Untuk Film Kulari ke Pantai, Ibnu Jamil Belajar Bahasa NTT Ibnu Jamil belajar bahasa Rote untuk film Kulari ke Pantai. (foto: MP/Albi)

DALAM film terbarunya, aktor Ibnu Jamil diharuskan memahami bahasa daerah, salah satunya bahasa dari pulau yang berada di Nusa Tenggara Timur, Pulau Rote.

Provinsi NTT memang memiliki berbagai macam pulau. Setiap pulau memiliki bahasa tersendiri yang berbeda. Hal itu pun baru diketahui Ibnu.

Terkait dengan hal itu, ia mengaku tidak mudah menguasai bahasa Rote. Hal tersebut ia ungkapkan saat ditemui di Jakarta Selatan, Rabu (7/3).

"Susah (bahasa Rote) ternyata saya baru tahu. Ternyata di NTT itu bahasanya beda-beda setiap pulau. Ada beta-nya juga, tapi beda-beda semuanya," tuturnya.

Untuk mendalami karakter yang mahir berbicara bahasa Rote, totalitas pun ia lakukan. Setiap ingin melakukan proses pengambilan gambar, ia mencoba melatih sendiri melakukan percakapan dengan bahasa Rote.

"Jadi sebelum scene Rote, saya harus datang duluan. Pas mulai syuting, saya harus mendekati dulu dengan Rote," ujarnya lagi.

Ia menyebut perlu waktu lama baginya agar bisa lancar berbahasa Rote. Ia memang tidak melakukan latihan secara intensif. Fokusnya ialah mambangun chemistry dengan lawan mainnya, Marsha Timothy.

Di samping membangun chemistry dengan lawan main, ia juga harus cekatan menjadi karakter orangtua Maisha Kanna. Dengan demikian, fokusnya terbagi: untuk membangun chemistry sebagai kepala keluarga dan mendalami kemahiran berbahasa.

"Lama sih. Saya sendiri sekarang lebih fokus dulu menyatukan chemistry sama istri dan anak," tutur Ibnu.

Penasaran dengan gaya bicara Ibnu Jamil berbahasa Rote? Sabar dulu ya, film Kulari Ke Pantai akan tayang pada Juni, bertepatan dengan hari libur anak sekolah.

Meskipun tidak banyak perbedaan bahasa Rote dengan Indonesia, pastinya Ibnu akan semakin kocak dengan logat Rote, setuju?

"Itu hanya logat aja sih, sedikit ada bahasa Rote juga. Itu yang nanti kami eksplorasi,"

Film Kulari Ke Pantai merupakan keluaran rumah produksi Miles Films. Riri Riza sebagai sutradara akan kembali berkolaborasi dengan produser kondang, Mira Lesmana. (Ikh)

Kredit : digdo


Dwi Astarini