UAS: Apakah Saya Mesti Meminta Maaf? Ustaz Abdul Somad. (Foto: Net)

MerahPutih.com - Ustaz Kondang Abdul Somad enggan meminta maaf terkait dakwahnya tentang salib yang viral di media sosial belakangan ini. Ia mengatakan bahwa hanya menjawab pertanyaan dari jamaah yang hadir.

"Saya menjawab yang dua pertanyaan. Pertanyaan pertama, saya menjelaskan tentang akidah agama saya di tengah komunitas umat islam di dalam rumah ibadah saya. Bahwa kemudian ada orang yang tersinggung dengan penjelasan saya, apakah saya mesti meminta maaf?," kata UAS di Gedung MUI, Jakarta Pusat, Rabu (21/8).

Baca Juga: Ade Armando Pertanyakan Rujukan UAS Sebut Ada Setan dan Jin Kafir di Salib

UAS lalu mencontohkan hal yang serupa dengan kasusnya, yakni soal orang tak beriman yang mengatakan Allah itu tiga dalam satu, satu dalam tiga.

Ustaz Abdul Somad. (Foto: Screenshot Youtube)
Ustaz Abdul Somad. (Foto: Screenshot Youtube)

"Saya jelaskan itu di tengah umat islam, otomatis orang luar yang mendengar itu tersinggung atau tidak? tersinggung? apakah perlu saya meminta maaf? ajaran saya. kalau saya minta maaf berarti ayat itu mesti dibuang, ngawur gitu? nauzubillah," sebut UAS.

UAS juga tak mempermasalahkan orang orang yang memvidiokan dirinya saat menyampaikan kajian.

Baca Juga: Kuasa Hukum Anggap Pelaporan Terhadap UAS Sebagai Pencemaran Nama Baik

"Saya dimana-mana menyampaikan ceramah tak mungkin saya tanya satu-satu. Matikan hp, matikan hp. Saya ceramah dimana-mana, handpone orang hidup, mau merekam, tak bisa saya larang itu. Tak mungkin kemudian saya buat perjanjian semua yang masuk sini materai Rp 6 ribu jangan disebarkan. Payah sekali ceramah ni sekarang;" ungkap UAS.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi mengatakan, pemanggilan UAS justru dalam rangka menjaga persatuan dan kesatuan, persaudaraan sesama muslim dan sesama bangsa negara.

"Maka kita perlu mengklarifikasi memanggil ustaz abdul somad ke sini supaya menjelaskan duduk perkaranya," kata Masduki. (Knu)

Baca Juga: GMKI Minta Polisi Periksa UAS

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Djoko Tjandra Diduga Ajukan PK dengan KTP Baru
Indonesia
Djoko Tjandra Diduga Ajukan PK dengan KTP Baru

Semestinya Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menghentikan proses persidangan PK

Dewas Rampungkan Kode Etik KPK
Indonesia
Dewas Rampungkan Kode Etik KPK

"Sudah kita selesaikan. Tetapi, nanti tunggu pimpinan akan buat perkom," kata Tumpak

 Pimpinan DPRD DKI Jakarta Setuju KRL Jabodetabek Dihentikan
Indonesia
Pimpinan DPRD DKI Jakarta Setuju KRL Jabodetabek Dihentikan

"Saya kira untuk penghentian (KRL Jabodetabek), pengurangan penyebaran mestinya harus dilakukan," kata Taufik usai membagikan sembako kepada warga Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Kamis (17/4).

Usut Suap Rp46 Miliar Nurhadi, KPK Periksa Pemilik Bank Yudha Bakti
Indonesia
Usut Suap Rp46 Miliar Nurhadi, KPK Periksa Pemilik Bank Yudha Bakti

KPK pun telah mengultimatim Tjandra Mindharta Gozali untuk hadir memenuhi panggilan penyidik pada hari ini.

Buka Kembali Sekolah, Kemendikbud Pastikan tidak Korbankan Keselamatan Guru dan Murid
Indonesia
Buka Kembali Sekolah, Kemendikbud Pastikan tidak Korbankan Keselamatan Guru dan Murid

"Kalau itu menyangkut pendidikan tinggi, tentu ini menyangkut Tri Dharma perguruan tinggi," kata dia

Dapat Penghargaan Bebas Korupsi, Anies: Ini Bicara Kenyataan, Bukan Pencitraan
Indonesia
Dapat Penghargaan Bebas Korupsi, Anies: Ini Bicara Kenyataan, Bukan Pencitraan

Pemprov DKI Jakarta membuktikan diri dengan mendapatkan penghargaan terbaik satu dari dua provinsi bebas korupsi.

Rizal Ramli Minta Jokowi Tingkatkan Produksi Pangan Hindari Krisis
Indonesia
Rizal Ramli Minta Jokowi Tingkatkan Produksi Pangan Hindari Krisis

Saat ini, di luar panic buying, permintaan pasokan bahan pangan naik mencapai 10 persen

Ma'ruf Amin Yakin Produk Halal di Level Global Bakal Meningkat
Indonesia
Ma'ruf Amin Yakin Produk Halal di Level Global Bakal Meningkat

Ma'ruf memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia pada masa pandemi COVID-19 di tahun 2020 mengalami kontraksi 5,2 persen

Update COVID-19 Jumat (!2/6): 36.406 Positif, 13.213 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Jumat (!2/6): 36.406 Positif, 13.213 Sembuh

Yuri mengungkapkan jumlah penambahan 577 pasien menjadi 13.213 yang sembuh.

Warga tak Disiplin PSBB, Anies: Makin Lama Ini Selesai
Indonesia
Warga tak Disiplin PSBB, Anies: Makin Lama Ini Selesai

Warga diminta patuhi aturan pemerintah