Upaya Bappenas Dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko (Foto: antaranews)

MerahPutih.Com - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) telah menyusun protokol untuk menuju masyarakat produktif dan aman di tengah pandemi COVID-19, dengan mengacu pada tiga kriteria yang digunakan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian PPN/Bappenas Subandi Sardjoko mengatakan ketiga kriteria itu juga sekaligus menjadi parameter untuk menentukan layak atau tidaknya suatu wilayah sebelum menerapkan kenormalan baru.

Baca Juga:

Indonesia Kehilangan Jutaan Wisatawan Akibat Pandemi Corona

"Bappenas telah menyusun protokol untuk masyarakat produktif dan aman COVID-19. Jadi ada tiga kriteria yang digunakan mengacu pada WHO," kata Subandi di Media Center GugusTugas Percepatan Penanganan COVID-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Jumat (29/5).

Dr Subandi Sardjoko
Deputi Bappenas Dr Subandi Sardjoko (Foto: antaranews)

Adapun kriteria yang pertama adalah epidemologi. Dalam hal ini, angka reproduksi dasar daya tular awal untuk COVID-19 berkisar antara 1,9 sampai 5,7. Artinya satu orang dapat menularkan virus kepada 2 sampai 6 orang. Hal itu sangat tinggi, dan harus dapat diturunkan hingga di bawah satu.

"Daya tular harus di bawah satu," imbuh Subandi.

Kriteria yang ke dua adalah sistem kesehatan, yang mana hal ini dengan mengukur kemampuan pelayanan kesehatan. Sebagaimana syarat yang dianjurkan oleh WHO bahwa suatu wilayah harus mampu memiliki kapasitas tempat tidur 20 persen lebih banyak dari adanya kasus baru.

"WHO memberikan syarat bahwa jumlah kasus baru rata-rata harus dapat dilayani dengan jumlah tempat tidur 20 persen lebih banyak dari penderita kasus baru," jelas Subandi.

Kemudian kriteria selanjutnya adalah surveillance yang cukup. Subandi mengatakan bahwa syarat lain yang harus ditegakkan untuk menuju kenormalan baru adalah dengan menjamin bahwa jumlah pengawasan melalui tes dapat tercukupi.

"Jumlah tes yang cukup. Bappenas telah mengarahkan agar merujuk pada WHO 1 dari 1.000 sebagaimana yang telah dilakukan oleh Brasil," kata Subandi.

Selanjutnya data dari ketiga kriteria itu akan dikumpulkan ke dalam dashboard yang dikoordinatkan oleh sistem aplikasi Bersatu Lawan COVID-19 untuk kemudian dianalisa.

Dari analisa itu maka dapat digunakan untuk monitoring dan evaluasi tiap-tiap daerah apakah sudah dapat mengendalikan kasus COVID-19 atau belum.

Dalam hal ini, Bappenas juga telah mengumpulkan seluruh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota untuk meminta dukungan data harian real time sebagai analisa yang lebih kredibel.

Baca Juga:

Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada Desember

Menurut Subandi, dalam melaksanakan tiga kriteria tersebut juga dibutuhkan kolaborasi dari berbagai sektor. Sebab melawan pandemi COVID-19 tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja, akan tetapi juga dibutuhkan peran unsur lainnya dalam 'pentaheliks' meliputi dunia usaha, akademisi/komunitas, masyarakat dan media massa sehingga tercipta pemahaman yang sama.

"Melawan pandemi ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Masyarakat harus paham dan melaksanakan protokol kesehatan. Dan juga nanti bagaimana bisnis melakukan itu, termasuk media yag bisa menyampaikan informasi yang betul untuk pemahaman yang sama," tutup Subandi.(Pon)

Baca Juga:

Bisa Telan Banyak Korban Jika Pilkada Serentak Tetap Diadakan 2020

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kediaman Quraish Shihab Disatroni Maling, Begini Kronologinya
Indonesia
Kediaman Quraish Shihab Disatroni Maling, Begini Kronologinya

Rumah cendikiawan muslim Muhammad Quraish Shihab di Jalan Jeruk Purut, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dibobol maling.

 Solo KLB Corona, Wisata Keraton Solo Ditutup Sampai Batas Waktu Tidak Ditentukan
Indonesia
Solo KLB Corona, Wisata Keraton Solo Ditutup Sampai Batas Waktu Tidak Ditentukan

"Penutupan tempat wisata ini selaras dengan SE (surat edaran) Wali Kota Solo tentang pencegahan virus corona dengan menutup sementara tempat wisata di Kota Solo," kata dia.

Babinsa dan Binmas Diminta Kolaborasi Cegah Kerumunan Masyarakat
Indonesia
Babinsa dan Binmas Diminta Kolaborasi Cegah Kerumunan Masyarakat

Keterlibatan TNI membantu penanggulangan bencana ini sudah diatur dalam UU TNI

Kemendag Didesak Segera Izinkan Jakarta Impor Bawang Putih
Indonesia
Kemendag Didesak Segera Izinkan Jakarta Impor Bawang Putih

Jakarta berharap Surat Persetujuan Impor (SPI) Bawang Putih PT. Food Station Tjipinang Jaya sebesar 22.000 ton segera diterbitkan Kemendag.

 Kena Denda Cicilan Ratusan Miliar, Wawan Minta Solusi ke Hakim
Indonesia
Kena Denda Cicilan Ratusan Miliar, Wawan Minta Solusi ke Hakim

Solusi diminta lantaran piutang yang dibebankan pihak ketiga terhadap Wawan mencapai ratusan miliar.

Ma'ruf Amin Sebut Lulusan Program Ekonomi Syariah Tak Siap Pakai
Indonesia
Ma'ruf Amin Sebut Lulusan Program Ekonomi Syariah Tak Siap Pakai

Sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci penting

Eks Pimpinan KPK Minta Firli Cs Usut Dugaan Rintangi Penyidikan Kasus Novel Baswedan
Indonesia
Eks Pimpinan KPK Minta Firli Cs Usut Dugaan Rintangi Penyidikan Kasus Novel Baswedan

"Ada beberapa orang yang sangat mendesak untuk menerapkan obstruction of justice. Namun mencari unsur itu yang perlu waktu ketika itu, karena belum ketemu siapanya (pelakunya)," ujar Saut

Saat 3M Tidak Cukup Bendung Penyebaran COVID-19
Indonesia
Saat 3M Tidak Cukup Bendung Penyebaran COVID-19

Dalam beberapa hari terakhir, kata Tito, yang paling banyak terjadi adalah kerumunan massa, salah satunya kerumunan kegiatan demonstrasi.

Pilkada di Tengah Pandemi COVID-19, Anggaran KPU Solo Membengkak Rp10,1 Miliar
Indonesia
Pilkada di Tengah Pandemi COVID-19, Anggaran KPU Solo Membengkak Rp10,1 Miliar

KPU RI telah memutuskan pelaksanan pilkada serentak 270 daerah seluruh Indonesia diadakan tanggal 9 Desember 2020.

Anies Diminta Kaji Secara Mendalam Rencana Sekolah Tatap Muka di DKI Jakarta
Indonesia