Berkicau 'Kebal dari Virus Corona', Trump Ditandai Twitter Donald Trump meluncurkan tweet tentang penegasan bahwa dirinya 'kebal Virus Corona' (Foto: pixabay/alurean)

TWITTER menonaktifkan sejumlah opsi berbagi pada tweet Presiden AS, Donald Trump, Minggu (12/10). Media sosial berlambang burung biru kecil itu menandai tweet Trump karena melanggar aturan soal penyebaran informasi yang salah terkait dengan virus Corona.

Pada tweet tersebut, Trump mengatakan ia kebal dari virus Corona (COVID-19) serta tidak bisa menularkan virus yang mematikan itu ke orang lain.

Baca Juga:

Cegah Hoaks, Twitter Akan Batasi Retweet

"Sudah dikeluarkan total dari dokter Gedung Putih kemarin. Itu berarti aku imun terhadap COVID-19 dan aku tak akan menularkannya ke oranng lain. Amat senang mengetahui hal ini," kata Trump pada akun Twitter @realDonaldTrump.

Namun, meski cuitan Donald Trump itu sudah ditandai oleh twitter, cuitan tersebut masih bisa dilihat oleh pengguna yang mengklik tanda peringatan dari twitter.

Twitter mengambil langkah menandai cuitan Trump karena dianggap melanggar aturan soal penyebaran informasi yang salah terkait Virus Corona (Foto: The Verge)

Tindakan itu dilakukan sesuai dengan posisi Twitter yang menjaga agar tweet dari pejabat terpilih tetap terlihat yakni untuk kepentingan publik.

"Kami mencoba mencegah tweet seperti ini yang melanggar peraturan Twitter, agar tidak menjangkau lebih banyak orang," tulis Twitter, seperti yang dilansir dari laman The Verge.

Penegasan Trump bahwa dia sekarang 'Kembal' karena dia sudah tertular Virus Corona merupakan alasan kuat tweet tersebut ditandai oleh Twitter. Karena, ada kasus-kasus yang diberitakan tentang pasien Virus Corona yang terinfeksi kembali.

Seorang pria di Nevada terjangkit COVID-19 pada bulan Maret lalu pulih pada April, kemudian jatuh sakit lagi pada Mei. Kasus infeksi ulang Virus Corona pertama yang diberitakan terjadi di Hong Kong, di mana pasien tidak menunjukan gejala untuk yang kedua kalinya.

Baca Juga:

Twitter Tindak Tegas Cicitan Mengharapkan Kematian Seseorang

Situs web Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memiliki informasi terbatas tentang terinfeksi ulang virus COVID-19, namun dikatakan bahwa seseorang yang pernah dan pulih dari COVID-19 mungkin memiliki tingkat terinfeksi virus yang rendah ditubuhnya hingga 3 bulan usai diagnosis. Menurut penelitian, itu bukan berarti seseorang kebal terhadap infeksi ulang dari virus.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan, ini bukan pertama kalinya platform itu menonaktifkan pembagian tweet oleh presiden yang berisi informasi yang salah.

Selain memperbarui kebijakannya bulan lalu yang akan menandai atau menghapus tweet berisi informasi palsu tentang kecurangan dan hasil pemilu, Twitter pun mengatakan akan menandai postingan dari kandidat yang mengumumkan kemenangan sebelum waktunya.

Twitter terus melakukan pembaruan untuk mencegah penyebaran informasi yang salah atau hoaks (Foto: pixabay/photomix-company)

Lalu, Twitter juga mengatakan pada bulan maret bahwa mereka mengambil pendekatan tanpa toleransi terhadap informasi yang salah terkait Virus corona di platformnya.

Pembaruan minggu lalu semakin memperketat aturan seputar penyebaran hoaks atau informasi yang salah, serta mendorong orang untuk mengutip tweet dan menambahkan komentar mereka sendiri ke tweet seebelum me-retweet seseorang.

Pembaruan yang dilakukan twitter juga termasuk rencana untuk menandai atau menghapus tweet yang dimaksudkan untuk memicu campur tangan dalam pemilu atau hasil pemilu, serta tweet dari tokoh politik dengan lebih dari 100 ribu followers, termasuk Donald Trump, yang cuitannya diberi tanda 'menyesatkan' agar tidak menjangkau lebih banyak orang.

Sedikit informasi, twitter telah menadnai beberapa tweet Donald Trump karena melanggar kebijakannya tentang media yang dimanipulasi dan integritas sipil serta pemilu, karena men-tweet kebohongan tentang pemungutan suara melalui surat. (Ryn)

Baca Juga:

Twitter Akan Berikan Perintah untuk Membaca Sebelum Retweet

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Omnibus Law Meningkatkan Eco-Anxiety
Hiburan & Gaya Hidup
Omnibus Law Meningkatkan Eco-Anxiety

Omnibus Law dapat menimbulkan risiko baru bagi hutan tropis negara.

5 Tempat Wisata Dunia Ini Bikin Tubuh Bugar
Fun
5 Tempat Wisata Dunia Ini Bikin Tubuh Bugar

Saatnya berwisata yang membuat tubuh sehat.

Anji Layangkan Permintaan Maaf untuk PFI dan Joshua Irwandi
ShowBiz
Anji Layangkan Permintaan Maaf untuk PFI dan Joshua Irwandi

Anji Layangkan Permintaan Maaf Terbuka Pada PFI dan Joshua Irwandi

Menghindari Sakit Punggung dan Pinggang Karena Terlalu Lama Duduk
Fun
Menghindari Sakit Punggung dan Pinggang Karena Terlalu Lama Duduk

Tekanan terlalu berat membuat otot punggung, bahu, leher dan tulang belakang menjadi sakit.

Hati-Hati Upload Lagu Cover di YouTube, Pahami Aturannya
ShowBiz
Hati-Hati Upload Lagu Cover di YouTube, Pahami Aturannya

memiliki aturan yang mengatur tentang jaminan keamanan bagi karya-karya para pemusik dan pencipta lagu.

Jangan Dijual, Ini 4 Solusi Jika Layar Ponsel Retak
Fun
Jangan Dijual, Ini 4 Solusi Jika Layar Ponsel Retak

Ponsel pintar kamu tidak perlu dijual jika layarnya hanya retak.

Tesla Banting Harga Model Y, Ini Penyebabnya
Fun
Tesla Banting Harga Model Y, Ini Penyebabnya

Harganya dipangkas mencapai Rp43 juta.

Liburan Akhir Tahun dengan Mobil Pribadi, Simak Tipsnya
Fun
Liburan Akhir Tahun dengan Mobil Pribadi, Simak Tipsnya

Hal-hal penting yang harus dipersiapkan sebelum berlibur menggunakan mobil pribadi.

Punya Banyak Sahabat, Idola Korea Berikut Dijuluki 'Social Butterfly'
ShowBiz
Akhir Maret, Foxconn akan Lanjutkan Produksi di Tiongkok
Fun
Akhir Maret, Foxconn akan Lanjutkan Produksi di Tiongkok

Akhir Maret, Foxconn Akan Lanjutkan Produksi di Tiongkok