Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek Ternyata Berbeda Lo di Setiap Suku! Setiap suku di Cina memiliki cara mereka tersendiri untuk mengucapkan selamat saat imlek (foto: pixabay/LisaRedfren)

HARI raya tahun baru imlek 2567 Kongzili akan diperingati pada Selasa, 5 Februari mendatang. Perayaan ini biasanya diikuti dengan ritual keagamaan dimana seluruh keluarga berkumpul untuk berdoa kepada leluhur.

Selain itu, mereka juga akan bersuka cita merayakannya dengan mengenakan pakaian imlek, menghias rumah dengan pernak-pernik imlek seperti lampion merah, dan menyalakan kembang api.

Selain di China, masyarakat Indonesia juga memperingati hari imlek ini. Meskipun tidak terlalu meriah seperti di China, namun di Indonesia juga memperingati tahun baru imlek ini dengan kemegahan dan kehangatan antar suku yang berbeda.

Tahun baru imlek juga identik dengan ucapan untuk merayakan, yang biasanya menggunakan bahasa Mandarin "Gong Xi Fa Cai" yang artinya Selamat tahun baru. Tapi tahukah kamu beberapa suku keturunan Tionghoa di Indonesia juga memiliki pengucapan yang berbeda?

Yuk intip pengucapan tahun baru imlek di tiga suku ini yang dilansir dari pegipegi.com:

1. Suku Hokkian

Suku Hokkian Cina
Suku Tionghoa terbanyak di Indonesia (foto: Pixabay/Ajnan)


Orang Hokkian adalah penduduk yang berasal dari provinsi Fujian yang terletak di bagian Tenggara-Selatan Tiongkok. Suku Hokkian merupakan suku terbanyak di Indonesia.

Orang Hokkian di Indonesia banyak di daerah Sumatera Utara, Riau (Pekan Baru), Sumatera Barat (Padang), Jambi, Sumatera Selatan (Palembang), Bengkulu, Jawa, Bali, Kalimantan (Banjarmasin, Kutai), Sulawesi (Makassar, Kendari, Manado), dan Ambon dengan menggunakan Dialek Minnan Selatan yang merupakan bagian dari bahasa Han.

Dalam perayaan Imlek, Suku Hokkian mengucapkan dengan bahasa yang berbeda yaitu "Kiong Hi Huat Chai" yang artinya Selamat menjadi kaya (dalam artian Didoakan semoga tahun ini menjadi banyak berkah (material) bagi keluarga).

2. Suku Hakka

Suku Hakka Cina
Dikenal dengan bahasa Kheknya (foto: Pixabay/Russell_Yan)


Orang Hakka merupakan salah satu kelompok Tionghoa Han terbesar di Tiongkok dengan menggunakan bahasa Hakka atau yang biasa dikenal dengan bahasa Khek. Bahasa Hakka memiliki kekerabatan yang lebih dekat dengan bahasa Mandarin dibandingkan dengan bahasa lain.

Orang Hakka di Indonesia banyak tinggal di daerah Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan (Palembang), Bangka-Belitung, Lampung, Jawa, Kalimantan (Pontianak, Banjarmasin), Sulawesi Selatan (Makassar), Sulawesi Utara (Manado), Ambon, dan Jayapura.

Dalam perayaan imlek, orang suku Hakka menggunakan pengucapan "Kiung Hi Fat Choi" yang artinya hampir sama dengan pengucapan orang Hokkien.

3. Kanton

Suku kanton Cina
Berasal dari kota terbesar di Tiongkok bagian Selatan (foto: Pixabay/wanderlusterinfo)


Orang Kanton adalah penduduk yang berasal dari Guangzhou, Ibukota di provinsi Guangdong yang merupakan kota terbesar di Tiongkok bagian Selatan. Bahasa Kanton di Indonesia sering disebut sebagai bahasa Konghu.

Orang Kanton banyak tersebar di daerah Jakarta, Medan, Makassar, dan Manado di Indonesia. Dalam perayaan imlek, Orang Kanton menggunakan penyebutan "Gung Hey Fat Choi". (ver)



Ananda Dimas Prasetya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH