Umat Islam di Zona Hijau Boleh Salat Idul Adha di Masjid Atau Lapangan Menteri Agama Fachrul Razi (ANTARA/Syaiful Hakim)

MerahPutih.com - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan kabar gembira bagi umat Islam menyambut perayaan Idul Adha 1441 Hijriah yang jatuh pada (31/7) besok. Fachrul menyebut daerah zona hijau penyebaran COVID-19 bisa melaksanakan Salat Idul Adha di lapangan atau masjid

"Salat Idul Adha 1441 Hijriah sudah dapat dilakukan di lapangan atau masjid, kecuali di tempat atau daerah tertentu yang tidak dibolehkan pemerintah daerah atau Gugus Tugas COVID-19 setempat, karena alasan tidak aman COVID-19," kata Fachrul dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia, Kamis (30/7).

Baca Juga:

Virus Corona Menyebar di Udara, Begini Cara Mengantisipasinya

Fachrul mengingatkan, penerapan protokol kesehatan menjadi hal wajib dilakukan umat ketika daerahnya bisa menggelar Salat Idul Adha di masjid. Umat wajib memakai masker, menjaga jarak, dan meminimalisir bersentuhan ketika beribadah.

"Yakinkan bahwa lingkungan tempat salat aman COVID-19, batasi pintu atau jalan masuk untuk memudahkan pengecekan suhu tubuh jemaah, bawa peralatan salat masing-masing," ujar Fachrul.

Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi . (ANTARA/HO)
Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi . (ANTARA/HO)

Jika memungkinkan, pelaksanaan Salat Idul Adha bisa dilangsungkan dalam waktu singkat. Misalnya imam salat memperpendek bacaan tanpa mengurangi syariat.

Baca Juga:

Kasus Corona Meroket, DPRD Minta Anies Berani Rem Darurat PSBB Transisi

"Pengumpulan infak tanpa bersentuhan dengan kotak sumbangan, dan perpendek pelaksanaan salat dan khotbah tanpa mengurangi syarat dan rukunnya," tutup dia. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Daerah Dibanjiri ODP Corona, Kemenhub Dorong Pemerintah Larang Mudik Lebaran
Indonesia
Daerah Dibanjiri ODP Corona, Kemenhub Dorong Pemerintah Larang Mudik Lebaran

Kemenhub meminta kepada pemerintah untuk mengeluarkan peraturan pelarangan mudik karena potensi penyebaran Virus Corona sangat luas.

Polisi Bentuk Tim Khusus Kawal Pemakaman Jenazah COVID-19
Indonesia
Polisi Bentuk Tim Khusus Kawal Pemakaman Jenazah COVID-19

Anggota melaksanakan pengamanan pemakaman jenazah covid-19 dengan mengimbau dan menghalau

Kasus Semakin Melonjak, Ketua MPR Desak Pemerintah Evaluasi PSBB
Indonesia
Kasus Semakin Melonjak, Ketua MPR Desak Pemerintah Evaluasi PSBB

Meningkatkny kasus harian disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penularan dan mengabaikan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari.

Golkar Solo Aktifkan Mesin Politik Demi Wujudkan Target 80 Persen Suara Gibran-Teguh
Indonesia
Golkar Solo Aktifkan Mesin Politik Demi Wujudkan Target 80 Persen Suara Gibran-Teguh

"Kita rapatkan barisan bersama DPD II Golkar Solo akan mengaktifkan mesin politik dari arus bawah sampai atas. Semua itu demi memenangkan Gibran-Teguh," katanya.

Buntut Rem Darurat Anies, Pengelola Bandara Perketat Aturan
Indonesia
Buntut Rem Darurat Anies, Pengelola Bandara Perketat Aturan

PSBB total yang akan diberlakukan di DKI Jakarta mulai diterapkan pada Senin (14/10).

Pangdam Jaya Siapkan Babinsa Jadi Tracer COVID-19 Turun ke Seluruh Wilayah
Indonesia
Mahfud Jelaskan Pertimbangan Pemerintah Tunjuk KSAD Pimpin Komite Penanganan COVID
Indonesia
Mahfud Jelaskan Pertimbangan Pemerintah Tunjuk KSAD Pimpin Komite Penanganan COVID

Kalau panglimanya sudah bilang ini, itu langsung cepat

Babinsa Tewas Ditusuk Orang Ngaku "Aparat" Gegara Karantina COVID-19
Indonesia
Babinsa Tewas Ditusuk Orang Ngaku "Aparat" Gegara Karantina COVID-19

Kasusu bermula ketika pelaku menanyakan soal keluarganya yang jalani karatina COVID-19 di Hotel Mercuri.

Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Rp1,8 Juta
Indonesia
Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS Dapat Subsidi Rp1,8 Juta

Besaran yang diterima setiap PTK sebesar Rp 1,8 juta sebanyak satu kali.

Doni Tegaskan Virus COVID-19 Masih Sangat Berbahaya
Indonesia
Doni Tegaskan Virus COVID-19 Masih Sangat Berbahaya

"Sampai hari ini obat COVID belum, ada vaksin pun baru bisa efektif beberapa bulan ke depan. Sehingga ada banyak kejadian yang mungkin terjadi menjelang vaksin diberikan," kata Doni.