Ubur-Ubur Bikin Masyarakat Tak Tenang Jelajahi Pantai Selatan Yogyakarta di Musim Lebaran Ubur-ubur di danau kakaban, Kalimantan Timur (@talatatour)

Merahputih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengimbau wisatawan mewaspadai keberadaan ubur-ubur yang saat ini muncul di kawasan pantai selatan agar tidak terkena sengatan hewan tersebut.

"Saat ini ubur-ubur sudah muncul di sepanjang pantai selatan, bukan karena bertepatan dengan (jelang) libur Lebaran, namun karena munculnya saat musim kemarau tapi cuaca dingin," kata Kepala Pelaksana BPBD Bantul Dwi Daryanto di Bantul, Kamis (7/6).

Oleh sebab itu, wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai selatan Bantul mewaspadai ubur-ubur di tepi pantai dengan tidak menyentuh apalagi bermain hewan menyerupai gelembung berwarna biru transparan itu agar tidak terkena sengatan. Kebanyakan kasus sengatan ubur-ubur kepada wisatawan pantai selatan itu karena ketidakpahaman tentang hewan itu, bahkan justru terutama anak-anak atau remaja memegang ubur-ubur karena disangka sebagai mainan.

Ilustrasi ubur-ubur (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

"Kalau sejauh ini belum ada yang kena sengatan ubur-ubur karena kebetulan bertepatan bulan Ramadhan, sehingga warga yang ke pantai sedikit, kalaupun ada hanya untuk ngabuburit," katanya.

Meski begitu, kata dia, kewaspadaan terus dilakukan hingga libur Lebaran 2018 mengingat selama libur kawasan pantai selatan akan ramai dikunjungi wisatawan, agar tidak terkena dampak negatif dari hewan yang muncul pada musim tertentu setiap tahun. "Kalau muncul biasanya saat pergantian musim atau pancaroba di mana udara dingin, posisi angin pantai ke arah utara sehingga membawa ubur-ubur ke daratan, kondisi ini diperkirakan terjadi dalam satu bulan ke depan," katanya dikutip Antara.

Dwi Daryanto mengatakan sampai saat ini memang belum ada obat spesifik jika terkena sengatan ubur-ubur yang berdampak panas pada kulit yang tersengat dan kejang pada anak-anak, akan tetapi untuk penanganan sementara bisa dilakukan dengan racikan obat tradisional. "Belum ada obat spesifik, cuma kalau kena biasanya diobati secara tradisional dengan mengoleskan tumbukan cabai atau minyak pada bagian yang kena, kemudian diberi minuman hangat. Justru jangan kena air dingin, karena malah bisa gatal-gatal," katanya.

Untuk mencegah kasus sengatan ubur-ubur, pihaknya akan memasang spanduk-spanduk imbauan kepada wisatawan, sedangkan untuk penanggulangan pihaknya berkoordinasi dengan puskesmas atau petugas medis setempat. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH