Umat Hindu dan Muslim India Bentrok di Pesta Keagamaan, Tiga Tewas Ilustrasi. (ANTARA FOTO/REUTERS/Mukesh Gupta)

MerahPutih.com - Bentrokan di India antara pendukung partai Perdana Menteri Narendra Modi dengan partai oposisi berubah menjadi kerusuhan antara umat Hindu dengan muslim.

Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan puluhan lagi terluka dalam dua hari kekerasan. Demikian pernyataan pihak kepolisian pada Selasa (27/3).

Masalah di negara bagian timur, Bengal Barat, dimulai pada Minggu dengan upacara bersaingan oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) milik Modi dan Kongres Trinamool, yang berkuasa di negara bagian itu, untuk menandai kelahiran dewa Hindu, Rama.

Kekerasan pecah pada Minggu dan meluas hingga Senin, berubah menjadi bentrokan umat Hindu dengan muslim.

Anuj Sharma, pejabat polisi tertinggi di negara bagian itu, mengatakan bahwa pejabat mengadakan pertemuan darurat pada Selasa dan keamanan ditingkatkan, dengan mengerahkan polisi antihuru-hara dan sekitar 100 orang ditahan untuk memadamkan kekerasan.

"Penangkapan besar dilakukan," kata Sharma, dilansir Antara.

Bahaya kekerasan komunal adalah kekhawatiran yang terjadi terus-menerus di negara demokrasi terbesar di dunia.

Ketegangan antara Muslim dan Hindu telah meningkat di beberapa tempat sejak Modi dan partai nasionalisnya BJP yang beraliran agama Hindu berkuasa pada 2014.

Babul Supriyo, menteri pemerintah pusat BJP dari Bengal Barat, menyalahkan muslim atas kekerasan itu.

"Preman dari masyarakat kecil" membakar toko dan "menarik umat Hindu keluar dari rumah mereka dan menyerang/melukai mereka secara keji dengan golok & pedang", katanya di Twitter.

Polisi menolak untuk mengomentari pernyataan Supriyo, sementara seorang pemimpin Kongres Trinamool mengecamnya sebagai hal yang "sangat disesalkan".

Tokoh masyarakat muslim tidak tersedia untuk dimintai komentar.

Kepala Negara dari BJP Dilip Ghosh mengatakan setidaknya beberapa anggota senior BJP telah disebutkan dalam pengaduan polisi karena menyebabkan ketidakserasian di antara masyarakat dan secara tidak sah membawa senjata, tetapi partai itu membantah melakukan kesalahan.

Kepala Menteri Benggala Barat Mamata Banerjee, yang mengepalai Kongres Trinamool dan merupakan salah satu kritikus terbesar Modi, memerintahkan tindakan polisi yang ketat terhadap semua pembuat masalah.

Partai Modi telah berusaha keras untuk mendapatkan tanah di Bengal Barat, salah satu dari sedikit negara bagian yang tidak pernah diperintahnya.

Partai tersebut menguasai 21 dari 29 negara bagian India, didorong ketenaran Modi serta keterbelahan agama di beberapa tempat. (*)


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH