Tua Renta Tidak Boleh Divaksin COVID-19 Vaksinasi COVID-19 di Jawa Barat. (Foto: Pemprov Jabar).

MerahPutih.com - Pemerintah menggulirkan program vaksinasi Covid-19 untuk orang lanjut usia (lansia). Lansia dinilai golongan masyarakat yang paling rentan di masa pandemi ini. Hanya saja, tidak semua lansia boleh divaksin.

Dokter Spesialis Geriatri Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Lazuardhi Dwipa mengatakan, ada 5 kerentanan yang menunjukkan bahwa lansia tersebut sangat uzur dan tidak memungkinkan mendapat vaksin COVID-19.

Baca Juga:

Lima Persen Lansia di Jakarta Telah Divaksin COVID-19

5 kerentanan ini meliputi, gampang lelah, kelemahan otot, kemampuan berjalan (mobilisasi), kehilangan berat badan, dan memiliki penyakit atau komorbid lebih dari satu, misalnya darah tinggi, diabetes, jantung, dan lain-lain.

5 kerentanan tersebut disingkat “Rapuh” yang merupakan kependekan dari resisten kekuatan ototnya, gampang lelah yang menunjukan adanya depresi tersembunyi, penyakit degeneratif, usaha berjalan sulit, hilang berat badan lebih dari 5 persen dalam setahun.

Jika ada lansia yang punya kriteria tersebut, dia sudah tergolong tua renta. 5 kerentanan ini bisa menjadi petunjuk dalam pemberian vaksin Covid-19. Dari 5 kerentanan itu, kalau ada 3 saja pada lansia maka dia tidak direkomendasikan mendapat vaksin COVID-19.

“Tiga kerentanan tersebut mudah dikenali baik oleh tenaga kesehatan maupun masyarakat awam. Misalnya, ga bisa naik anak tangga, tidak bisa jalan sampai 100 meter, berat badan turun,” terang Lazuardhi Dwipa, saat dihubungi wartawan, baru-baru ini.

3 Kriteria yang menjadi rekomendasi vaksin COVID pada lansia ini juga direkomendasikan Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi) kepada BPOM maupun Kementerian Kesehatan yang menjalankan vaksinasi Covd-19.

Lazuardhi Dwipa, SpPD-KGer yang juga Ketua Divisi Geriatri RSHS Bandung menuturkan, dengan kriteria tersebut ada kekhawatiran akan semakin sedikit lansia yang bisa divaksin. Sehingga akan menyulitkan target herd immunity atau kekebalan masyarakat dari Covid-19.

Namun ia menegaskan, tua renta dengan 3 maupun 5 kriteria kerentanan jumahnya tidak banyak dibandingkan dengan jumlah lansia yang sehat dan bisa divaksin.

Ia menyebut, data dari rumah sakit pusat rujukan RS Sanglah, Bali, jumlah lansia dengan 3-5 kerentanan hanya 25 persen.

“Jadi kalau kita gunakan kriteria ini, tidak akan ganggu herd immunity. Dari 10 lansia diperkirakan 9 masih bisa divaksin,” katanya.

Vaksinasi. (Foto: Sekretariat Presiden)
Vaksinasi. (Foto: Sekretariat Presiden)

Ia menambahkan, prevalensi tua renta juga tidak terlalu tinggi jumlahnya. Tua renta merupakan orang tua yang sudah sangat renta dan dapat dilihat dari kondisi fisiknya. Misalnya, lambat, bongkok, kurus, dan lain-lain.

Pada penelitian vaksin apa pun, lanjut dia, orang tua renta tersebut tidak akan dilibatkan. Sebab, penelitian vaksin pada tua renta tidak akan menghasilkan efikasi atau kemanjuran yang baik.

Untuk meneliti efikasi vaksin diperlukan relawan yang tidak renta. Orang yang sudah renta akan mengalami banyak penurunan sistem kekebalan tubuh dan respons yang tumpul. Kalaupun dia diberi vaksin, organ di dalam tubuhnya tidak akan banyak merespons.

