Tunggu Kejutan KPK Umumkan Tersangka Baru Mega-Korupsi Triliun Rupiah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: kpk.go.id

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengumumkan tersangka baru terkait pengembangan perkara kasus korupsi yang merugikan negara triliunan rupiah pada sore hari nanti.

"Direncanakan sore ini akan kami umumkan penyidikan baru yang telah dilakukan KPK dalam sebuah perkara yang merugikan negara cukup besar dengan nilai triliunan rupiah," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (10/6).

Febri
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/John Abimanyu)

Meski demikian, Febri belum menjelaskan detail soal dugaan kasus dan siapa yang akan dijerat sebagai tersangka. Febri hanya memastikan kasus korupsi ini telah merugikan negara hingga triliunan rupiah.

"Kami berupaya semaksimal mungkin menjalankan tugas dan mengembalikan kerugian keuangan negara ke masyarakat melalui kewenangan yang ada," ujar Febri.

BACA JUGA:

KPK Tahan Syafruddin Temenggung, Babak Baru Mega Korupsi BLBI Dimulai

Kata Antasari Azhar Soal Mega Korupsi e-KTP

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus korupsi dengan nilai triliunan rupiah yang tengah ditelisik penyidik KPK adalah kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesi (BLBI). Lembaga antirasuah telah menjerat obligor Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim.

Sebelumnya Wakil Ketua KPK Alexander Marwata membenarkan bahwa pengusaha Sjamsul Nursalim sudah menyandang status tersangka kasus dugaan korupsi penerbitan Surat Keterangan Lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (SKL BLBI).

Penetapan tersangka ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan korupsi yang telah menjerat mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung.

BACA JUGA:

KPK Prioritaskan Tuntaskan Kasus BLBI, Century dan e-KTP

KPK Tetapkan Sjamsul Nursalim Tersangka Korupsi SKL BLBI

Syafruddin sendiri telah dijatuhi hukuman 15 tahun pidana penjara, ditambah dengan Rp1 miliar subsider 3 bulan kurungan oleh Pengadilan Tinggi DKI dalam putusan banding.

Sebaliknya, Sjamsul Nursalim yang notebene mantan Obligor Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) kini tinggal ‎di Singapura. Meski demikian, KPK memastikan bos Gajah Tunggal itu bisa disidangkan tanpa kehadiran alias in absentia.

Sjamsul nursalim
Sjamsul Nursalim. Foto: IST/NET

Nama Sjamsul dan istrinya, Itjih Nursalim juga disebut dalam putusan pengadilan tingkat pertama maupun banding sebagai pihak yang bersama-sama mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin dalam perkara megakorupsi ini.

Bahkan, Sjamsul dan Itjih disebut sebagai pihak yang turut diperkaya atas korupsi yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga sekitar Rp 4,58 triliun tersebut.

Sjamsul dan Itjih diketahui berulang kali mangkir dari panggilan KPK. Pasangan suami istri yang telah menetap di Singapura itu setidaknya telah dua kali mangkir dari panggilan KPK untuk dimintai keterangan dalam proses penyelidikan kasus ini. (Pon)

BACA JUGA: Sjamsul Nursalim Tersangka SKL BLBI, KPK Incar Rampas Aset Bos Gajah Tunggal

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH