Tunggakan Peserta BPJS Kesehatan Yogyakarta Capai Rp 30 Miliar Kampanyekan "Ayo Bergabung Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan" di Lhokseumawe, Aceh, Rabu (23/8). (ANTARA FOTO/Rahmad)

MerahPutih.com - Tunggakan seluruh peserta mandiri dan badan usaha BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta mencapai Rp 30 miliar lebih. Jumlah tersebut terdiri Rp 25,7 miliar peserta bukan penerima upah (PBPU) atau peserta mandiri dan peserta badan usaha sejumlah Rp 599,95 juta.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti menjelaskan besarnya tunggakan ini terjadi karena banyaknya masyarakat yang ingin langsung merasakan manfaat BPJS Kesehatan. Sehingga saat merasa tidak pernah sakit, warga malas membayarnya.

“Warga itu bayar BPJS kalau dia lagi sakit saja. Padahal harus dibayar kan rutin,” jelas Hesti melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Selasa (14/11).

Selain itu untuk para peserta mandiri atau badan usaha, besarnya tunggakan terjadi karena lupa atau rasa malas untuk membayar. Sebab tak seperti pekerja kantoran yang sudah dipotong perusahaan, anggota PBPU dan BU wajib menyetor seorang diri.

Faktor lainnya adalah ketidak sesuaian nominal yang dibayarkan dengan jumlah yang seharusnya dibayarkan. “Misalnya untuk kelas 3 harusnya bayar Rp 50 ribu per bulan. Di lapangan ada yang membayar hanya Rp 25 ribu. Bahkan untuk PBI hanya membayar Rp 23 ribu. Jadi yang kami dapatkan tidak sesuai dengan jumlah yang seharusnya,” tutur Hesti.

Sejumlah upaya sudah dilakukan BPJS Kesehatan untuk membuat para anggota membayar. Di antaranya dengan mempermudah lokasi pembayaran dengan bekerja sama dengan minimarket modern. BPJS juga rutin mengirim surah tagihan kepada anggota yang menunggak untuk mengingatkan.

“Bahkan petugas kami menelepon anggota yang lama menunggak untuk mengingatkan membayar,” kata Hesti.

BPJS Kesehatan pun turut membentuk kader JKN yang akan menjemput bola menangih langsung ke rumah anggota yang banyak menunggak. Kader JKN ini dibentuk tahun ini dan berjumlah 9 orang. Hesti menambahkan pihaknya berencana menambah jumlah kader JKN tahun depan demi menekan tunggakan.

“Akhir tahun akan kami evaluasi semua dan tentukan strategi baru untuk menekan tunggakan,” tegasnya.

Namun Hesti mengklaim pihak BPJS Kesehatan Yogyakarta tak memiliki tunggakan kepada fasilitas kesehatan yang telah bermitra. BPJS terus membayar klaim dari para anggota lima belas hari usai persyaratan klaim komplet terkumpul.

Berdasarkan catatan BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta per Agustus 2017 ada 23.707 peserta peserta mandiri yang menunggak. Sementara jumlah tunggakan badan usaha per September 2017 mencapai 141 anggota.

Jumlah tunggakan terbesar ada pada PBPU kelas 1 yang berjumlah 7.648 anggota dengan total tagihan Rp 13.019.318.217. Disusul dengan kelas dua yang berjumlah 5.917 orang dengan tagihan Rp 6.681.672.857. Sementara anggota kelas tiga yang menunggak sebanyak 10.142 peserta dengan tagihan Rp 5.982.870.863. Jumlah ini merupakan akumulasi dari tunggakan anggota sejak tahun 2014.

Sementara jumlah anggota BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta terus meningkat setiap tahun. Pada Desember 2015 jumlah peserta mencapai 1.529.787 orang. Tahun berikutnya jumlah peserta meningkat menjadi 1.679.026 anggota. Terakhir per September 2017, jumlah seluruh anggota BPJS mencapai 1.766.261 anggota. (*)

Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya dalam artikel: Peringati HKN, Buruh Minta Pemerintah Gratiskan Iuran BPJS Kesehatan


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH