Gegara Akun Politik Twitter Tingkatkan Fitur Keamanan Twitter rilis fitur keamanan baru (Foto: pixabay/thedigitalartist)

MELALUI laman blog resminya, Twitter mengumumkan akan mulai mendorong akun-akun politik high-profile untuk mengambil langkah keamanan yang lebih ketat. Hal ini dilakukan menjelang Pemilu AS 2020.

Akun pejabat pemerintah, anggota kongres, kampanye politik, kantor berita utama, jurnalis politik, serta pejabat pemerintah lain, nantinya akan diminta untuk mengambil langkah keamanan yang ditingkatkan jelang pemilu.

Baca juga:

Twitter Berikan Label Pada Akun Pejabat Pemerintah dan Media, Ada Apa?

Beberapa hari ke depan, Twitter secara otomatis akan mengaktifkan perlindungan pengaturan ulang password untuk akun-akun tersebut. Selain itu, Twitter pun merekomendasikan agar mereka mengaktifkan otentikasi dua faktor. Lalu akun-akun tersebut pun membutuhkan kata sandi yang kuat.

"Para pemilih, kandidat politik, pejabat terpilih, serta jurnalis, bergantung pada twitter setiap hari untuk berbagi serta menemukan berita dan informasi yang bisa diandalkan tentang pemilu, dan kami mengambil tanggung jawab kami dengan serius," jelas Twitter seperti yang dikutip dari laman The Verge.

Menjelang pemilu AS 2020 twitter tingkatkan fitur keamanan untuk sejumlah akun (Foto: pixabay/alurean)

Perintah keamanan itu nantinya akan disampaikan lewat notifikasi dalam aplikasi untuk pengguna, terkait pemilu tertentu. Twitter menjelaskan akan terus memberi tahu akun-akun tersebut, soal langkah tambahan guna melindungi akun mereka. Khususnya menjelang Pilpres AS 2020.

Twitter pun mengatakan akan menerapkan perlindungan keamanan internal untuk akun-akun tersebut. Termasuk metode baru untuk menanggapi aktivitas mencurigakan, serta mempercepat pemulihan akun bila terjadi peretasan.

Selama berbulan-bulan, para ahli pemilu sudah memperingatkan para aktor politik dapat salah mengumumkan hasil pemilu sebelum diselesaikan. Dengan klaim yang ngawur dan berpotensi tak dapat dipercaya menyebar lewat media sosial.

Baca juga:

Twitter Terancam Didenda Rp3,6 Triliun

Melihat hal itu, Facebook dan Twitter sama-sama mengubah peraturan mereka menjadi memberikan label. Atau menghapus unggahan yang mengumumkan hasil sebelum waktunya, dan membuat tuduhan kecurangan pemilu.

Bila akun-akun besar diretas untuk menyebarkan informasi yang salah, itu bisa meningkatkan kekacauan secara signifikan.

Twitter tak ingin insiden di masa lalu terulang kembali (Foto: pixabay/photomix-company)

Fokus baru pada akun terkenal menyusul salah satu pelanggaran terbesar yang dialami oleh Twitter dalam sejarahnya. Pada Juli, akun milik tokoh politik seperti Presiden Barack Obama, Joe Biden, dan Michael Bloomberg disusupi oleh peretas untuk digunakan dalam penipuan bitcoin besar-besaran.

Menanggapi pelanggaran tersebut, Twitter memblokir semua tweet baru dari setiap pengguna terverifikasi.

Menjelang pemilihan, Twitter sudah menyusun ulang kebijakan kontennya dan meluncurkan fitur baru untuk membantu pengguna menemukan informasi yang memiliki reputasi baik.

Twitter pun telah meluncurkan meluncurkan pusat pemilihannya yang menampilkan informasi pemungutan suara dalam bahasa Inggris dan Spanyol.

Hub tersebut muncul di atas tab Jelajahi untuk pengguna AS dan akan menyertakan momen Twitter dari "outlet berita terkemuka" dan konten lain seperti debat live stream. (ryn)

Baca juga:

Twitter Tengah Survei Fitur Layanan Berbayar, Simak Daftar Lengkapnya

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH