UIN Yogyakarta Cabut Larangan Bercadar, Ini Alasannya Surat pencabutan larangan bercadar dari Rektor UIN Sunan Kaljaga (Foto: Instagram UIN Suka)

MerahPutih.Com - Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) Yogyakarta mencabut larangan bercadar di lingkungan kampus Rencana kegiatan pendataan dan pembinaan para mahasiswi bercadar turut dibatalkan.

Pembatalan itu tertuang dalam surat edaran dengan nomor B- 679/Un.02/R/AK.00.3/03/2018 yang ditandatangani oleh Rektor UIN Yogyakarta, Yudian Wahyudi. Surat ditujukan kepada Direktur pascasarjana , Dekan Fakultas serta kepala unit atau lembaga UIN Sunan Kalijaga.

Dalam surat tertanggal 10 Maret 2018, keputusan ini diambil usai rektorat melakukan rapat kordinasi bersama.

Selain itu di dalam surat dijelaskan alasan pencabutan rencana pembinaan dilakukan karena menjaga iklim akademik yang kondusif.

Berikut isi surat pembatalan larangan dan pembinaan bagi mahasiswi bercadar:

"Assalammu'alaikim wr wb, Berdasarkan hasil rapat koordinasi Universitas (RKU) pada Sabtu 10 Maret 2018, diputuskan bahwa surat Rektor tentang pembinaan mahasiswi bercadar dicabut demi menjaga iklim akademik yang kondusif. Demikian kami sampaikan untuk dapat ditindaklanjuti atas perhatiannya diucapkan terima kasih,"

Surat pencabutan ini turut diposting di akun Instagram resmi UIN Suka yang beralamat di UINSk. Sontak surat pembatalan ini mendapat banyak respon positif dari netizen. Hingga Sabtu (10/03) malam surat ini sudah disukai 697 akun dan mendapat 34 komentar

"Alhamdulillah selamat kepada mahasiswa UIN SK atas dicabutnya larangan menggunakan cadar Semoga pak rektor tidak lagi salah mengambil keputusan," komen akun @muzzamilah dikolom komentar Instagram.

Sementara akun @adiyaksa_ikhwansidoarjo mengatakan "Barokallah. Mohon jangan diulangi fatwa fatwa kontroversinya."

Sebelumnya rektor UIN, Yudian Wahyu mengatakan pembinaan dilakukan untuk mencegah para mahasiswi terpapar paham radikalisme. Mahasiswi bercadar diwajibkan mengikuti konseling 7-10 kali pertemuan bersama tim khusus bentukan rektorat. Secara perlahan mereka diminta melepas cadar. Mahasiswi yang enggan melepas cadar terancam dikeluarkan dari kampus.(*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan Teresa Ika, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH