Ubah Kayu jadi Radio Laris di Mancanegara Desain klasik menjadikannya banyak disukai orang. ([email protected])

MEMILIKI bentuk vintage dan didominasi warna coklat membuat radio buatan Temanggung, Jawa Tengah, tersebut sangatlah ikonik. Radio Kayu tersebut sudah mendunia, bahkan terseohor di Jepang, Amerika dan Jerman. Namanya, Radio Magno karya seniman Singgih Susilo Kartono.

Usahanya ini sudah dirintisnya sejak tahun 2005. Pada awalnya Radio Magno hanyalah proyek tugas akhir desain Fakultas Seni Rupa dan Desain di Institut Teknologi Bandung (ITB) di tahun 1992. Namun, siapa sangka proyek tersebut akhirnya mampu menembus pasar dunia.

Baca Juga:

Kolaborasi Mahasiswa UNS dan Warga Kelola Sampah di Solo

radio
Radio Magno jadi properti dalam K-Drama Korea 'Coffee House'. ([email protected])

Dalam proses pembuatannya Singgih hanya menggunakan kayu dari pohon, Pinus, Mahoni, Sengon, dan Sonokeling. Ia juga membatasi diri hanya menebang 100 pohon dalam setahun. Dalam usaha menjaga kelangsungan pohon, Singgih membagikan 8000 bibit gratis kepada masyarakat sekitar.

Lewat usahanya, Singgih dapat membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga setempat. Terhitung di tahun 2015, Singgih telah mempekerjakan sebanyak 40 warga setempat sebagai pengrajin.

Proses pembuatannya sendiri dilakukan di rumah nan telah diubahnya menjadi bengkel kerja. Singgih mengaku dalam sebulan mampu membuat sebanyak 300 Radio dan 95% persennya dijual secara ekspor dan 5% dijual di dalam negeri dan dapat ditemukan di Jakarta, Bandung, dan Bali.

Baca Juga:

Embrio Sintetis akan Jadi Jawaban untuk Masalah Infertilitas

radio
Meskipun menggunakan kayu, namun berkomitmen menjaga lingkungan. ([email protected])

Memiliki bentuk unik dan berasal dari bahan alami membuatnya memenangkan penghargaan internasional Brit Insurance Design Of The Year 2009 nan merupakan penghargaan paling bergengsi dari London dalam bidang desain produk.

Ia juga pernah memenangkan Good Design Award 2008 di Jepang sebagai Innovation/Pionering & Experimental Design dan masuk nominasi untuk Grand Award, Design for Asian Award, digelar di Hongkong.

Selain membuat Radio, Singgih juga membuat benda-benda lainnya berbahan dasar kayu. Salah satunya sepeda nan mampu menarik perhatian Presiden Joko Widodo.

Jika tertarik untuk membeli radio terbuat dari kayu ini, kamu dapat membelinya melalui e-commerce atau pameran seharga Rp 5,2 juta. (nbl)

Baca Juga:

Bumijo Jualain Lewat Produk Ramah Lingkungan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Makanan Vegan dengan Unsur Seng
Fun
Makanan Vegan dengan Unsur Seng

kita perlu untuk mengonsumsi makanan atau suplemen yang mengandung seng.

Waspada Malware Berkedok Cheat Gim Valorant di Youtube
Fun
Waspada Malware Berkedok Cheat Gim Valorant di Youtube

Para penjahat siber banyak yang melakukan modus kejahatan dengan menyematkan malware pada cheat game Valorant di YouTube.

Hadiri Pernikahan Anak, Jamie Lee Curtis Bergaya Cosplay World of Warcraft
ShowBiz
Hadiri Pernikahan Anak, Jamie Lee Curtis Bergaya Cosplay World of Warcraft

Ia dikabarkan akan cosplay menjadi karakter Jaina Proudmoore.

Single Kolaborasi DJ Beauz dan Zedd Dilirik Apple untuk 'Made on iPad'
ShowBiz
Single Kolaborasi DJ Beauz dan Zedd Dilirik Apple untuk 'Made on iPad'

Single 'Make You Say' terpilih menjadi bagian dari kampanye 'Made on iPad' dari Apple.

'Bloody Heart', Kisah Skandal di Era Joseon
ShowBiz
'Bloody Heart', Kisah Skandal di Era Joseon

Ddibintangi Lee Joon, Kang Han-na, dan Jang Hyuk.

Steam Versi Global Dilarang di Tiongkok
Fun
Steam Versi Global Dilarang di Tiongkok

Hanya ada Steam versi lokal yang jumlah gimnya sangat terbatas.

Danny Satriadi Berkreasi dengan Kain Ulos di JF3 2022
Fashion
Danny Satriadi Berkreasi dengan Kain Ulos di JF3 2022

Danny Satriadi menampilkan karya dengan konsep Expressionism.

Pusing Setelah Workout? Awas, Bisa Jadi ini Penyebabnya
Fun
Pusing Setelah Workout? Awas, Bisa Jadi ini Penyebabnya

Apa saja sih penyebab pusing setelah selesai olahraga?

Golden Globe Awards Digelar Di Tengah Kecaman
ShowBiz
Golden Globe Awards Digelar Di Tengah Kecaman

Golden Globe Awards digelar tanpa kemegahan.