Universitas di Tiongkok Beri Libur Mahasiswanya untuk Cari Pasangan

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 05 April 2023
Universitas di Tiongkok Beri Libur Mahasiswanya untuk Cari Pasangan
Kampus mendukung mahasiswanya untuk menikmati keindahan berasmara. (Unsplash/crew xCmvrpzctaQ)

SEMBILAN perguruan tinggi kejuruan di Tiongkok ingin mahasiswanya pergi dan mencari cintanya selama liburan musim semi selama seminggu di bulan April.

Beberapa sekolah di bawah naungan Fan Mei Educational Group mengeluarkan pengumuman bahwa akan meliburkan para siswa dari tanggal 1 hingga 7 April untuk bersenang-senang.

Baca Juga:

Aktivitas Bocah Meriahkan Ramadan

libur
Memberikan penekanan khusus pada hubungan asmara. (Pexels-Khoa Vo)

“Sekolah menerapkan sistem libur musim semi dengan harapan mahasiswa dapat mencintai alam, mencintai kehidupan, dan menikmati cinta,” kata Wakil Dekan Sekolah Kejuruan Penerbangan Mianyang Liang Guohui yang dikutip dari Insider.

Sekolah telah memberikan siswa dan guru libur seminggu di musim semi sejak 2019 dan pada tahun 2023, tema yang diangkat adalah Menikmati bunga-berasmara yang memberikan penekanan khusus pada hubungan asmara. Perguruan tinggi yang berpartisipasi adalah semua sekolah kejuruan untuk pekerjaan di industri penerbangan, seperti pilot, pramugari, pengawas lalu lintas udara, dan staf keamanan bandara.

Wakil dekan Perguruan Tinggi Kejuruan Penerbangan Sichuan Southwest Liu Ping mengatakan kepada China News Network bahwa sekolah memulai program liburan musim semi sebagai tanggapan atas masukan dari siswa yang meminta waktu tetap untuk belajar di luar kampus, mencari teman baru, dan mencoba keindahan berasmara.

Siswa menanggapi kebijakan ini dengan semangat. Salah seorang siswa mengatakan kepada China News Network, “Sangat semangat dan senang, aku semalaman tidak bisa tidur karena berpikir harus pergi main ke mana dan memikirkan rencana untuk berlibur.”

Baca Juga:

Menjaga Keanekaragaman Hayati Raja Ampat

libur
Mahasiswa disuruh berlibur menemukan cintanya. (Unsplash/Duy Pham)

“Kami telah memutuskan untuk pergi berlibur ke Lijiang selama empat atau lima hari, kemudian menggunakan dua hari terakhir untuk mempersiapkan kelas,” kata Yang Hanyue, mahasiswa di kampus tersebut. Ada juga siswa yang ingin memanfaatkan liburannya untuk menemani kakek dan neneknya pergi menikmati bunga.

Siswa masih diberikan pekerjaan rumah, tetapi tugas mereka hanyalah menulis buku harian perjalanan dan laporan tentang liburannya, membuat kerajinan tangan, atau merekam perjalanan mereka.

Pengumuman itu muncul bertepatan dengan dorongan di Tiongkok untuk meningkatkan angka kelahiran dan pernikahan yang menurun dengan cepat. Perusahaan lokal, provinsi, dan kota-kota telah bereksperimen dengan berbagai cara untuk membuat orang menikah, seperti menawarkan 30 hari cuti pernikahan. (vca)

Baca Juga:

Fakta Unik Seputar Kuliner Sate

#Relasi
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love
Bagikan