“Semakin renta efektifitas makin jelek, karena tidak ada respons. Jadi lansia aktif kan banyak, yang masih bisa senam, ke pasar, banyak itu kenapa tidak dipriorotaskan yang divaksin,” paparnya. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Vaksinasi Corona Massal Lansia di Solo Dimulai, 6.826 orang Disuntik Sinovac

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Surabaya Lakukan Lockdown RT Jika Ada 5 Warga Positif COVID-19
Indonesia
Surabaya Lakukan Lockdown RT Jika Ada 5 Warga Positif COVID-19

Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Kota Surabaya, Jawa Timur, mengonfirmasi klaster keluarga kembali mendominasi pasien COVID-19 yang dirawat dan menjalani isolasi di rumah sakit itu.

Nekat Mudik Lebaran, Pemkot Solo Karantina 5 Hari Pemudik di Technopark
Indonesia
Nekat Mudik Lebaran, Pemkot Solo Karantina 5 Hari Pemudik di Technopark

Terkait adanya pemudik yang mencuri start sebelum larang mudik diberlakukan tanggal 6-17 Mei, Pemkot Solo tidak bisa berbuat banyak dalam memberikan sanksi.

Jelang Tutup Pendaftaran, 3,9 Juta Orang Daftar CPNS dan PPPK
Indonesia
Jelang Tutup Pendaftaran, 3,9 Juta Orang Daftar CPNS dan PPPK

BKN meminta pada pemburu PNS untuk teliti dan berhati-hati saat mendaftar. Disisa waktu ini diperhatikan dan diteliti kembali secara berulang jangan sampai ada yang salah.

ICW: Empat Hal Hilang di Dakwaan Jaksa Pinangki
Indonesia
ICW: Empat Hal Hilang di Dakwaan Jaksa Pinangki

ICW meragukan kelengkapan berkas perkara Pinangki. Hal ini lantaran ICW menilai terdapat sejumlah hal yang "hilang" dari surat dakwaan jaksa terhadap Pinangki.

Makna Paskah Bagi Sekjen PDIP
Indonesia
Makna Paskah Bagi Sekjen PDIP

Hasto menyatakan, peringatan Tri Hari Suci Paskah tidak hanya mengungkapkan karya penyelamatan Allah melalui jalan pengorbanan penuh kasih Yesus Kristus.

Warga India Positif COVID-19 'Kabur' ke Indonesia, Wagub DKI: Sudah Dikarantina
Indonesia
Warga India Positif COVID-19 'Kabur' ke Indonesia, Wagub DKI: Sudah Dikarantina

Ratusan warga India yang lolos masuk ke Indonesia dari Bandara Soekarno Hatta sudah dilakukan karantina di ibu kota.

Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun
Indonesia
Jadi Tersangka Kasus Pemalsuan Surat, Djoko Tjandra Terancam Kurungan 5 Tahun

Dengan demikian, sudah ada tiga orang tersangka dalam perkara ini

Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19

"Untuk evakuasi jenazah ke TPU Selapajang, baik COVID-19 maupun non corona," ujar Arif di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (15/7).

TNI Duga Kelompok Senaf Soll Pelaku Penganiayaan Dua Personil Yonif 432 Kostrad
Indonesia
TNI Duga Kelompok Senaf Soll Pelaku Penganiayaan Dua Personil Yonif 432 Kostrad

Saat insiden terjadi, kedua anggota sedang bertugas jaga pada proses pembangunan talud Sungai Brasa

KPK Dalami Fee yang Diterima Juliari dari PT Tigapilar Agro Utama
Indonesia
KPK Dalami Fee yang Diterima Juliari dari PT Tigapilar Agro Utama

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, tim penyidik mendalami proses pengadaan bansos yang dikerjakan perusahaan milik Ardian. Ardian diketahui merupakan pemilik PT Tigapilar Agro Utama.