2 Lokasi yang Tujuan Favorit Turis Asing di Jakarta, Ini Datanya... Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah. Foto: Jakarta Tourism

MerahPutih.com - Monumen Nasional (Monas), Museum Nasional dan Museum Sejarah Jakarta atau lebih dikenal dengan sebutan Museum Fatahillah masih menjadi incaran utama destinasi favorit para turis asing saat berkunjung ke Ibu Kota Jakarta.

"Museum Sejarah Jakarta dan Kota Tua dan Monas (kunjungan wisata asing ke Jakarta)," kata Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Pengembangan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Alberto Ali, saat dikonfirmasi MerahPutih.com, Kamis (19/4).

Monas

Bangunan Museum Sejarah Jakarta sendiri berdiri pada tanggal 27 April 1626. Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) memutuskan untuk membangun gedung balaikota yang baru ini kemudian direnovasi pada 25 Januari 1707 di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Joan van Hoorn. Proses renovasinya sendiri baru selesai di masa pemerintahan Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck pada 10 Juli 1710 .

Museum Sejarah Jakarta berawal dari Museum Old Batavia (Batavia Lama) yang diresmikan Pemerintah Belanda pada tahun 1939. Setelah Indonesia merdeka, museum ini berubah menjadi Museum Djakarta Lama di bawah naungan Lembaga Kebudayaan Indonesia (LKI), lalu berganti nama menjadi Museum Sejarah Jakarta setelah diserahkan kepada Pemda DKI Jakarta pada tahun 1968 hingga kini.

Museum ini juga dikenal khalayak sebagai Museum Fatahillah, karena letaknya yang berada di Lapangan Fatahillah. Awalnya bangunan ini dikenal dengan nama Stadhuis, yang artinya balai kota. Pada massa Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) dan pendudukan Belanda, gedung ini difungsikan sebagai pusat administratif pemerintah.

Gedung Balai Kota bercorak sederhana dengan gaya klasik yang dipengaruhi Barok ini adalah bangunan kolonial tertua yang masih bertahan dalam kondisi hampir sempurna. Museum Sejarah Jakarta itu masih kokoh berdiri di Jalan Taman Fatahillah No.1, Kota Tua, Pinangsia, Tamansari, Kota Jakarta Barat.

Lebih jauh, Alberto mengungkapkan pada tahun 2017 pengunjung wisatawan mancanegara ke Jakarta sekitar 2.658.055. Sepanjang 2017 Jakarta mencatatkan jumlah pengunjung terbanyak sejak tahun 2008. Turis asing dari negara Tiongkok atau Cina adalah wisatawan mancanegara terbanyak yang datang ke Jakarta sebanyak 346.755 orang, atau sekitar 13 persen dari total kunjungan. "Paling dikit itu (turis) Bahrain sekitar 1.676," imbuh dia.

Tak hanya wisatawan asing yang tertarik berkunjung ke Jakarta, ada juga wisatawan nusantara yang menikmati objek wisata di Jakarta pada tahun 2017 mencapai 35.464.110 pengunjung. Pada bulan Desember wisatawan Nusantara paling banyak sekitar 5.246.629 pengunjung.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi dan Pemasaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Harry menjelaskan 2,6 juta turis asing itu masuk melalui jalur laut maupun udara. Pintu masuk ada tiga meliputi Bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma untuk jalur udara, sedangkan jalur lalu melalui Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara. "Paling banyak mereka (turis asing) ke Jakarta melalui Bandara Soekarno Hatta," tegas dia. (Asp)

Kredit : asropih


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH