Ungkit Masalah Kewarganegaraan Prabowo, Megawati Disebut Tak Etis Politikus PKS Mardani Ali Sera. (Foto: MP/PKSFoto/Djo, Aziz)

MerahPutih.com - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera Mardani Ali Sera mengkritik pernyataan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengungkit status tanpa kewarganegaraan (stateless) Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Mardani menganggap, pernyataan Mega itu seperti merendahkan.

“Kalau buat saya, sesama elite bangsa, paling enak menyampaikan informasi dan pesan yang mendidik publik. Bukan pesan yang menurunkan atau menjatuhkan derajat orang lain, jangan,” kata Mardani kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/12).

Baca Juga:

Anggaran Pertahanan Indonesia Paling Rendah di ASEAN, Prabowo Tetap Percaya Diri

Apalagi, Mardani menyebut Prabowo saat ini berada di dalam lingkar koalisi. Bahkan, di luar koalisi sekali pun menurutnya tidak pantas dilakukan.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai meninjau pameran alutsista di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (3/12) (Antara Foto/Syaiful Hakim)
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto saat memberikan keterangan pers usai meninjau pameran alutsista di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa (3/12) (Antara Foto/Syaiful Hakim)

"Kalaupun di luar (koalisi) juga enggak boleh, apalagi di dalam," ucapnya.

Anggota Komisi II DPR itu menyebut yang bisa memastikan apakah seseorang stateless adalah bagian imigrasi.

"Kalaupun itu benar mestinya menurut saya, warga negara Indonesia punya kejahatan apa pun tidak serta merta paspornya bisa dicabut," ia menandaskan.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri menceritakan kedekatannya dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang kini menjadi Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

Baca Juga:

Cerita Megawati Selamatkan Prabowo ketika Tanpa Kewarganegaraan

Hal ini disampaikan Megawati saat berpidato dalam acara Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12).

Ketua Dewan BPIP Megawati Soekarnoputri memberikan pidato saat Presidential Lecture Internalisasi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.
Ketua Dewan BPIP Megawati Soekarnoputri memberikan pidato saat Presidential Lecture Internalisasi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12). ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/ama.

Megawati mengklaim langkahnya merangkul Prabowo merupakan caranya mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila. Dia mengaku tak pernah menganggap Prabowo sebagai musuh.

"Karena kalau buat saya itu, menurut Pancasila, musuh harus dirangkul. Kalau Prabowo musuh saya suruh dia (Prabowo) pulang, dulu saya ambil beliau (Prabowo) keleleran (terlantar)," kata dia.

"Saya marah sebagai presiden, siapa yang buang beliau jadi stateless? Saya marah pada Menlu, saya marah pada Panglima. Apa pun juga beliau manusia Indonesia, pulangkan. Itu tanggung jawab kita," tambah Megawati. (Knu)

Baca Juga:

Prabowo Enggak Mau Ditanya Soal Ledakan di Monas

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hukum Mudik Saat Pandemi COVID-19, Ini Penjelaskan Sekjen MUI
Indonesia
Hukum Mudik Saat Pandemi COVID-19, Ini Penjelaskan Sekjen MUI

"Dan tetap melakukannya berarti yang bersangkutan telah melakukan sesuatu yang haram," jelas Anwar

Usut Kasus Suap Proyek Dinas PUPR, KPK Periksa Eks Wakil Bupati Lampung Utara
Indonesia
Usut Kasus Suap Proyek Dinas PUPR, KPK Periksa Eks Wakil Bupati Lampung Utara

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka AIM," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah

 Hasto Tegaskan Ahok Tak Harus Mundur dari PDIP Meski Jadi Komisaris Pertamina
Indonesia
Hasto Tegaskan Ahok Tak Harus Mundur dari PDIP Meski Jadi Komisaris Pertamina

"Kalau posisinya adalah sebagai komisaris, berdasarkan ketentuan undang-undang BUMN, Pak Ahok tidak masuk di dalam kategori sebagai pimpinan dewan pimpinan partai. Dengan demikian tidak harus mengundurkan diri,

 Pasien Positif Corona Solo Dijemput Paksa Sebelum Diisolasi RSUD Dr Moewardi
Indonesia
Pasien Positif Corona Solo Dijemput Paksa Sebelum Diisolasi RSUD Dr Moewardi

"Itu pasien positif jalan-jalan ke pasar, bahkan Sabtu kemarin masih membantu warga yang punya hajatan pernikahan di kampung," kata dia.

Ini Aturan Baru Masa Berlaku SIM
Indonesia
Ini Aturan Baru Masa Berlaku SIM

Memang masih banyak masyarakat yang tidak menyadari hal tersebut.

Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi
Indonesia
Rapot Merah untuk Pemerintahan Jokowi

Di sisi lain, hal ini tidak menjamin bahwa kritik dan rekomendasi dari masyarakat sipil dipertimbangkan dan berdampak dalam proses kebijakan.

Jokowi Dengarkan Paparan Lima Program Tangani Masalah Akibat COVID-19
Indonesia
Oknum TNI yang Rusak Polsek Ciracas Jangan Sampai Kebal Hukum
Indonesia
Oknum TNI yang Rusak Polsek Ciracas Jangan Sampai Kebal Hukum

Sehingga kasus serupa tidak lagi terjadi dikemudian hari

Epidemiolog UI: Memangnya Luhut Ngerti Kesehatan?
Indonesia
Epidemiolog UI: Memangnya Luhut Ngerti Kesehatan?

"Seharusnya yang ditugaskan Menkes. Kementerian yang mengerti tupoksinya. Memangnya Pak Luhut ngerti? Ngerti, ngerti merintah," kata Pandu

Semua Jemaah Tabligh Masjid Jami Kebon Jeruk ODP, Dikarantina di RS Wisma Atlet
Indonesia
Semua Jemaah Tabligh Masjid Jami Kebon Jeruk ODP, Dikarantina di RS Wisma Atlet

Ketika rapid test positif, masih harus dikonfirmasi lagi dengan pemeriksaan swab