Universitas Andalas Didorong Kembali Hidupkan Generasi Diplomat dari Ranah Minang Universitas Andalas, Padang (Foto: unad.ac,id)

MerahPutih.Com - Dalam sejarah politik luar negeri Indonesia, tercatat sejumlah diplomat ulung yang lahir dari Ranah Minang. Sebut saja H Agus Salim, Sutan Syahrir dan Abdul Muis adalah sedikit nama para negosiator antarnegara yang piawai pada masanya.

Belakangan, publik jarang menemukan diplomat asal Sumatera Barat selain Dino Patti Djalal yang namanya cukup populer pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Terkait mulai berkurangnya figur diplomat dari Minangkabau, Kementerian Luar Negeri tidak tinggal diam. Direktur Asia Tenggara, Direktorat Jenderal Asia Pasifik, Denny Abdi mendorong Universitas Andalas untuk kembali mencetak diplomat-diplomat baru.

Direktur Asia Tenggara Kemenlu Denny Abdi
Direktur Asia Tenggara, Direktorat Jenderal Asia Pasifik, Denny Abdi (kiri) (Foto: kemenlu.go.id)

Denny Abdi mewakil Kemenlu mendorong Unand Padang mengambil peran pencetak diplomat di era industri 4.0 karena secara akademis memiliki potensi diantaranya melalui jurusan Hubungan Internasional dan Pusat Studi ASEAN.

"Orang Minang punya DNA diplomat didukung budaya dan mode interaksi sosial. Namun sekarang itu saja tidak cukup, harus mempelajari juga ilmu akademis," kata Denny Abdi di Padang, Minggu (3/2) kemarin.

Pernyataan itu dilontarkan, terkait "meredup"nya citra orang Minang yang berperan sebagai diplomat saat ini, padahal pada awal kemerdekaan sangat mendominasi.

Denny menyebut salah satu jurusan yang paling banyak diterima oleh Kementerian Luar Negeri adalah Hubungan Internasional yang saat ini sudah ada di Unand Padang.

Namun karena umur jurusan itu masih relatif muda dibanding yang berada di universitas ternama di Jawa seperti UI dan UGM, maka perlu upaya khusus untuk menyetarakan kualitas lulusannya.

Denny Abdi memuji orang Minangkabau yang memiliki DNA diplomat
Denny Abdi memuji DNA orang Minangkabau yang cepat bersosialisasi (Foto: kemenlu.go.id)

Jumlah dosen yang memiliki kapasitas dan pengalaman luas mengikuti berbagai konferensi internasional harus ditambah dan mahasiswa juga didorong untuk memiliki pengalaman yang lebih baik.

Konferensi internasional harus digagas dan dilaksanakan lebih sering di Unand agar mahasiswa HI memiliki pengalaman yang memadai dalam pergaulan internasional.

"Kemenlu mendukung dan akan menfasilitasi hal tersebut," kata Denny sebagaimana dilansir Antara.

Keberadaan Pusat Studi Asean di Unand menurut Denny, akan mendukung peningkatan kapasitas lulusan universitas itu.

Denny Abdi mendorong agar pusat studi itu bisa memiliki spesifikasi dan keunggulan dari lembaga serupa hingga bisa menjadi rujukan.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Naik 12 Persen, Tahun 2018 Indonesia Dikunjungi 15,81 Juta Wisatawan Mancanegara



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH