UMKM Go Online Semakin Maju

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 10 Oktober 2023
UMKM Go Online Semakin Maju
Pertumbuhan e-commerce di Indonesia tahun 2023 semakin berjalan baik. (freepik/lifestylememory)

MENURUT data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) tahun 2019 sebanyak 3,79 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Data tersebut berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM yang ada di Indonesia, yakni 59,2 juta.

Pada saat itu, Kemenkop UKM dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama dengan para pelaku e-commerce menggagas program bertajuk UMKM Go Online. Kini, pertumbuhan e-commerce di tahun 2023 semakin berjalan baik. Hal ini seiring dengan pertumbuhan UMKM go digital yang sudah menembus 21,8 juta.

Baca Juga:

Tip Berjualan di Dunia Maya untuk Digitalisasi UMKM

umkm
Pertumbuhan UMKM go online sudah menembus 21,8 juta. (freepik/pressfoto)

Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEa) Bima Laga mengatakan E-commerce di Indonesia akan tetap berjalan baik meski di tengah isu resesi ekonomi. Dari tahun ke tahun pertumbuhan UMKM Go Online meningkat. “Jumlahnya sekarang merangkak naik menjadi 21,8 juta pelaku UMKM Go Online di tahun 2022. Pemerintah pun menargetkan 22 juta UMKM Go Online,” ujarnya.

Namun, perkembangan tersebut tetap menjadi topik hangat digelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada tahun 2022 kemarin. Alternate Chair Digital Economy Working Group G20, Dedy Permadi menyatakan Pemerintah Republik Indonesia memperjuangkan hasil konkret dalam KTT G20 agar memiliki manfaat bagi masyarakat Indonesia dan dunia, salah satunya pemanfaatan teknologi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Pembahasan Indonesia bersama negara Anggota G20 berkaitan dengan pemanfaatan teknologi digital untuk pelaku UMKM agar bisa bertahan dan mengembangkan usaha lewat go digital atau online. Seraya dengan Bima Laga, secara kumulatif Dedy Permadi menyatakan saat ini ada 21 juta atau sekitar 32% dari total 64 juta UMKM di Indonesia yang memanfaatkan teknologi digital.

“Artinya saat ini masih ada 68% UMKM yang belum memanfaatkan ruang digital untuk pengembangan ekonomi mereka. Nah, ini menjadi concern dari negara-negara G20 untuk bisa mendorong lebih dalam lagi bagaimana konektivitas digital itu bisa membantu pemulihan ekonomi dunia,” tutur Dedy.

Baca Juga:

Tempat Alternatif Bagi Pelaku UMKM untuk Berjualan

umkm
Ada 21 juta atau sekitar 32% dari total 64 juta UMKM di Indonesia yang memanfaatkan teknologi digital. (freepik/freepik)

Walau teknologi digital yang mengalami peningkatan di tahun ini, namun mengutip pernyataan Kadiskop UKM Jateng, Dra Ema Rachmawati, M.Hum pada laman Dinkop UMKM Jateng menyatakan bahwa pesan singkat atau WA masih menjadi favorit bagi pelaku UMKM ketimbang website ataupun medsos.

"Alasannya karena banyak UMKM yang belum siap digitalisasi. Terkendala banyaknya pelaku UMKM yang sudah berumur, terbilang rata2 berumur 40 tahunan, sehingga perlu belajar ekstra untuk proses digitalisasi," jelasnya.

Hal ini juga menjadi perhatian khusus di KTT G20, literasi digital dan kecakapan digital serta arus data lintas batas negara. Saat KTT G20 solusi untuk 'cakap digital' terus dicari agar tercapainya UMKM go digital sesuai arahan Presiden RI dapat segera tercapai. Faktanya, apabila pelaku usaha sudah memiliki pengetahuan lebih terhadap teknologi dan telah menentukan platform digital yang digunakan sesuai kepribadian konsumennya, maka mereka akan lebih mudah melakukan dan menentukan strategi pemasaran. (dgs)

Baca Juga:

Mengenal Profil dan Karakteristik Bisnis UMKM

#UMKM #Teknologi #Oktober Sebangsa Merah Putih
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love
Bagikan