Ujaran Sara Bisa Memecah Belah Persatuan Bangsa Stop Rasis (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Kasus ujaran berbau ras yang diduga dilakukan relawan Joko Widodo, Ambroncoius Nababan dinilai perbuatan yang tidak pantas.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mengingatkan, jangan sampai kemudian ujaran yang dilontarkan atau ditampilkan di media sosial, malah membuka peluang kepada tindakan rasialis. Sebab, ini bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu.

Baca Juga:

Penyidik Pegang Bukti Kuat Penjarakan Ambroncius Nababan

"Mereka ingin memecah belah persatuan bangsa," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, kepada wartawan (28/1).

Di samping itu, dia menyayangkan masih adanya tindakan rasial yang menyinggung suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), dan menyerang martabat manusia.

"Sayang sekali ya, harusnya tidak ada lagi pelecehan dan tindakan rasial yang nanti malah melebar ke mana-mana, dan malah jadi menyingung kelompok tertentu," jelas Benny.

Ia menegaskan, kepada seluruh elemen bangsa Indonesia untuk tetap berpegang kepada Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara. Termasuk dalam hal saling kritik, harus tetap menghargai dan menjunjung tinggi martabat manusia serta menghargai kebhinekaan.

Untuk meredam konflik serta polemik atau upaya dari oknum-oknum tertentu untuk menggoreng isu rasialis, sebaiknya jika ada tindakan rasisme, langsung saja dibawa ke ranah hukum.

"Nati aparat penegak hukum yang akan menyelidiki dan menindak kalau-kalau ada tindakan rasis," katanya.

Benny mengakui, kemajuan teknologi khususnya media sosial tidak diimbangi dengan sanksi sosial jika menyebarkan ujaran kebencian.

"Kecenderungan semakin menguat karena dalam dunia maya tiadanya sangsi sosial pengguna media sosial dimana orang bisa bicara apapun tanpa merasa bersalah dan tidak menggunakan kaidah moral," tegas Benny.

Benny menambahkan, kecenderungan dan kebebasan orang berpendapat tanpa adanya filter dan literasi ini sangat berbahaya bagi peradaban bangsa. Dampaknya bisa menghancurkan persatuan dan keragaman bangsa.

"Kedepan perlu adanya pendidikan kritis dan etika dalam dunia media sosial dengan membangun komunitas mengembangkan narasi cerdas dan menghargai kemajuan," tegas Benny.

Kuncinya pada pendidikan keluarga dan publik mengadakan nilai martabat manusia dalam menyampaikan opini publik. Rasisme menurut Benny bisa diatasi oleh pendekatan agama dan kesamaan martabat manusia.

"Rasialisme hanya bisa diatasi dengan dua pendekatan yakni lewat pendekatan agama dimana semua agama mengajarkan nilai nilai persaudaraan dan kesamaan martabat manusia," ujar Benny.

Ambroncius Nababan
Ambroncius Nababan

Ketua Umum Projamin (Relawan Pro Jokowi-Amin) Ambroncius Nababan resmi ditahan oleh penyidik Bareskrim Polri setelah menjalani pemeriksaan. Ambroncius Nababan jadi tersangka dalam kasus penyebaran konten rasis terhadap mantan anggota Komnas HAM Natalius Pigai.

Tersangka Ambroncius Nababan pun dikenakan pasal berlapis dengan masa penahanan lebih dari 5 tahun. Ambroncius dikenakan pasal 45A Ayat (2) juncto Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Serta, Pasal 16 jo. Pasal 4 Huruf b Ayat (2) UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, serta Pasal 156 KUHP. (Knu)

Baca Juga:

Jadi Tersangka, Ambroncius Nababan Langsung Dijemput Polisi

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rano Karno hingga Jaja Miharja Antar Muhamad-Saraswati di Debat Kedua
Indonesia
Rano Karno hingga Jaja Miharja Antar Muhamad-Saraswati di Debat Kedua

Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Muhamad- Rahayu Saraswati didampingi Rano Karno dan Jaja Miharja.

Terlibat Prostitusi Online, Belasan Anak di Bawah Umur Ditangkap
Indonesia
Terlibat Prostitusi Online, Belasan Anak di Bawah Umur Ditangkap

Polda Metro Jaya membongkar kegiatan maksiat berupa prostitusi online saat bulan Ramadan. Sindikat ini melibatkan anak di bawah umur.

Pertambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Senin (28/12) Capai 1.272 Jiwa
Indonesia
Pertambahan Kasus Baru COVID-19 DKI Senin (28/12) Capai 1.272 Jiwa

Positivity rate DKI ini melebihi standar kasus positif yang ditetapkan WHO

ITB Gelar Acara Virtual Sambut Ulang Tahun ke-101 Selama 4 Hari
Indonesia
ITB Gelar Acara Virtual Sambut Ulang Tahun ke-101 Selama 4 Hari

Untuk virtual exhibition P101 akan menghadirkan 220 karya riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat dari dosen ITB yang dikelompokkan dalam 12 tema yang dilaksanakan selama 4 hari, 1-4 Juli 2021.

Waktu Pelaksanaan Ganjil-Genap di Bogor Dipersingkat
Indonesia
Waktu Pelaksanaan Ganjil-Genap di Bogor Dipersingkat

Diubahnya jam pelaksanaan ganjil-genap bagi kendaraan bermotor, mulai pukul 09:00 WIB hingga 18:00 WIB, maka pedagang yang berdagang pada pagi hari dan malam hari, masih tetap bisa beroperasi.

Ketua DPD Harap TMII Lebih Baik Saat Dikelola Negara
Indonesia
Ketua DPD Harap TMII Lebih Baik Saat Dikelola Negara

Diharapkan ke depan pemerintah mampu membuat angin perubahan

Kapolri Tegaskan Wilayah Zona Merah COVID-19 Tidak Disarankan Buka Tempat Wisata
Indonesia
Kapolri Tegaskan Wilayah Zona Merah COVID-19 Tidak Disarankan Buka Tempat Wisata

Namun, bagi wisata di luar zona merah tetap dilakukan penyekatan

Kantor Swasta Mulai Terapkan Denda Karyawan Tak Bermasker Rp250 Ribu
Indonesia
Kantor Swasta Mulai Terapkan Denda Karyawan Tak Bermasker Rp250 Ribu

Bagi karyawan yang melanggar protokol kesehatan (prokes) COVID-19

Fedrik Meninggal, Kejari Jakut Ditutup
Indonesia
Fedrik Meninggal, Kejari Jakut Ditutup

Kejaksaan Negeri Utara tidak akan membuka pelayanan umum sementara.

[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Setuju Melepas Papua Barat
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Presiden Jokowi Setuju Melepas Papua Barat

Desakan pembebasan Papua Barat telah berlangsung lama, sebelum dan semenjak pemerintahan Jokowi.