Ungkap Motif Penyerangan Gereja Lidwina , Polda DIY Periksa 11 Saksi Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri (kanan). Foto: MP/Teresa Ika

MerahPutih.com - Kondisi pelaku penyerangan Gereja Santa Lidwina di Gadog, Gamping Sleman, Yogyakarta, Suliyono mulai membaik. dan sudah bisa berkomunikasi lancar. Hari ini Kepolisian DIY akan melakukan pemeriksaan intensif kepada pelaku.

"Kemarin pelaku masih belum bisa komunikasi intensif. Lalu kami operasi angkat peluru kemarin malam. Tadi pagi kondisi sudah membaik. Jadi hari ini baru kita periksa," ujar Kapolda DIY Brigjen Pol Ahmad Dofiri saat jumpa pers di Mako Polda DIY Yogyakarta, Senin (12/02).

Pihaknya sudah meminta keterangan sebelas saksi untuk mengetahui tindakan yang dilakukan pelaku sebelum menyerang gereja. Dari keterangan beberapa saksi, diketahui Suliyono mengunjungi Magelang, Jawa Tengah sebelum datang ke Yogjakarta.

Suliyono sempat berada di Yogyakarta sekitar empat atau lima hari. Ia menginap di beberapa musolah dan masjid di dekat gereja. Namun, apa yang dia lakukan di Magelang dan tujuan serta motif ke Yogyakarta masih didalami.

"Kami belum tau motifnya. Yang jelas dia ke Yogyakarta hanya mampir sebelum pulang ke Banyuwangi. Kami sudah periksa CCTV dan benar dia menginap dibeberapa masjid dan musolah,"tegasnya.

Polda DIY pun sudah mengirimkan tim ke Magelang untuk menemukan titik terang.

Minggu (11/02) pagi, Suliyono melakukan penyerangan dengan membawa pedang panjang ke Gereja Santa Lidwina saat misa pagi berlangsung. Ia melukai dua orang umat dan satu orang pastur Santa Lidwina, Romo Prier Sj yang tengah memimpin misa. Bahkan S turut membacok anggota polisi Aiptu Munir yang berusaha menangkapnya.

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga artikel terkait di: Penyerangan Gereja di Yogyakarta Untuk Destabilisasi Situasi dan Kondisi



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH