Twitter Bantu Pulihkan Akun TNI AD Setelah Diretas

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 September 2022
 Twitter Bantu Pulihkan Akun TNI AD Setelah Diretas
Twitter TNI AD. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Akun Twitter TNI AD diretas oleh pihak tidak bertanggung jawab yang menampilkan banyak cuitan berisikan gambar-gambar penguin.

Saat ini peretasan jadi perbincangan panas dipublik. Selain peretas akun Twitter TNI AD, ada pula peretas yang mengaku sebagai Bjorka yang mengklaim telah meretas surat menyurat milik Presiden Joko Widodo, termasuk surat dari Badan Intelijen Negara (BIN).

Baca Juga:

BSSN Akui Ada Data Valid yang Diretas Bjorka

Peretas ini juga mengklaim meretas diantaranya data penduduk Indonesia, pengguna kartu SIM, data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatikan (Menkominfo) Johnny G. Plate, serta data dokumen rahasia milik Presiden Joko Widodo.

Klaim Bjorka itu disebarluaskan oleh sebuah akun Twitter "DarkTracer: DaekWeb Criminal Intelligence", yang kemudian viral dan sempat menjadi salah satu topik pembahasan terpopuler di Twitter.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigadir Jenderal TNI Hamim Tohari menyampaikan bahwa akun resmi Twitter TNI AD bernama pengguna @tni_ad sudah kembali normal setelah sempat diretas.

"Akun resmi Twitter TNI AD terhitung mulai hari Selasa siang, tanggal 13 September 2022, sudah mulai normal," kata Hamim dalam siaran tertulis Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) yang diterima di Jakarta, Selasa (13/9).

Ia menyampaikan, TNI AD mengapresiasi pihak Twitter Indonesia yang telah membantu pemulihan dan pengamanan akun Twitter TNI AD dari aktivitas ilegal sehingga dapat beroperasi kembali seperti sedia kala.

"TNI AD mengapresiasi pihak Twitter Indonesia yang telah membantu pemulihan akun Twitter TNI AD sehingga bisa beroperasi kembali seperti sedia kala dan telah membantu mengamankan akun ini dari aktivitas ilegal," ujar dia.

Hamim mengatakan TNI AD terus mengevaluasi sistem pengamanan siber yang mereka miliki.

"TNI AD dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang mampu meminimalisasi gangguan serangan siber dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, baik terhadap sistem informasi maupun media sosial (medsos) yang dimiliki TNI AD," katanya.

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian memastikan jika klasifikasi serangan siber berupa pencurian data, seperti yang dilancarkan peretas Bjorka, masuk dalam kategori intensitas rendah.

Hinsa menjelaskan intensitas ancaman serangan di ruang siber sendiri diklasifikasikan menjadi tiga, yakni rendah, sedang, dan tinggi.

Serangan siber dengan intensitas tinggi, ialah yang sampai melumpuhkan infrastruktur informasi vital.

"Jadi, infrastruktur informasi vital ini adalah sistem elektronik yang sudah digunakan di objek vital nasional kita," tambahnya. (Knu)

Baca Juga:

Retas Data Menkominfo hingga Kasus Munir, Siapa sih Bjorka?

#Peretasan #TNI AD #Hacker
Bagikan
Bagikan