Twitter Berantas Penyebar Teori Konspirasi 5G Virus Corona Twitter akan lebih gencar berantas hoaks tentang teori konspirasi (Foto: pixabay/alurean)

BELAKANGAN ini teori konspirasi 5G penyebar Corona membanjiri media sosial twitter. Melihat hal itu, Twitter mengaku akan memperbaiki cara mereka dalam memberantas penyebaran teori konspirasi tersebut.

Seperti yang dilansir dari laman The Verge, langkah tersebut diambil oleh Twitter setelah sejumlah pengguna melaporkan kicauan mereka yang berisi informasi tentang COVID-19 diberi label fact-check.

Baca Juga:

Facebook Akan Tindak Tegas Unggahan dari Poltisi yang Langgar Aturan

Twitter kian gencar melakukan pengecekan fakta tentang kicauan yang berisi konten hoaks (Foto: Pixabay/memyselfaneye)

"Pada beberapa minggu belakangan, kamu mungkin melihat tweet yang diberi label dan dikaitkan dengan informasi COVID-19. Tak semua tweet berpotensi berisi konten misleading tentang COVID-19 dan 5G" kicau Twitter lewat akun @TwitterSupport.

Twitter dikabarkan telah mulai melakukan pengecekan fakta tentang kicauan yang berisi konten terkait 5G dan COVID-19 sejak awal Juni 2020. Mereka memberikan label yang meminta pengguna untuk membaca fakta tentang COVID-19. Kemudian ditautkan pada twitter tentang 5G yang tak ada hubungannya sama sekali dengan Virus Corona.

Hal itu sebetulnya dilakukan untuk memberantas kabar hoaks yang menyebut instalasi jaringan 5G adalah penyebab tersebarnya COVID-19.

Baca Juga:

Tiongkok Siap Hadirkan Sistem Navigasi Pesaing GPS

Twitter tengah perbaiki sistem untuk memberantas penyebaran hoaks 5G Corona (Foto: Pixabay/free-photos)

Twitter memiliki komitmen memberantas hoaks tentang Virus Corona. Bahkan Twitter tak segan memberikan label harmful activity pada tweet yang menyebarkan hoaks Virus Corona.

Tapi aksi twitter dianggap berlebihan, karena tweet yang mengandung kata oxygen dan frequency juga diberi label fact-check. Kata tersebut diasumsikan mengacu pada narasi yang dibangun oleh penyebaran hoaks 5G Corona. Yakni frekuensi 5G yang disebut dapat menyedot semua oksigen dari atmosfer.

Namun twitter tak tinggal diam, karena saat ini pihak twitter mengaku sedang membangun sistem otomatisasi yang dapat mencari kicauan yang lebih relevan. Hal itu bertujuan untuk mengurangi jumlah tweet yang salah diberi label. (Ryn)

Baca juga:

Keren, Warga Korea Selatan Bisa Menyimpan SIM di Ponsel Pintar

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH