Tuntutan Hukum untuk Samsung dan Oppo karena Bloatware Galaxy Note 3. (Foto: Shanghai Daily)

MerahPutih Teknologi - Sebuah lembaga perlindungan konsumen Tiongkok mengajukan tuntutan hukum pada Samsung dan Oppo karena pemasangan bloatware (aplikasi tidak berguna) pada produk ponsel mereka.

Dewan konsumen Shanghai mengatakan kedua produsen ponsel itu menginstal terlalu banyak aplikasi tambahan / bawaan pada perangkat mereka. Bloatware ini dinilai mempersulit pengguna dalam mengoperasikan perangkatnya.

Sebagai solusi, seperti dikatakan dalam Shanghai Daily, kelompok ini akan mengajukan sejumlah hukum sebagai perlindungan konsumen. Banyak konsumen yang merasa dirugikan karena banyaknya bloatware juga telah mengurangi kapasitas penyimpanan yang seharusnya mereka dapatkan.

Selain mempersulit dan merugikan dalam jumlah ketersedian ruang penyimpanan, konsumen Tiongkok juga mengeluhkan penggunaan data internet yang berlebihan akibat bloatware ini. Dalam Galaxy Note 3 saja terdapat 44 aplikasi pra instal, sementara Oppo Find 7a memiliki 71 aplikasi pra instal.

 

Baca juga:

Desas-Desus Kehadiran Xperia Z3+

Samsung Galaxy Note Edge Dapatkan Update Android Lollipop 5.0

Studi: Tiap Tahun Pengguna Smartphone Rata-Rata Menonton 348 Video Porno

Muncul Penampakan Smartphone Android Milik BlackBerry

Motorola Nexus 6 Resmi Dapatkan Android Lollipop 5.1.1

Kanal
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
5 Seleksi Mandiri ITB, Salah Satunya Bisa Bebas Biaya Kuliah
Lainnya
5 Seleksi Mandiri ITB, Salah Satunya Bisa Bebas Biaya Kuliah

Seleksi Mandiri ITB 2021 juga menerima pendaftar pemegang Kartu Indonesia Pintar-Kuliah (KIP-K) yang jika lolos seleksi akan dibebaskan dari biaya kuliah atau masuk kategori UKT1 Rp0.

[Hoaks atau Fakta]: Tiongkok Miliki Semua Data Intelijen Indonesia
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Tiongkok Miliki Semua Data Intelijen Indonesia

informasi serupa juga pernah dibahas oleh Turn Back Hoax dalam artikel berjudul “[SALAH] Hoaks Kewarganegaraan Marsma TNI Suryo Margono” yang terbit pada 28 Agustus 2019.

[Hoaks atau Fakta]: Aparat Apel Persiapan Lockdown Jakarta
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Aparat Apel Persiapan Lockdown Jakarta

Apel yang bertempat di Monas tersebut juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta yang menyebut kondisi Jakarta saat ini semakin mengkhawatirkan.

[Hoaks atau Fakta]: Suntik Vaksin Dosis ke-3 Bisa Berbayar
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Suntik Vaksin Dosis ke-3 Bisa Berbayar

SpeedLab Indonesia akan mengikuti aturan pemerintah yang berlaku untuk program vaksinasi COVlD-19 baik itu yang sifatnya program dari pemerintah maupun gotong royong.

[Hoaks atau Fakta]: Petugas Kubur Peti Mati Kosong Jenazah COVID-19
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Petugas Kubur Peti Mati Kosong Jenazah COVID-19

Peti mati kosong yang sudah dikubur itu kemudian dibongkar kembali dan jenazah warga yang sebelumnya masih berada di rumah sakit pun dikuburkan pada Senin (12/6) pagi.

[Hoaks atau Fakta]: Anies Sebut Solusi Banjir Jakarta Tunggu Musim Kemarau
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Anies Sebut Solusi Banjir Jakarta Tunggu Musim Kemarau

Dalam artikel tersebut tidak ada pernyataan Gubernur Anies yang mengatakan “SOLUSI BANJIR ITU MUDAH TINGGAL TUNGGU MUSIM KEMARAU.”

[Hoaks atau Fakta]: Pesepakbola Eriksen Alami Serangan Jantung Dampak Disuntik Vaksin COVID
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Pesepakbola Eriksen Alami Serangan Jantung Dampak Disuntik Vaksin COVID

Radio Sportiva melalui akun Twitter resminya telah menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menyiarkan berita apapun terkait kondisi Eriksen, termasuk pendapat dari tim medis Inter Milan.

 [Hoaks atau Fakta]: Pasien COVID-19 di Malasysia Dirawat di Tepi Jalan Dekat Rumah Sakit
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Pasien COVID-19 di Malasysia Dirawat di Tepi Jalan Dekat Rumah Sakit

Untuk menghindari penularan, pihak rumah sakit berjanji memasang tirai sekaligus untuk menjaga privasi pasien.

[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Israel Bersekutu Dengan ISIS

Wartawan yang mengkhususkan diri dalam urusan Israel di Petra Agency, Yahya Matalqa, telah menyatakan bahwa terjemahan yang dilampirkan pada video itu tidak benar.

 [Hoaks atau Fakta]: Rizieq Shihab Divonis Bui, Fadli Zon Mundur dari DPR
Lainnya
[Hoaks atau Fakta]: Rizieq Shihab Divonis Bui, Fadli Zon Mundur dari DPR

Foto hasil tangkapan layar dari artikel yang serupa juga pernah beredar di Facebook pada Desember 2020 yang lalu.