Upacara Adat Nyangku, Penghormatan Masyarakat Ciamis terhadap Leluhur Adat Nyangku yang tetap dipertahankan hingga kini. (Foto: instagram@wonderfulciamis)

CIAMIS terletak di bagian tenggara Jawa Barat. Sebelum pemekaran, kabupaten ini membentang luas hingga ke selatan dengan Pangandaran. Ciamis merupakan daerah yang terkenal dengan kekayaan budayanya.

Salah satu khazanah budaya Camis dapat dilihat dalam Upacara Adat Nyangku yang dilakukan di Panjualu. Ribuan masyarakat mengikuti kegiatan tradisi membersihkan berbagai macam benda pusaka peninggalan zaman dahulu.

Upacara Adat Nyangku merupakan wujud penghormatan kepada leluhur Raja Panjalu Prabu Sanghyang Borosngora. Tradisi rutin setiap tahun dan terus diselenggarakan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur di Panjalu.

1. Harapan diri jadi lebih baik tahun-tahun ke depan

Upacara Adat Nyangku 2018. (Foto: instagram.com/nyangku2018)
Upacara Adat Nyangku 2018. (Foto: instagram@nyangku2018)

Tradisi Upacara Nyangku bagian dari kearifan lokal masyarakat Panjalu terus dilestarikan sebagai upaya menangkal budaya negatif masuk dalam kehidupan masyarakat.

Upacara Nyangku yang diselenggarakan setiap bulan Maulud kalender Islam itu tidak hanya wujud menghormati leluhur, tetapi momentum untuk mengevaluasi diri agar kehidupan masyarakat ke depannya menjadi lebih baik.

"Ini dijadikan momen untuk evaluasi diri agar ke depan lebih baik," kata panitia Upacara Adat Nyangku Johan Wiradinata, seperti dikutip Antara.

Upacara Adat Nyangku sudah berlangsung bertahun-tahun sejak zaman Kerajaan Prabu Sanghyang Borosngora yang menyebarkan ajaran Islam di Panjalu.


2. Membersihkan pusaka-pusaka sebelum disimpan kembali di Bumi Alit

Situ Lengkong saat kegiatan Upacara Adat Nyangku. (Foto: instagram.com/inaherlina836)
Situ Lengkong saat kegiatan Upacara Adat Nyangku. (Foto: instagram@inaherlina836)

Masyarakat Panjalu menjadikan upacara Nyangku itu sebagai tradisi yang harus dilaksanakan setiap tahun di kawasan Situ Lengkong dan Alun-alun Panjalu yang dirangkaikan dengan acara Maulid Nabi Muhammad SAW. Upacara tersebut dimulai Senin pagi dengan membawa seluruh benda pusaka dari Bumi Alit atau museum tempat penyimpanan benda pusaka yang berlokasi tidak jauh dari Alun-alun Panjalu.

Panitia yang ditunjuk dalam upacara tersebut membawa benda pusaka peninggalan Raja Panjalu Prabu Sanghyang Borosngora itu secara hati-hati menuju pulau di tengah danau Situ Lengkong.

Usai dari Situ Lengkong, benda pusaka tersebut kembali dibawa menuju Alun-alun Panjalu sambil diiringi salawat dan lantunan musik serta sambutan warga yang memadati sepanjang jalur ritual tradisi tersebut.

Selanjutnya seluruh benda pusaka dengan cara khusus dibersihkan menggunakan sumber mata air dari beberapa tempat di Situ Lengkong. Usai dibersihkan, benda pusaka kembali dibungkus kain untuk disimpan di Bumi Alit. (zul)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Dengan Sebutan Zelena Palachinka, Masyarakat Bulgaria Puji Rasa Dadar Gulung

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH