Tuntutlah Ilmu (Manggung) Sampai Negeri Amerika Para personel Gipsy di rumah Guruh Soekarno Putra. (Foto: Koleksi Keluarga)

SETELAH beroleh restu sang papi, Chrisye tak lagi memiliki beban memikirkan studi. Dia membiarkan kuliah tiga semesternya di Jurusan Pariwisata Trisakti gugur. Fokusnya kini mempersiapkan keberangkatannya ke Amerika. Menyusul Gipsy Band.

Dia lantas mengontak Pontjo Sutowo, mantan pianis Gipsy sekaligus orang penting di balik suksesnya Gipsy mendapat panggung reguler di Restoran Ramayana, New York. Chrisye mengabarkan penyakitnya telah pulih dan siap berangkat untuk bergabung bersama Gipsy.

Pontjo gembira mendapat kabar tersebut. Akhirnya Gipsy bisa tampil lengkap. “Emang enggak afdol kalo enggak ada lo, Chris!” ujar Pontjo sebagaimana dikutip Alberthiene Endah pada Chrisye Sebuah Memoar Musikal.

Seusai Pontjo memberi lampu hijau keberangkatan, rumah di Jalan Pegangsaan No. 12 A langsung sibuk mempersiapkan kepergiaan salah seorang penghuninya. Maklum perjalanan jauh dan akan meninggalkan rumah dengan masa sangat lama kali pertama.

Maminya langsung memilah baju-baju, kemudian memasukannya bersama segala perbekalan ke koper. “Rencana setahun di Amerika membuat saya seperti mengangkut seluruh isi kamar,” kenang Chrisye.

Perasaan Chrisye bergejolak selama di pesawat. “Sekujur tubuh saya saya dialiri rasa nervous, girang, dan waswas sekaligus! Gila New York! Mau ngeband pula!”.

Setiba di negeri 'Paman Sam', Chrisye langsung menghampiri markas Gipsy. Mereka saling melepas rindu. Bercengkrama. Semua berebut bercerita tentang pengalaman sensasional bermain musik di negeri gudangnya para pemusik hebat kelas dunia.

Setelah istirahat sehari, Chrisye langsung gabung latihan. Mereka senantiasa latihan keras di siang hari untuk tampil malam harinya. Begitu terus selama setahun.

Gipsy punya ramuan khusus agar penampilannya kian bagus. “Kami tampil membawakan lagu orang semirip mungkin. Semuanya harus mirip. Ya, soundnya, cara bernyanyinya, segalanya,” ungkap Keenan Nasution, drumer Gipsy kepada merahputih.com

Saat tampil, lanjut Keenan, Gipsy selalu mendapat jatah dua jam, namun terkadang diselingi tari Bali atau atraksi musik tradisional. Arena panggungnya memang cukup besar karena lokasi hall disulap jadi restoran.

Sehabis manggung mereka langsung kembali ke penthouse. Tiap dua personel menempati satu kamar. Keenan sekamar dengan Chrisye. “Saya dan Chrisye sering ngobrol tentang musik. Apalagi selera kita sama, King Crimson,” ungkap Keenan.

Selain nonton konser, bila susah tidur keduanya terkadang pergi ke klub, lalu bermain bola sodok. Chrisye senang jalan bareng Keenan. “Tak ada hari kosong tanpa ide jika sudah jalan dengannya,” ungkap Chrisye.

Bila sedang senggang, biasanya keduanya pergi ke konser musik. Tentu saja selagi di tempat para musisi dunia menahbiskan karyanya, tak lengkap bila tak mendatangi konser mereka. Keduanya berhasil nonton konser Yes dan Chic Korea. “Menonton konser-konser grup musik besar secara langsung seperti anugerah bukan kepalang!” imbuh Chrisye.

Sepulang nonton konser, mereka harus kembali melakukan rutinitas harian; istirahat, berlatih, dan manggung. Penampilan mereka berjalan lancar. Meski begitu, tak tiap malam para penonton membuat sesak ruangan. Terkadang penontonnya hanya belasan orang saja. Itu pun saling sibuk mengobrol tanpa peduli ada penampilan musik.

Selama tinggal di New York, berat badan para personel melonjak tajam. Pasalnya, hampir tiap malam mereka mendapat suguhan makanan serba-enak dengan jumlah tak terbatas. Pihak restoran pun memberikan jatah uang saku untuk makan siang. Setahun penuh mereka tebiasa makan roti dan telur mata sapi.

“Kalau perut sedang ingin dimanja, kami pergi ke kedai-kedai dekat apartemen, membeli sandwich dan steak,” kenangnya.

Tak terasa masa tinggal setahun telah berakhir. Mereka harus kembali ke tanah air. Selama di New York, penampilan Gipsy sangat apik. “Menjadi The Beatles, menjadi Rolling Stone, menjadi Chicago. Kami menerima ‘ruh’ grup band lain dan menjadi diri mereka”. (*)



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH