berkas Perkara Terdakwa Azis Syamsuddin Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor
Indonesia
Berkas Perkara Terdakwa Azis Syamsuddin Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

Kasus perkara terdakwa Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin segera di persidangkan.