Tulis Film 'Jakarta vs Everybody', Jefri Nichol Lakukan Riset 3 Bulan Jefri Nichol lakukan riset untuk film Jakarta vs Everybody. (foto: Instagram @jefrinichol)

JAKARTA selalu punya cerita yang menarik diangkat ke layar lebar. Kisah mereka yang mencoba beratahan hidup di Ibu Kota bisa jadi tema menarik untuk sebuah film. Tema itulah yang diangkat dalan film terbaru yang akan dirilis tahun ini, Jakarta vs Everybody. Film itu dibintangi aktor dan aktris kenamaan Indonesia, yakni Jefri Nichol, Wulan Guritno, Ganindra Bimo, Jajang C Noer, dan Dea Panendra.


Dalam rilis yang diterima Merahputih.com disebutkan ide film ini berawal dari kesadaran bahwa setiap manusia tidak ada yang sempurna. Proses kehidupan baik atau buruk menjadi perjalanan yang harus dilalui. Perjalanan itulah pasti yang memberi makna tersirat.

BACA JUGA: Musica Rilis Kembali Lagu-Lagu Klasik dari Chrisye Hingga Iwan Fals

Ertanto Robby Soediskam dan Jefri Nichol ialah orang di balik kisah film ini. Di awal 2018, keduanya banyak melakukan riset untuk mengetahui permasalahan anak muda yang sedang dan banyak terjadi di Jakarta pada saat itu. Setelah tiga bulan meriset, akhirnya ide mengerucut kepada kisah bertahan lelaki muda berusia 19 tahun. Ia harus menentukan tujuan hidup sekaligus meraih impiannya.


Kisah film Jakarta vs Everybody berawal dari kisah seorang pemuda yang bernama Dom (Jefri Nichol) yang ingin sekali menjadi aktor. Namun, ia malah mendapatkan pelecehan sehingga ia harus memendam mimpinya.

jakarta vs everybody
Film Jakarta vs Everybody akan dirilis tahun ini. (foto: istimewa)

Di tengah perjalanannya, sepasang kekasih Pinkan (Wulan Guritno) dan Radit (Ganindra Bimo) menawarkan petualangan baru kepada Dom. Proses hidup yang dijalani Dom mempertemukan ia dengan Ratih (Jajang C Noer), seorang pemilik rumah susun. Ratih berusaha untuk menarik Dom kembali kepada mimpi-mimpinya.

Di lain hal, perkenalan Dom dengan Khansa (Dea Panendra), seorang gadis perias mayat, membuka mata Dom untuk meninggalkan Pinkan dan Radit. Namun, Radit tak tinggal diam.

Ertanto Robby Soediskam selaku sutradara selalu senang mengangkat kisah-kisah realistik. "Film ini juga minim dialog. Saya membayangkan dan memprediski seandainya tanpa suara pun penonton akan tetap memahami apa yang sedang terjadi," katanya dalam rilis yang diterima Merahputih.com, Kamis (21/5).

Poster yang dirilis Kamis (21/5) menampilkan Jefri Nichol dan Wulan Guritno pada salah satu scene dalam film. Tagline 'welcome to my city, the place where I can be me' juga ditampilkan di sana.(*)

BACA JUGA: Artis Hollywood Ini Mengalami Kecelakaan Saat Syuting, Nomor 3 Paling Ngeri



Dwi Astarini