Ulama tak Akur dengan Umara Bisa Dijadikan Momentum Kelompok Radikal Bikin Chaos Ilustrasi. (Pixabay.com)

MerahPutih.com - Matan teroris yang kini menjadi pemerhati radikalisme Sofyan Tsauri mengungkapkan disharmonisasi antara ulama dan pemerintah (Umara) begitu berdampak buruk bagi kondusifitas negara. Dia mengatakan, jika perpecahan ulama dan pemerintah tidak segera diselesaikan bakal menjadi pintu masuk gerakan radikal untuk membuat suasana chaos dan ujungnya terjadi perang saudara.

"Disharmonisasi ulama dan umara jadi potensi bisa membuat umat Islam teradikalisasi," katanya kepada awak media, Jumat (11/8).

Diakuinya, sebagai mantan teroris yang pernah berkecimpung dalam gerakan radikal, dia tahu betul motif serta kondisi yang acap dimanfaatkan organisasi radikal untuk membikin suasana ricuh. "Mereka ini kan memanfaatkan momentum, makanya di daerah konflik tumbuh subur gerakan radikal," terangnya.

Dia mencontohkan seperti yang kini terjadi di Indonesia, ada banyak tudingan bahwa ulama menjadi korban kriminalisasi. Jadi, jangan dibiarkan berlangsung lama. "Ada mengatakan kriminalisasi, seperti ini tidak bagus ya. Menyebabkan orang bisa jadi radikal kalau sudah begitu selangkah lagi jadi teroris. Maka jangan pernah situasi yang gak jelas itu subur itu pintu masuk radikalisasi masuk," tukasnya.

Mantan anggota polri ini menilai, harmonisnya hubungan ulama dan pemerintah akan menutup celah untuk gerakan radikal. "Mereka ini memanfaatkan situasi untuk dibikin chaos, setelah itu pemahaman mereka disebarkan," tandasnya. (Fdi)


Tags Artikel Ini

Thomas Kukuh

LAINNYA DARI MERAH PUTIH