Hujan Luruhkan Polusi di Jakarta Suasana jalan protokol Jakarta pada H-3 Idulfitri 1439 H, Selasa (12/6). Jasa Marga memprediksi sekitar 1,4 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta pada musim mudik Lebaran 2018. ANTARA FOTO/Aprillio

MerahPutih.com - Kualitas udara di Ibu Kota Jakarta menjadi membaik setelah banyaknya kendaraan yang meninggalkan Jakarta selama arus mudik lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI, Isnawa Adji mengatakan berkurangnya jumlah kendaraan selama musim lebaran berpengaruh terhadap membaiknya kualitas udara. Pasalnya asap kendaraan bermotor penyumbang terbesar pencemaran udara di Jakarta.

"Hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 1 Bundaran Hotel Indonesia mencatat terjadinya penurunan konsentrasi SO2 sebesar 27.36 %, penurunan konsentrasi CO sebesar 66.91% dan penurunan konsentrasi NO2 sebessar 70.81%," ujar Isnawa di Jakarta Rabu (13/6).

jakarta lengang
Suasana jalan protokol Jakarta pada H-3 Idulfitri 1439 H, Selasa (12/6). Jasa Marga memprediksi sekitar 1,4 juta kendaraan akan keluar dari Jakarta pada musim mudik Lebaran 2018. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Namun untuk parameter PM 10, kata dia, terjadi sedikit peningkatan konsentrasi sebesar 9.34%, hal ini disebabkan kegiatan pembangunan MRT masih tetap berjalan, sehingga debu pada lokasi tersebut sedikit tinggi.

Hasil monitoring kualitas udara di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya, juga mencatat terjadinya penurunan konsentrasi polutan, namun tidak sebesar di lokasi DKI 1.

"Kualitas udara pada lokasi ini dipengaruhi oleh adanya jalan tol Cikampek dan Jagorawi yang menjadi akses warga Ibukota untuk mudik, sehingga lalu lintas malah bertambah padat," jelasnya.

Lebih jauh, Isnawa menuturkan, di Stasiun DKI 4 Lubang Buaya tercatat penurunan konsentrasi PM-10 sebesar 28.08%, penurunan konsentrasi SO2 sebesar 2.18%, penurunan konsentrasi CO sebesar 53.45% dan penurunan konsentrasi NO2 43.64%.

kemacetan DKI
Kemacetan lalu lintas di DKI Jakarta. Foto: Antara

"Kualitas udara yang membaik antara lain disebabkan oleh menurunnya jumlah kendaraan bermotor di jalanan Ibukota selama libur Lebaran. Di samping itu, hujan yang turun Selasa malam membuat level polusi makin rendah karena polutan turun. Sebab, air hujan meluruhkan kandungan polutan yang dihasilkan kendaraan bermotor," tuturnya.

Berdasarkan hasil monitoring kualitas udara di DKI Jakarta tersebut, dapat dikatakan bahwa dengan berkurangnya volume kendaraan karena adanya libur Idul Fitri, kondisi kualitas udara di DKI Jakarta telah mengalami peningkatan.

"Membaiknya kualitas udara dapat dirasakan, antara lain dengan lebih nyamannya udara ketika dihirup di alam terbuka," ungkapnya.

polusi
Polusi udara. (Foto: Pixabay)

Demi menjaga kualitas udara tetap baik, terlebih lagi dalam rangka menyambut Asian Games 2018, dia pun mengimbau agar warga Jakarta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dengan beralih ke kendaraan umum.

"Kami juga rutin mengelar uji emisi. Setiap kendaraan bermotor di Jakarta harus memenuhi ambang batas gas buang, sehingga dengan kondisi banyaknya kendaraan yang ada tidak akan mencemari udara di DKI Jakarta,"ungkap Adji.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini juga tengah mendorong penggunaan bahan bakar kendaraan yang berbasis ramah lingkungan. Salah satunya, program langit biru. "Program yang mendorong penggunaan gas sebagai bahan bakar kendaraan," tutupnya. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH