Ucapan Budek dan Tuli Ma'Ruf Amin, PSI Sebut-Sebut Surah Al-Baqarah Raja Juli Antoni Foto: Twitter/@psi_id

MerahPutih.com - Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni angkat bicara terkait pernyataan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin soal 'budek dan buta'.

Menurut Raja Juli, Ma'ruf Amin justru menggunakan bahasa di Alquran yang biasa digunakan santri sehari-hari. Istilah 'budek-buta' itu dipakai untuk mendeskripsikan orang-orang yang tidak mau menerima kebenaran mesti sudah berulang-ulang kali sudah didakwahkan.

"Dalam Surah Al-Baqarah ayat 18 Allah berfirman: Mereka pekak, bisu, buta maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)," kata Raja Juli dalam keterangannya, Minggu (11/11).

"Ayat ini dalam konteks Indonesia menggambarkan orang-orang yang tidak menerima fakta keberhasilan pembangunan yang dilakukan Pak Jokowi. Bahkan mereka memanipulasi data hanya untuk mencerca dan mendelegitimasi pemerintah," sambung Raja Juli.

Selain itu, pernyataan Ma'ruf amin tersebut tidak dalam kontek fisik seperti yang dialami penyandang disabilitas. Pernyataan itu dimaksudkan adalah budek dan buta sosial dan politik

"Perlu saya jelaskan juga penggunaan kata “budek-buta” tidak dalam konteks fisik seperti yang dialami kawan penyandang disabilitas," jelasnya.

Jokowi-Ma'ruf Amin
Presiden Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kanan). (ANT)

Lebih lanjut, Toni menuturkan, Ma'ruf merupakan ulama besar yang sudah dikenal sebagian rakyat Indonesia. Dengan penyataan budek dan buta tidak ada kemarahan dalan nada bicara mantan Ketua MUI tersebut.

"Jadi tidak ada kemarahan dalam nada bicaranya ketika mengatakan budek dan buta," tuturnya.

Diketahui sebelumnya, dalam peresmian rumah relawan Barisan Nusantara (Barnus), di Jalan Cempaka Putih Timur, Nomor 8, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11) lalu. Kiai Ma'ruf menyebut Jokowi telah berhasil membuat daerah makin maju. Sehingga hanya orang yang 'budek dan buta' yang tak menyadari prestasi itu.

"Orang yang sehat bisa lihat kelas prestasi yang ditorehkan, kecuali orang budek dan buta yang tak bisa melihat dan mendengar realitas kenyataan," kata Ma'ruf.

Pernyataan Kiai Ma'ruf itu lalu langsung diserang oleh Tim Sukses Prabowo-Sandi, yang menuding Ma'ruf telah marah-marah dan menunjukkan dirinya bukanlah ulama besar. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH