Ujian Pertama Soedirman Usai Lulus Pendidikan Militer: Memadamkan Pemberontakan (13) Panglima Besar Soedirman di tengah sambutan para pejuang.

PEMERINTAH Pendudukan Jepang, seperti diberitakan koran Asia Raya terbitan 13 September 1943, berkeinginan membentuk tentara sukarela untuk membela pulau Jawa dari cengkeraman kolonial Belanda.

Beberapa minggu kemudian, pada 3 Oktober 1943, pemerintah Jepang mengeluarkan Osamu Seirei Nomor 44 Tahun 2603 (1944) tentang Pembentukan Pasukan Sukarela untuk Membela Tanah Jawa (Bo-ei Gyugun Kanbu Renseitai) disingkat PETA.

Sebagai tokoh masyarakat, Soedirman ditunjuk dan terpilih untuk mengikuti latihan perwira tentara Peta angkatan kedua di Bogor sebagai calon daidan-co (jabatan setingkat komandan batalyon).

Pelatihan angkatan kedua PETA, menurut Nina Herlina Lubis dalam buku Peta Cikal-Bakal TNI, dimulai pada April 1944. Pendidikan untuk daidan-co hanya sekira dua bulan. Sedangkan untuk chudan-co dan shudan-co dengan masa latihan 3-4 bulan. "Mereka berlatih di kompleks militer eks Belanda, 700 meter dari Istana Presiden di Bogor. Pusat latihan itu diberi nama Jawa Bo-ei Giyugyun Kanbu Renseitai, dibuka resmi pada 15 Oktober 1943," tulis Nina Lubis.

Baca Juga: Ketika Soedirman Kepincut Merdeka 100 Persen Tan Malaka (12)

Baca Juga: Strategi Perang 'Supit Urang' Jenderal Soedirman yang Bikin Pasukan Sekutu Kewalahan (11)

Baca Juga: Kericuhan Saat Pemilihan Panglima Besar, Soedirman Kalahkan Oerip Soemohardjo (10)

Meski terbilang muda, keberanian Soedirman tak dapat dianggap sebelah mata. Setelah memperoleh pelatihan militer dari Jepang selama setahun, Soedirman mendapat tugas besar pertama, menumpas sebuah pemberontakan di Desa Gumilir, Cilacap.

Ujian pertama Soedirman dilalui pada 21 April 1945, saat pasukan PETA di bawah komando budanco Kusaeri memberontak di Desa Gumilir, Cilacap.

Pasukan PETA di Gumilir terdiri dari daidan Cilacap pimpinan Sutirto, sedangkan budanco atau pimpinan regu adalah Kusaeri, Hadi, Mardiono, Suryono B Wiryosukarto, Taswan, dan Sujud. Untuk memperoleh kekuatan spiritual, Kusaeri mencari hubungan dan kerja sama beberapa orang kiai antara lain Kiai Bugel di Lebeng, daerah Cilacap.

Dalam pertemuan Kusaeri dengan kawan-kawannya pada tanggal 5 April 1945 di belakang gudang amunisi diputuskan bahwa pemberontakan akan dimulai pada tanggal 21 April 1945 pukul 23.00 WIB.

Peristiwa itu berlangsung lima hari setelah vonis tentara Jepang terhadap pemberontakan Peta Blitar. Soedirman pun akhirnya berhasil memadamkan pemberontakan Gumilir. (*) Noer Ardiansjah


Tags Artikel Ini

Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH