Ucapan Puan Soal 'Pancasilais' Dinilai Bentuk Antisipasi Ancaman Nasionalisme Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan) didampingi Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (kiri) pidato pengantar dalam rangka Sidang Bersama DPR-DPD di Ruang Rapat Paripurna, Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (14-8

Merahputih.com - Di tengah pengumuman cagub-cawagub Pilkada Sumbar 2020, Ketua Bidang Politik dan Keamanan PDIP Puan Maharani mengeluarkan pernyataan yang menuai polemik. Yakni menyinggung sisi jiwa Pancasila warga Minang.

Menurut Praktisi Hukum Petrus Selestinus, ucapan Puan adalah harapan dari seorang pemimpin yang merupakan wujud pendidikan politik kepada calon pemimpin daerah.

"Tentu saja yang kelak memikul tanggung jawab mempertahankan idelogi negara Pancasila sesuai dengan kewajiban Kepala Daerah," jelas Petrus kepada Merahputih.com di Jakarta, Sabtu (5/9).

Baca Juga:

Ucapan Puan soal Sumbar Rugikan PDIP

Ia melanjutkan, harapan Puan Maharani sangat konstitusional dan kontekstual, karena pada saat yang bersamaan terjadi kemerosotan jiwa patriotisme dan nasionalisme di kalangan sebagian warga masyarakat.

"Termasuk dengan menguatnya Radikalisme, Intoleransi dan Terorisme yang menjadi ancaman terhadap eksistensi nilai-nilai Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika dan UUD 45," imbuh Petrus.

Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia ini menyebut, ucapan Puan harus dilihat sebagai pesan postif yang bermuatan pendidikan politik kepada seluruh stakeholders pemimpin di daerah, kepada para calon pemimpin daerah se Sumatera Barat. Termasuk terhadap seluruh warga bangsa Indonesia untuk tetap waspada.

Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (Foto: PDIP).
Ketua DPP PDIP Puan Maharani. (Foto: PDIP).

"Ini agar tidak memberi ruang sedikitpun kepada kelompok manapun yang mencoba-coba mengkhianati negara Pancasila," jelas dia.

Petrus melihat, pesan harapan itu ditujukan karena diduga ada ancaman nyata terhadap eksistensi Negara Pancasila oleh aktivitas kelompok Radikal dan Intoleran dan merosotnya nasionalisme akibat terpaparnya radikalisme di kalangan warga.

"Ini sebagai pesan kesiapsiagaan menghadapi ancaman Radikalisme terhadap Negara Pancasila," ungkap Petrus.

Baca Juga:

Sindir Puan, Anak Buah Prabowo: Rakyat Sumbar Sangat Pancasilais

Sebagai Ketua DPR, Puan Maharani punya kapasitas dan tanggung jawab konstitusi, untuk memberikan pendidikan politik kepada para Kader Partai, para calon Pimpinan Daerah dan seluruh warga Masyarakat, akan tanggung jawabnya sebagai warga bangsa yaitu tetap siap siaga mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara.

"Tidak banyak pejabat negara yang mau bicara atau enggan bicara tentang fenomena ancaman terhadap Indeologi negara Pancasila, di tengah menguatnya Intoleransi, Radikalisme dan Terorisme oleh ormas-ormas tertentu," tutup Petrus. (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kelas Menengah Diminta Belanja
Indonesia
Kelas Menengah Diminta Belanja

Pertumbuhan tertinggi DPK terjadi pada kelompok dana di atas Rp5 miliar, yakni 15,2 persen (yoy). Kemudian kelompok Rp500 juta hingga Rp1 miliar, 10,1 persen (yoy),

Buruh Bakal Mogok Kerja Nasional, Pengusaha Ingatkan Sanksi
Indonesia
Buruh Bakal Mogok Kerja Nasional, Pengusaha Ingatkan Sanksi

Apindo mengeluarkan imbauan kepada pekerja terkait ketentuan tentang mogok kerja termasuk sanksi yang dapat dijatuhkan jika dilakukan tidak sesuai ketentuan khususnya di UU 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Korlantas Jawab Keraguan Masyarakat Operasi Patuh Tak Punya Power
Indonesia
Korlantas Jawab Keraguan Masyarakat Operasi Patuh Tak Punya Power

Operasi Patuh yang digelar mulai 23 Juli sampai 6 Agustus 2020

8 Wartawan Gadungan Ditangkap Usai Peras Kepala Sekolah Hingga Ratusan Juta
Indonesia
8 Wartawan Gadungan Ditangkap Usai Peras Kepala Sekolah Hingga Ratusan Juta

Pelaku PS (51) dan FS (38) berperan mendatangi korban ke salah satu sekolah

 MUI Imbau Masyarakat Tak Menolak Pemakaman Jenazah COVID-19
Indonesia
MUI Imbau Masyarakat Tak Menolak Pemakaman Jenazah COVID-19

“Jadi kalau kita melihat hadist, diterangkan bahwa jika ada di antara kalian yang meninggal, jangan kalian menahan-nahan, dan segerakanlah dia itu dikuburkan di tempat pemakamannya,” ujar Aiyubi.

[HOAKS atau FAKTA]: Heboh Diego Maradona Bertambah Gendut Gegara Lockdown
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Heboh Diego Maradona Bertambah Gendut Gegara Lockdown

Pria dalam video yang beredar tersebut adalah aktor Argentina Roly Serrano dalam cuplikan film “Youth”.

Libur Lebaran Digeser ke Akhir Tahun, Pemerintah Isyaratkan Pelarangan Mudik?
Indonesia
Libur Lebaran Digeser ke Akhir Tahun, Pemerintah Isyaratkan Pelarangan Mudik?

"Kami akan paparkan berapa pergerakan kendaraan umum, pribadi, dan sepeda motor," ungkap Budi.

Diperiksa Propam Terkait 'Surat Sakti' Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Terancam Dipecat
Indonesia
Diperiksa Propam Terkait 'Surat Sakti' Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo Terancam Dipecat

Karopenmas Polri Irjen Argo Yuwono mengakui, surat jalan tersebut ditandantangani oleh Brigjen Prasetyo Utomo

Indonesia Dinilai Lebih Siap Hadapi Resesi Ekonomi
Indonesia
Indonesia Dinilai Lebih Siap Hadapi Resesi Ekonomi

Jika resesi terjadi di Indonesia, maka berbagai lini ekonomi akan terpengaruh dan puncaknya akan menambah angka pengangguran dan kemiskinan.

Maluku Diguncang Gempa 6,7 Magnitudo, tidak Berpotensi Tsunami
Indonesia
Maluku Diguncang Gempa 6,7 Magnitudo, tidak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi berkekuatan 6,7 magnitudo mengguncang Maluku Tenggara pada Rabu (26/2) pukul 14.33 WIB.