Unair Inovasikan Asap Cair Jadi Obat Sariawan

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 21 Februari 2023
Unair Inovasikan Asap Cair Jadi Obat Sariawan

Tim peneliti melalui uji cobanya melihat manfaat asap cair untuk pengobatan sariawan (foto: Pexels/Cedric Fauntleroy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK di antara kita mungkin masih asing dengan istilah liquid smoke atau asap cair dan mungkin mengorelasikannya dengan vaping. Padahal asap cair sesuai namanya merupakan cairan hasil kondensasi dari proses pengasapan kayu dan biasanya digunakan sebagai penyedap rasa untuk masakan yang membutuhkan aroma pembakaran kayu, seperti BBQ atau steak.

Selain itu liquid smoke di dunia kuliner juga kerap dimanfaatkan untuk proses pengawetan daging. Menariknya Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya melakukan inovasi penelitian dengan memanfaatkan asap cair yang ternyata bisa digunakan sebagai obat terapi sariawan.

BACA JUGA:

Kiat Jitu Sembuhkan Sariawan

Inovasi ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi perguruan tinggi negeri di Kota Pahlawan itu. Pada 2019, Unair sudah mulai mengulas bagaimana liquid smoke dengan melakukan uji coba memanfaatkan asap cair dalam pengobatan hewan yang mengalami sariawan dan dalam kondisi diabetes. Tentu saja kondisi itu menyulitkan proses penyembuhannya dan dari sinilah proses percobaan dilakukan.

Sariawan
Melalui uji coba lanjutan, tim peneliti Unair mengubah asap cair menjadi oral thin film untuk memudahkan proses pengobatan (Foto: Pexels/Artem Podrez)

Percobaan pada 2019 itu dilakukan dengan dua metode, yakni memanfaatkan asap cair dari tempurung kelapa dan satu lagi adalah obat kumur analgesik dengan kandungan benzydamine hcl. Dari penelitian tersebut diketahui kandungan kolagen di hewan yang menerima liquid smoke lebih tinggi yang artinya proses penyusunan jaringan di area sariawannya lebih baik jika dibandingkan dengan obat kumur.

Namun, setelah penelitian lebih lanjut, tim peneliti Unair menemukan fakta bahwa asap cair memiliki kekurangan dari sisi waktu kontak yang lebih rendah terhadap sariwan dengan tingkat absorsi yang rendah. Dari sinilah Ketua tim peneliti riset ini Prof. Dr. Diah Savitri Ernawati drg., M.Si., SpPM, bersama timnya memutuskan untuk kembali ke laboratorium untuk memodifikasi liquid smoke dari sisi bentuk fisiknya agar lebih optimal lagi dimanfaatkan untuk terapi sariawan alias oral ulser.

BACA JUGA:

Bahan Alami yang Menyingkirkan Sariawan dengan Segera

“Kami berinovasi untuk meningkatkan perlekatan dan penyerapan liquid smoke tempurung kelapa ke dalam lesi oral ulser. Salah satu strategi yang kami gunakan adalah menggabungkan liquid smoke tempurung kelapa dengan bahan mucoadhesive, yaitu HPMC dan gelatin,” ungkap Prof. Diah sebagaimana dikutip dari Unair.ac.id, (15/2).

Dari penggabungan inilah para peneliti berhasil membuat oral thin film dengan ketebalan 35-50 mm dan mampu menyerap air hingga lebih dari 50 persen serta pelepasan obat yang lebih cepat di area sariawan.

obat sariawan
Tim peneliti Unair mengungkapkan masih membutuhkan uji coba lanjutan sebelum bisa digunakan untuk pasien manusia (Foto: Wikipedia)

Hal ini terbukti dari tes terhadap hewan coba. Walau begitu Prof Diah menambahkan, pihaknya masih perlu melakukan uji coba serta penelitian lanjutan agar ke depannya bisa digunakan untuk aplikasi klinis kepada pasien. (aru)

BACA JUGA:

Sembuhkan Sariawan dengan Cara Ini!

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan