Unjuk Gigi Desa Wisata Usung Konsep Sustainable Tourism Desa Wisata mengusung konsep sustainable tourism (foto: kemenparekraf.go.id)

PANDEMI mengubah skema wisata di Indonesia. Setelah terpuruk akibat tak ada wisatawan sudi berkunjung, banyak lokasi wisata berbenah tak hanya memperbaiki sarana dan prasarana melainkan pula konsep wisatanya. Beberapa desa wisata di Indonesia kini mengusung konsep sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan.

Dengan menghadirkan konsep baru tersebut, sejumlah desa wisata bisa unjuk gigi di industri pariwisata lokal dan Internasional.

Baca Juga:

Pentingnya Promosi Pariwisata Berbasis Teknologi

Sustainable tourism merupakan pariwisata nan memperhatikan dampak terhadap lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi untuk masa kini serta masa depan, baik bagi masyarakat lokal maupun wisatawan.

Seperti dikutip dari laman kemenparekraf.go.id, ada sejumlah desa wisata menjadi percontohan keberhasilan dari konsep sustainable tourism.

Desa pertama, Desa Pujo Kidul di malang. Desa ini terletak di Kecamatan Pujon, berjarak sekitar 30 km dari pusat Kota Malang. Lokasinya berada di dataran tinggi, tak ayal bila desa ini memiliki lingkungan masih asri dan suasana sejuk.

sustainable tourism merupakan pariwisata yang memperhatikan dampak terhadap lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi (Foto: pixabay/sasint)

Desa Pujon Kidul mengandalkan kelestarian alam dalam konsep sustainable tourism pada ektor pertanian serta peternakan. Sejumlah atraksi wisata bisa dilakukan di Desa Pujo Kidul, antara lain menanam sayuran, memetik sayuran, hingga memerah susu sapi.

Selanjutnya, Desa Panglipuran di Bali. Desa ini masuk dalam 100 besar Destinasi Berkelanjutan versi GGDD. Bahkan, desa wisata nan terletak di Bangli, Bali ini dinobatkan sebagai Desa terbersih di dunia.

Kesadaran menjaga kelestarian lingkungan di Desa Penglipuran lahir dari aturan adat desa. Salah satu aturan adat tentang larangan menggunakan kendaraan bermotor pada area desa. Tujuannya, untuk menjaga kebersihan udara di Desa Penglipuran, sebagai bentuk upaya pelestarian lingkungan.

Kemudian, terdapat juga aturan adat mengatur perihal tata ruang Desa Penglipuran, konsep Tri Mandala. Tata ruang adat tersebut membuat Desa Penglipuran terlihat lebih rapih dan tertata

Baca Juga:

HKTB Umumkan Rencana Kebangkitan Pariwisata Hong Kong

Sementara ketiga ialah Desa Kete Kesu di Toraja. Desa ini mengusung konsep sustainable tourism dalam kategori pelestarian bagi masyarakat dan pengunjung. Desa ini memiliki Atraksi wisata sangat ikonik, berupa upacara adat rambu solo dan kuburan di tebing batu, ditaksir sudah berusia 500 tahun.

Indonesia memiliki banyak desa Wisata dengan Konsep Sustainable Tourism (foto: kemenparekraf.go.id)

Selain itu, wisatawan pun bisa melihat rumah adat tongkonan berjajar rapi di Kete Kesu. Kabarnya, rumah-rumah adat itu sudah berusia lebih dari 300 tahun. Tidak hanya dari segi peninggalan, desa ini pun terkenal sebagai penghasil kerajinan pahat hingga lukis.

Keempat, Desa Ponggok. Potensi alam Desa Ponggok berasal dari lima sumber mata air. Dulunya, air berlimpah hanya dipakai untuk irigasi sawah dan perkebunan saja. Namun, kini masyarakat memanfaatkan sumber air tersebut sebagai destinasi wisata.

Desa Ponggok memiliki sejumlah destinasi wisata unggulan, salah satunya Umbul Ponggok nan sempat viral beberapa tahun lalu. Di Umbul Ponggok wisatawan bisa berenang, snorkeling, latihan menyelam, hingga berswafoto di bawah air.

Kemudian, tidak hanya Umbul Ponggok, ada juga empat sumber mata air lain untuk dikunjungi, meliputu Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Kapilaler, dan Umbul Cokro.

Dengan memanfaatkan potensi alam tersebut, Desa Ponggok menjadi salah satu desa terkaya di Indonesia, dengan pengahasilan desa per tahun mencapai Rp14 miliar.

Selanjutnya, desa dengan konsep sustainable tourism kelima tak lain Kampung Blekok di Situbondo. Desa ini terpilih sebagai finalis Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021. Nama Kampung Blekok kian ramai diperbincangkan karena menjadi rumah bagi berbagai jenis tanaman mangrove dan ribuan burung.

Dalam upaya melestarikan burung blekok nan hampir punah, masyarakat setempat membuat penangkaran burung di desa wisata Kampung Blekok. Wisatawan nan berkunjung ke desa ini bisa turut serta dalam kegiatan penangkaran, memberi makan burung, dan merawat burung sedang sakit. (Ryn)

Baca Juga:

Kangen Jalan-Jalan, Wisatawan Indonesia Inginkan Perjalanan Bebas Repot

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Easter Egg Windows 1.0 Terungkap Setelah 37 Tahun Rilis
Fun
Easter Egg Windows 1.0 Terungkap Setelah 37 Tahun Rilis

Salah satu rahasia yang telah terkubur dari sistem operasi paling lawas dari Microsoft.

Pemuda Nigeria Bangun Mobil Listrik Panel Surya di Bengkelnya Sendiri
Fun
Marak Kebocoran Data, Simak Tips Melindungi Data Pribadi
Fun
Marak Kebocoran Data, Simak Tips Melindungi Data Pribadi

Lindugi data pribadi dari para peretas.

4 Zodiak ini tak Mudah Percaya Kepada Orang
Fun
4 Zodiak ini tak Mudah Percaya Kepada Orang

Umumnya bergantung pada asli sifat mereka.

Ponsel Pintar Honor View 20 Hadir dengan Sensor Sony IMX586
Fun
Ponsel Pintar Honor View 20 Hadir dengan Sensor Sony IMX586

Ponsel ini menawarkan kamera belakang yang memiliki sensor Sony IMX586

Pecahkan Rekor, Mercedes Benz 300 SLR Terjual Seharga Rp2,1 Triliun
Hiburan & Gaya Hidup
Jika "Sharing Password" Berlaku, Netflix Bisa Untung Rp 22,9 triliun
Fun
Jika "Sharing Password" Berlaku, Netflix Bisa Untung Rp 22,9 triliun

Pada fitur ini, pelanggan bisa menambahkan hingga dua akun pengguna.

Tips Mudik Nyaman Bagi Pengendara Sepeda Motor
Fun
Tips Mudik Nyaman Bagi Pengendara Sepeda Motor

Sebagian masyarakat memutuskan mudik menggunakan sepeda motor.

'Night At The Orchestra' Persembahan Dewa 19 Pukau Bala Dewa dan Dewi
ShowBiz
'Night At The Orchestra' Persembahan Dewa 19 Pukau Bala Dewa dan Dewi

Menghadirkan total 54 pemain orkestra serta 20 choir.