Tulus Ingin Indonesia Ramah Disabilitas Saat Tampil di Acara Hari Disabilitas Internasional Tulus mengisi acara perayaan Hari Disabilitas Internasional (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

PENAMPILAN penyanyi tampan Tulus memang paling ditunggu-tunggu dalam acara perayaan Hari Disabilitas Internasional di Summarecon Mal Bekasi, Senin (3/12). Benar saja, para pengunjung dan kaum difabel yang hadir di acara itu langsung berseru gembira saat pelantun lagu Sepatu itu hadir. "Apa kabar temen-temen," kata Tulus yang langsung disambut oleh penonton.

Tulus bernyanyi di atas panggung yang berada di area luar mall.Waktu menunjukkan pukul 13.00 saat itu. Tanpa menunggu lama Tulus pun langsung menyanyikan deretan lagu andalanya. Di antaranya Monokrom, Teman Hidup, dan Jangan Cintai Aku Apa Adanya. Enggak lupa ia juga menyanyikan lagu terbarunya bertajuk Labirin. Tulus benar- benar menghibur penonton. Sesekali ia juga mengajak mereka ikut bernyanyi bersama.

1. Sempat diguyur hujan tapi enggak membuat penonton bubar

Hujan enggak menghentikan semangat penonton (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Cuaca memang tengah mendung saat Tulus tampil. Enggak lama setelah ia menyanyikan dua lagu, tiba-tiba saja hujan mengguyur di area sekitar panggung. Tapi karena enggak ingin melewatkan kesempatan bertemu Tulus, penonton yang hadir tetap bertahan menonton di depan panggung sambil diguyur hujan. Beberapa dari mereka juga ada yang menggunakan payung dan has hujan. ”Hujan masih mau lanjut nih?,” tanya Tulus. ”Mau. . .,” jawab penonton dengan spontan.

2. Tulus menyampaikan bahwa negara maju ialah yang ramah disabilitas

Tulus yakin negara maju ialah yang ramah disabilitas (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Tulus mengakhiri penampilannya dengan menyanyikan lagu Manusia Kuat. Lagu tersebut memang sangat menyemangati. Isi liriknya seakan memberikan semangat kepada kaum difabel untuk selalu memiliki jiwa kuat walaupun memiliki kekurangan. Sebelum turun dari panggung, pria 31 tahun itu juga menyampaikan isi hatinya. Ia ingin Indonesia menjadi negara yang ramah disabilitas. Karena menurutnya sudah saatnya kehadiran kaum difabel diakui. "Menurut saya negara yang maju adalah yang ramah disabilitas," ujarnya.

3. Lagu yang dinyanyikan Tulus juga diterjemahkan menggunakan bahasa isyarat

Penerjemah bahasa isyarat menerjemahkan lagu Tulus kepada kaum tuli (Foto: MP/Ikhsan Digdo)

Menariknya, kaum Tuli juga tetap bisa menikmati lagu-lagu yang dinyanyikan Tulus. Diatas dan di samping panggung terdapat sebuah layar yang menampilkan penerjemah bahasa isyarat dari Pusat Layanan Juru Bahasa Isyarat (PLJ). Penerjemah itu juga menerjemahkan dengan penuh ekspresi, seakan ikut bernyanyi dengan Tulus tapi menggunakan bahasa isyarat. Hasilnya, semua orang terhibur dengan penampilan Tulus siang itu. (ikh)

Baca juga: Gara-gara Istri Jusuf Kalla, Tulus Jadi Rindu Kampung Halaman

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo