Selebritas Dunia

Universitas di Manila Buka Mata Kuliah Pilihan Kajian Taylor Swift

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 01 Maret 2024
Universitas di Manila Buka Mata Kuliah Pilihan Kajian Taylor Swift

Slot kursinya habis dalam dalam hitungan menit, mendorong pihak kampus untuk membuka kelas tambahan. (Foto: IMDb)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pesona Taylor Swift telah menembus batas negara. Bahkan hingga ruang-ruang terkecil. Di Manila, Filipina, kegilaan terhadap Taylor Swift telah menghinggapi ruang-ruang kelas kampus.

"Sebuah universitas ternama meluncurkan kelas kajian selebriti yang mengkaji penyanyi tersebut dan pengaruhnya terhadap budaya pop global," tulis reuters.com (29/2).

Kegilaan itu makin kuat lantaran minggu ini Taylor Swift akan konser di Singapura selama enam hari. Bertepatan dengan momen ini, lebih dari 300 mahasiswa mendaftar untuk mata kuliah pilihan tersebut di Universitas Filipina.

Baca juga:

Demi Konser Taylor Swift, Real Madrid Ingin Ubah Jadwal Laga Terakhir

Dan kelas ini meraih banyak peminat. Slot kursinya habis dalam dalam hitungan menit, mendorong pihak kampus untuk membuka kelas tambahan.

“Kami akan memperlakukan Taylor Swift sebagai seorang selebriti, yang berarti kami akan melihatnya dari sudut pandang berbagai pemikiran seperti titik temu antara jenis kelamin, gender, dan kelas,” ungkap Cherish Brillon, seorang profesor di departemen komunikasi penyiaran, katanya setelah kuliah pertamanya.

Brillon sendiri adalah seorang 'Swiftie', sebutan bagi para penggemar Swift. Dia mengatakan bahwa kelas tersebut juga akan mempelajari gambaran ilmiah tentang Swift dan bagaimana artis itu dipandang di Filipina sebagai sosok transnasional.

Beberapa mahasiswa menikmati kelas tersebut sembari mengenakan merchandise Swift dan menghiasi buku catatan serta laptop mereka dengan stiker yang menampilkan pemenang Grammy Award 14 kali itu.

“Saya ingin mempelajari lebih dalam masalah-masalah sosial yang kita hadapi dan kaitannya dengan Taylor Swift,” kata Shyne Cañezal, mahasiswi sekaligus seorang 'Swiftie' sejak sekolah dasar.

Universitas-universitas di AS seperti Harvard, Stanford, dan Berklee College of Music juga telah menawarkan kelas kajian Swift. Mereka mengkaji Swift dari sudut penulisan lagu dan sastra dalam diskografinya. (dru)

Baca juga:

Taylor Swift Rilis Edisi Spesial Album 'Tortured Poets Department'

#Taylor Swift #Pendidikan #Filipina #Selebritas
Bagikan
Ditulis Oleh

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.

Berita Terkait

Dunia
Kapal Feri Tenggelam di Laut Sulu, Belasan Jasad Ditemukan
Kapal feri M/V Trisha Kerstin 3 tenggelam di Basilan, Filipina Selatan. Sebanyak 18 orang tewas, 24 hilang, dan 317 berhasil diselamatkan.
Wisnu Cipto - Senin, 26 Januari 2026
Kapal Feri Tenggelam di Laut Sulu, Belasan Jasad Ditemukan
Indonesia
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
Komisi X DPR meminta gaji guru honorer minimal Rp 5 juta per bulan. Saat ini, gaji yang diterima masih jauh dari kata layak.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
Indonesia
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Sebanyak 1.000 lebih kasus kekerasan terjadi selama 2025. Komisi X DPR RI pun menyoroti maraknya kasus tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 23 Januari 2026
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Indonesia
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto bertemu profesor dari 24 universitas top Inggris yang tergabung dalam Russell Group. Kerja sama pendidikan hingga rencana bangun 10 kampus baru di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 22 Januari 2026
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Indonesia
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Keberadaan Sekolah Rakyat akan menjadi solusi konkret untuk menekan angka putus sekolah.
Dwi Astarini - Jumat, 16 Januari 2026
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Indonesia
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Menegaskan Presiden tidak antikritik dan terbuka terhadap berbagai aspirasi dari seluruh elemen masyarakat.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Indonesia
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S-1), 4.000 kursi untuk jenjang S-2 dan S-3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Indonesia
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Langkah strategis ini dilakukan dalam memperkuat layanan kesehatan nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
ShowBiz
Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Pola tidurnya sama dengan bayi yang baru lahir.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Januari 2026
 Im Siwan Buka-Bukaan Ngaku Tidur 12 Jam Sehari, Ngalahin Bayi Nih
Indonesia
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor fundamental dalam menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan berkualitas.
Dwi Astarini - Rabu, 14 Januari 2026
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Bagikan