Umat Islam Dikendalikan NU dan Muhammadiyah, Pengamat: Jadi, Apa Pentingnya Rizieq? Rizieq Shihab. (MP/Dery Rindwansah)

Merahputih.com - Pengamat politik Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Marianus Kleden menilai Rizieq Shihab tak memiliki power yang besar untuk mengendalikan umat Muslim di Indonesia.

"Saya tidak yakin Rizieq punya power besar untuk mengendalikan umat Islam Indonesia karena mayoritas Islam dipegang oleh NU dan Muhammadiyah," ujar Marianus, Selasa (9/7).

BACA JUGA: Golkar Nilai Usul Kepulangan Rizieq Sebagai Prasyarat Rekonsiliasi Tak Relevan

Hal itu ia sampaikan terkait adanya isu syarat rekonsiliasi yang disampaikan mantan Jubir BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Simanjuntak. Kala itu, Dahnil menilai kepulangan Rizieq Shihab ke tanah air bisa menjadi bagian dari rekonsiliasi Prabowo Subianto dan Jokowi.

Menurut dia, mayoritas Muslim Indonesia dipegang oleh NU dan Muhammadiyah, di mana kedua ormas Islam ini mempunyai hubungan baik-baik saja dengan Presiden Jokowi. "Jadi apa pentingnya Rizieq? Saya kira cuekin dia saja," kata Marianus Kleden.

Imam Besar FPI, Rizieq Shihab (MP/Dery Ridwansah)

Yang paling penting adalah Jokowi-Amin perlu memberikan perhatian pada elit pendukung pasangan calon Prabowo-Sandiaga Uno.

Perhatian ini, sebagaimana dikutip Antara, penting agar tidak ada kelompok yang dibiarkan tercecer dibelakang tetapi sama-sama dalam satu kebersamaan dalam membangun bangsa dan memperkokoh persatuan.

BACA JUGA: Pulangkan Habib Rizieq Masuk Agenda Rekonsiliasi, Ini Reaksi PDIP dan PKB

Terpisah, Akademisi Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang justru menilai selama ini kubu pasangan calon (paslon) 02 tersandera oleh kepentingan Rizieq.

"Syarat ini menurut saya, kubu paslon 02 sangat lebay menggadaikan kepentingan bangsa pada kepentingan individu seorang habib," kata Ahmad Atang. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH