Twitter Terancam Didenda Rp3,6 Triliun Twitter terancam membayar denda triliunan rupiah (Foto: pixabay/alurean)

KOMISI Perdagangan Federal (FTC) telah menyelidiki Twitter dalam hal pengguna data pribadi guna penargetan iklan. Penyelidikan telah berlangsung sejak Oktober 2019. Kasus tersebut terungkap pada sebuah pengajuan Komisi Sekuritas dan Bursa.

Seperti dilansir laman Endgadget, menurut dokumen itu, komisi sedang menyelidiki 'pengguna nomor telepon atau data alamat surat elektronik Twitter yang disediakan untuk tujuan keselamatan dan keamanan iklan bertarget selama periode 2013 dan 2019'.

Baca Juga:

Microsoft Tunda Akusisi TikTok

Twitter terancam denda US$150 juta hingga US$250 juta atau sekitar Rp3,6 triliun setelah investigasi selesai.

Tersandung kasus, Twitter terancam membayar denda kisaran US$150 juta hingga US$250 juta.(Foto: pixabay/maklay62)

Pada sebuah unggahan blog pada 2019, Twitter mengungkapkan mungkin 'secara tak sengaja' mencocokkan nomor telepon pengguna dan iklan e-mail yang disediakan untuk memverifikasi dua faktor dan identitas dengan daftar pemasaran yang sudah diunggah pengiklan. "Ini merupakan kesalahan dan kami meminta maaf," ujar perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga:

Huawei Geser Samsung dan iPhone dalam Angka Penjualan Smartphone Global

Twitter juga mengakui tidak tahu berapa banyak orang yang terpengaruh. "Pada 17 September 2019, kami telah mengatasi masalah yang memungkinkan ini terjadi dan tidak lagi menggunakan nomor telepon atau alamat e-mail yang dikumpulkan untuk tujuan keamanan atau keamanan untuk iklan," tambahnya.

Twitter mengatakan telah menerima rancangan komplain dari FTC. Twitter dituduh melanggar perjanjian 2011 yang ditandatangani dengan Komisi pada 28 Juli.

Twitter dianggap menyesatkan konsumen soal keamanan dan privasi.(Foto: pixabay/photomix-company)

Seperti yang dicatat Financial Times, perjanjian itu melarang perusahaan untuk menyesatkan konsumen tentang sejauh mana ia melindungi keamanan, privasi, dan kerahasiaan data mereka. Perjanjian itu juga memaksa perusahaan membangun dan memelihara program keamanan informasi yang komprehensif.

Twitter telah menyisihkan US$150 juta untuk menutupi jumlah minimum yang mungkin harus dibayar. Selain itu, Twitter dikabarkan tengah bersiap untuk hasil yang tidak menguntungkan.

Hal tersebut lantaran Twitter bukan perusahaan teknologi pertama yang harus menghadapi tuduhan yang sama dari FTC. Sebelumnya, Facebook harus membayar US$5 milair untuk beberapa kesalahan langkah privasi. Termasuk penggunaan nomor telepon orang yang disediakan untuk tujuan keamanan dan untuk bisnis iklan mereka. (Ryn)

Baca Juga:

WhatsApp Bisa Digunakan di Beberapa Ponsel dengan Nomor yang Sama?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Cerita Manis Persembahan Swellow di Mini Album ‘Karet’
ShowBiz
Cerita Manis Persembahan Swellow di Mini Album ‘Karet’

Album Karet melengkapi rangkaian dari hadirnya nomor-nomor eceran dari Swellow yang lebih dahulu dilepas.

Akan Dibuat Spin Off Fast & Furious yang Berpusat Pada Karakter Wanita, Benarkah?
ShowBiz
Akan Dibuat Spin Off Fast & Furious yang Berpusat Pada Karakter Wanita, Benarkah?

sangat ingin menyampingkan karakter laki-laki sebagai satu-satunya fokus waralaba.

5 Tanaman Hias Termahal Dunia
Hiburan & Gaya Hidup
5 Tanaman Hias Termahal Dunia

Tanaman hias ini tetap menjadi incaran para pencintanya.

Idola K-Pop Generasi Keempat Yang Layak Sandang Predikat 'Trendsetter'
Fashion
Idola K-Pop Generasi Keempat Yang Layak Sandang Predikat 'Trendsetter'

Idola kpop generasi keempat yang dikenal stylish

WhatsApp akan Luncurkan Fitur Penghilang Pesan Otomatis
Hiburan & Gaya Hidup
WhatsApp akan Luncurkan Fitur Penghilang Pesan Otomatis

Memungkinkan kamu menghilangkan pesan setelah 7 hari.

Terdampak Pandemi COVID-19, SEGA Akihabara Resmi Tutup Agustus
Hiburan & Gaya Hidup
Terdampak Pandemi COVID-19, SEGA Akihabara Resmi Tutup Agustus

Padahal, ini spot terbaik bagi para turis.

Ulang Tahun ke-15, Super Junior: Terima Kasih ELF
ShowBiz
Ulang Tahun ke-15, Super Junior: Terima Kasih ELF

Super Junior tak lekang oleh waktu.

Kolaborasi dengan Rosalia, Billie Eilish Bernyanyi dalam Bahasa Spanyol
ShowBiz
Kolaborasi dengan Rosalia, Billie Eilish Bernyanyi dalam Bahasa Spanyol

Lagu ini akan jadi soundtrack dalam episode spesial dari serial drama HBO Euphoria Part 2: Jules.

Roby Geisha, Industri Musik Tidak Mati Karena Pandemi COVID-19
ShowBiz
Roby Geisha, Industri Musik Tidak Mati Karena Pandemi COVID-19

masa pandemi ini justru membuka peluang untuk para pencipta lagu dan komposer musik

Video Musik Kece untuk Lagu 'Seventh' dari Direct Action
ShowBiz
Video Musik Kece untuk Lagu 'Seventh' dari Direct Action

Direct Action digawangi oleh eks drummer Dewa 19 Tyo Nugros dan Joseph Saryuf Santamonica.