Universitas Riau Bentuk Tim Pencari Fakta Dugaan Pelecehan Dosen ke Mahasiswi Rektorat Universitas Riau. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Universitas Riau di Pekanbaru membentuk tim pencari fakta independen guna mengetahui kejadian yang sesungguhnya terkait dugaan dosennya yang melakukan pelecehan terhadap seorang mahasiswi di ruang dekan.

Wakil Rektor II Universitas Riau Profesor Sujianto saat menemui mahasiswa dalam aksi unjuk rasa mengatakan tim pencari fakta dibentuk untuk menindaklanjuti kasus dugaan pelecehan yang menimpa mahasiswi sesuai pengakuannya di media sosial.

Baca Juga:

Whistleblower: Penanganan Konten Pelecehan Anak di Facebook Tidak Memadai

"Alhamdulillah tim pencari faktanya kami sudah bentuk dengan arahan pimpinan dan diketuai oleh orang yang independen," katanya di depan mahasiswa yang meminta pelaku pelecehan untuk minta maaf.

Dia mengatakan, pihak kampus tidak mau melibatkan senat universitas, senat fakultas, pimpinan universitas ataupun pimpinan fakultas dalam tim independen tersebut.

"Semua kami cari yang independen yang memahami terhadap Peraturan Kemendiktiristekdikti Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi," katanya.

Sujianto mengatakan, tim pencari fakta akan mulai bekerja Senin (8/11) untuk melakukan investigasi pada pihak-pihak terkait. Pihak kampus akan menjamin keselamatan korban dan menjaganya.

"Kami berjanji tidak akan yang melakukan kriminalisasi atau intimidasi," ujar dia.

Suasana aksi mahasiswa di depan gedung Rektorat Universitas Riau di Pekanbaru, Jumat (5/11/2021). (ANTARA/Putri)
Suasana aksi mahasiswa di depan gedung Rektorat Universitas Riau di Pekanbaru, Jumat (5/11/2021). (ANTARA/Putri)

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan mengatakan, kejadian itu bukan berdampak pada satu pihak saja, tetapi sudah menjadi masalah satu instansi Universitas Riau.

"Sangat memalukan karena kasus ini bukan saja menjadi pembicaraan regional tetapi menjadi pembicaraan nasional. Bertapa sedihnya Unri (Universitas Riau) yang kita sanjung-sanjung, yang kita usahakan untuk naik rantingnya. Dan karena masalah seperti ini kita akan menjadi cemoohan," katanya.

Ia berjanji akan melakukan tindakan seperti Permen 30 Tahun 2021, yang menjadi pegangan dalam mengusut dugaan pelecehan tersebut.

"Insyaallah, kami akan lakukan itu. Jadi tidak ada yang dihalang-halangi lagi, ," kata Sujianto dikutip Antara. (*)

Baca Juga:

Pemprov DKI Bakal Sanksi Nakes Diduga Lakukan Pelecehan terhadap Ibu Hamil

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di PIK, Polisi Amankan 99 Karyawan
Indonesia
Gerebek Kantor Pinjol Ilegal di PIK, Polisi Amankan 99 Karyawan

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya kembali menggerebek sebuah kantor pinjaman online (pinjol). Kali ini, lokasi berada di Pantai Indah Kapuk 2, Penjaringan, Jakarta Utara.

DKI Tunggu Putusan Pusat Terkait Pencairan Bantuan Tunai PPKM Darurat
Indonesia
DKI Tunggu Putusan Pusat Terkait Pencairan Bantuan Tunai PPKM Darurat

Ada usulan tambahan anggaran PEN sebesar Rp 225,4 triliun, yang berkaitan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Pulau Jawa dan Pulau Bali.

55 Calon Hakim Agung Lulus Seleksi Kualitas
Indonesia
55 Calon Hakim Agung Lulus Seleksi Kualitas

Sebanyak 55 orang dari 126 orang calon hakim agung (CHA) dan 11 orang dari 45 calon hakim ad hoc Tindak Pidana Korupsi di Mahkamah Agung dinyatakan lulus seleksi kualitas,

Kecanduan Judi Online, Motif Pembunuhan Sadis di Menteng
Indonesia
Kecanduan Judi Online, Motif Pembunuhan Sadis di Menteng

Pelaku juga mengincar tiga korban lainnya. Namun tidak jadi bertemu karena tidak sesuai kesepakatan.

Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 107 Orang
Indonesia
Pasien Rawat Inap RSDC Wisma Atlet Kemayoran Berkurang 107 Orang

140.174 orang terdaftar dan 135.584 pasien keluar dari Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet selama kurun waktu 23 Maret hingga 31 Januari 2022

Pemerintah Belum Putuskan Boleh Tidaknya Mudik Lebaran
Indonesia
Pemerintah Belum Putuskan Boleh Tidaknya Mudik Lebaran

Pemerintah masih mengkaji apakah mudik tahun ini diperbolehkan atau dilarang seperti sebelumnya.

Hakordia 2021 di Mata ICW: Pemberantasan Korupsi Mendekati Titik Nadir
Indonesia
Hakordia 2021 di Mata ICW: Pemberantasan Korupsi Mendekati Titik Nadir

Sedangkan dari sisi negara, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia juga anjlok

Vaksinasi Booster Baru Capai 4,06 Persen
Indonesia
Vaksinasi Booster Baru Capai 4,06 Persen

Kemenkes juga mencatat kasus aktif yang sedikit melambat, dengan tambahan di angka 15.448 per hari.

PPKM Turun ke Level 3, PTM di Kota Yogyakarta Menunggu Hasil Kajian Epidemiologi
Indonesia
PPKM Turun ke Level 3, PTM di Kota Yogyakarta Menunggu Hasil Kajian Epidemiologi

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyatakan, pihaknya masih menunggu kajian tentang potensi penularan virus COVID-19 jika PTM dilakukan.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovak Belum Pernah Diuji Coba
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Sinovak Belum Pernah Diuji Coba

Beredar sebuah video di media sosial TikTok bahwa vaksin COVID-19 merk Sinovac berasal dari Tiongkok belum pernah sama sekali dilakukan uji coba untuk anak-anak.