Ubedilah: Reshuffle Bukti Lemahnya Konsolidasi Elit Politik Ubedilah Badrun. (Foto: Twitter/@ubedilahbadrun)

MerahPutih Politik - Direktur Pusat Studi Sosial Politik (Puspol) Ubedilah Badrun menanggapi isu reshuffle atau perombakan kabinet jilid II yang dikabarkan akan lakukan dalam waktu dekat ini merupakan bukti lemahnya daya konsolidasi politik di tingkat elit.

“Yang menjadi pertimbangan adalah konsolidasi politik di tingakt elit. Jadi, kalau misalnya dengan formasi kabinet sekarang yang ada itu, ternyata daya konsolidasi elitnya itu lemah, maka memang perlu perombakan, perlu ada penggantian,” kata Ubedilah saat dihubungi merahputih.com, Kamis (7/1).

Meski begitu, Ubedilah menilai reshuffle harus dilaksanakan atas dasar penilaian dalam kerja-kerja menteri yang dianggap gagal sehingga harus diganti. Jadi, bukan atas dasar dorongan politik untuk merombak kabinet.

“Basis utama reshuffle itu adalah kinerja ya, jadi kalau kemudian menteri kinerjanya buruk saya kira sarat untuk di-reshuffle,” tegasnya.

Namun, ia melihat dalam komposisi politik saat ini masih kental dengan istilah "transaksional politik" sehingga perombakan kabinet hanya menjadi kepentingan partai politik yang ingin mendapatkan jatah kekuasaan.

“Jadi misalnya, di dalam partai politik yang transaksional saat ini kan sebuah partai mendapatkan menteri lalu partainya full mendukung pemerintah. Lalu tidak lagi ribut-ribut menuntut macam-macam,” tutupnya. (dit)


BACA JUGA:

  1. Pengamat: Reshuffle Kabinet Harus Besar-Besaran
  2. "Reshuffle Kabinet Hak Presiden Bukan PDIP"
  3. Rakernas PDIP Dipastikan Tak Bahas Reshuffle Kabinet
  4. Muhaimin Iskandar: Reshuffle Tidak Dilakukan dalam Waktu Dekat
  5. Pakar Tata Negara: Apa Tepat Menteri Direshuffle? Jangan-jangan Presiden yang Bermasalah


Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH